Kiriman dibuat oleh Sultan Bani Hakim

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Sultan Bani Hakim -

Nama : Sultan Bani Hakim

NPM   : 2315061103

Kelas   : TI C


PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA


Definisi dari media massa apabila ditelusuri dari kata “media” sendiri berarti alat, corong, instrumen, jalan, medium, penghubung, perangkat, perantara, peranti, saluran, sarana, wahana. Sedangkan kata “massa” berarti agregat, jasad, kawula, komposit, konglomerat, korpus, pengikut, publik, substansi. Sementara pengertian “media massa” sendiri adalah sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas. Media massa juga bisa dikatakan sebagai suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pemanfaatan media massa artinya penggunaan berbagai bentuk media massa, baik cetak maupun elektronik

untuk tujuan tertentu.


Penanaman nilai pancasila melalui kontrol sosial di media massa pada saat ini sangatlah diperlukan. Hal ini karena kebijakan hukum pidana tidak selamanya dapat digunakan sebagai sarana utama menekan kejahatan. Meski demikian, peran tersebut juga harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masing-masing masyarakat Indonesia. Hasil penelitian dari jurnal ini menunjukkan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam peran media massa memberitakan informasi belum terlaksana dengan baik. Karena masih banyak berita yang tidak teruji kebenarannya yang justru dapat merusak tatanan sosial. Media massa hanya memuat berita sebagai pemuas informasi saja tanpa menanamkan pembentukan pribadi sosial yang berjiwa Pancasila.


Nilai-nilai Pancasila sudah sejak dahulu tertanam secara spontan dalam masyarakat Indonesia yang berpadu dengan adat-istiadat, kebudayaan, dan agama. Pengamalan nilai-nilai Pancasila sudah dimulai sejak zaman sebelum Indonesia merdeka dan digunakan juga sebagai pandangan hidup sehingga berujung pada diraihnya kemerdekaan. Pada masa kini, tinggal bagaimana, kita memahami nilai-nilai Pancasila dan menerjemahkannya ke dalam pemikiran, sikap dan perilaku sehari-hari sebagai pribadi maupun golongan


Pasca era reformasi, muncul revolusi informasi sebagai akibat euforia jurnalisme seiring lahirnya regulasi dibidang kebebasan pers. Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut. Seharusnya sebagai mnusia yang modern, tidak memepercayai berita secara serta merta. Kita perlu mecari tahu dulu informasi pastinya terkait berita tersebut.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Sultan Bani Hakim -

Nama : Sultan Bani Hakim

NPM   : 2315061103

Kelas  : TI C

Etika adalah hal yg sangat diperlukan dalam berbangsa dan bernegara dengan memiliki etika kita dapat menjalankan kehidupan bernegara dengan baik untuk dapat diwariskan kepada generasi yg lainnya. 

Etika etika pancasila adalah untuk mengatur kehidupan perilaku masyarakat berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Nilai² yang terkandung dalam Pancasila: 

Yg pertama sila ketuhanan mengandung nerupa nilai spiritualitas

Yg kedua mengandung dimensi humanus yga artinya menjadikan manusia manusiawi

Yang ketiga mengandung dimensi nilai solidaritas rasa kebersamaan dan cinta tanah air

Yg keempat mengandung sikap mau menghargai dan menghormati orang lain

Yg kelima mengandung dimensi peduli atas nasib orang lain, dan bersedia mambantu kesulitan orang lain

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Sultan Bani Hakim -

Nama  : Sultan Bani Hakim

NPM    : 2315061103

KELAS : TI C

Berdasarkan pengamatan saya, saya menimpulkan bahwa :

Moral berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik maupun buruk, sopan ataupun tidak sopan, susila atau tidak susila. Etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofis dalam hubungan dengan tingkah laku manusia. dengan pandangan hidup, serta filsafat hidup dari masyarakat tertentu . Moral merupakan suatu ajaran-ajaran atau wejangan-wejangan, patokan-patokan, kumpulan peraturan, baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Etika adalah suatu cabang filsafat yaitu suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandanganpandangan moral tersebut. Etika adalah ilmu,  setiap orang memiliki moralitasnya sendiri, tetapi tidak sedemikian halnya dengan etika. Tidak semua orang perlu melakukan pemikiran yang kritis terhadap etika. Terdapat suatu kemungkinan bahwa seseorang mengikuti begitu saja pola-pola moralitas yang ada dalam suatu masyrakat tanpa perlu merefleksikannya secara kritis.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Sultan Bani Hakim -
NAMA : Sultan Bani Hakim
NPM : 2315061103
KELAS : TI C
A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Menurut pendapat saya  tentang proses pendidikan di tengah pandemi Covid-19 masih sangat perlu adaptasi dan evaluasi terutama pada cara para tenaga pendidik mengajar para peserta didiknya, karna untuk belajar melalui daring perlu kemauan serta motivasi lebih dibandingkan dengan belajar secara luring, pembelajaran pada saat covid-19 yangg dilakukan secara daring sangat kurang evisien menurut saya apabila tidak ada interaksi diantara peserta didik dan tenaga pengajar yang bersangkutan. 
 
B.   Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Menurut saya untuk memaksimalkan proses pendidikan diperlukan kontribusi dari kedua belah pihak baik dari tenaga pengajar maupun peserta didik, dan sebaiknya untuk matapelajaran PPKN dapat ditambah jam pelajarannya dan para pengajar harus lebih interaktif dan kreatif dalam mengajar serta memberikan materi ke peserta didik.

C.   Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
  1. Tindakan Kepedulian terhadap Sesama: Seorang warga di lingkungan Anda mungkin memerlukan bantuan karena sakit atau kesulitan ekonomi. Dalam hal ini, warga yang lain dapat menunjukkan karakter peduli dengan memberikan bantuan finansial, makanan, atau waktu untuk merawat yang membutuhkan.

  2. Tindakan Gotong Royong: Ketika ada proyek kecil seperti membersihkan lingkungan atau memperbaiki fasilitas umum, warga di lingkungan dapat bekerja sama dalam semangat gotong royong. Ini mencerminkan nilai gotong royong dalam Pancasila.

  3. Kasus Kejujuran dan Tanggungjawab: Seorang siswa mungkin diberi kesempatan untuk mengambil ujian sendiri di rumah. Dalam kasus ini, integritas siswa untuk tidak mencontek dan mengerjakan ujian sesuai dengan aturan adalah contoh penting dari karakter jujur dan tanggungjawab.

  4. Penggunaan Ramah Lingkungan: Banyak lingkungan saat ini menghadapi masalah polusi dan kerusakan lingkungan. Upaya untuk mengurangi sampah plastik, menghemat energi, atau memulihkan alam sekitar (seperti penanaman pohon) adalah contoh nyata dari karakter ramah lingkungan.

  5. Menciptakan Perdamaian dalam Konflik: Konflik bisa terjadi di antara warga di lingkungan Anda, baik itu konflik antar individu atau kelompok. Penyelesaian konflik dengan cara yang damai dan berbicara adalah manifestasi dari karakter cinta damai.

  6. Penerapan Etika dalam Bisnis atau Pekerjaan: Di lingkungan bisnis atau pekerjaan, disiplin dan etika berperan penting. Mematuhi aturan, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan tidak terlibat dalam perilaku korupsi adalah contoh dari karakter disiplin dan tanggungjawab.

  7. Sikap Santun dalam Berkomunikasi: Ketika berkomunikasi dengan sesama, bersikap santun adalah hal yang penting. Misalnya, berbicara dengan hormat dan mendengarkan dengan penuh perhatian adalah bentuk sikap santun.

Pendapat saya adalah bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang adil, damai, dan berkelanjutan. Kasus-kasus di atas menunjukkan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diaktualisasikan dalam berbagai situasi sehari-hari, dan melibatkan seluruh masyarakat dalam menjaga dan mempromosikan karakter Pancasilais. Dengan menerapkan karakter tersebut, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkontribusi pada pembangunan Indonesia yang lebih baik pula.

D.   Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Pancasila adalah dasar negara dan filsafat hidup Indonesia yang terdiri dari lima asas atau nilai dasar. Hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat adalah bagaimana masyarakat Indonesia diharapkan untuk menerapkan dan mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dalam pengaktualisasian nilai-nilai Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku, masyarakat Indonesia diharapkan untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari mereka, baik dalam interaksi sosial, politik, ekonomi, maupun budaya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang berlandaskan pada nilai-nilai keadilan, persatuan, kemanusiaan, demokrasi, dan ketuhanan yang Maha Esa, sehingga Indonesia dapat mencapai tujuan pembangunan nasional yang lebih baik. 

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Sultan Bani Hakim -
Nama : Sultan Bani Hakim
NPM : 2315061103
Kelas : TI C

Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila.