NPM : 2315061103
KELAS : PSTI C
Nama : Sultan Bani Hakim
NPM : 2315061103
Kelas : TI C
Analisis Soal
A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawab:
Pancasila sebagai falsafah atau pandangan hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan nilai yang menjadikan Pancasila sebagai sumber dari segala penjabaran norma hukum, norma moral, dan norma kenegaraan. Norma kenegaraan yang dimaksud salah satunya adalah etika politik. Pancasila sebagai sumber etika politik memiliki makna bahwa dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, seluruh aspek yang menyangkut kekuasaan, kebijaksanaan yang berkaitan dengan publik, dan pembagian kewenangan harus berdasarkan legitimasi moral religius, legitimasi hukum, dan legitimasi demokrasi. Legitimasi moral religius sesuai dengan sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Legitimasi hukum sesuai dengan pasal 1 ayat 3 Undang-undang Dasar atau UUD 1945 bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Legitimasi demokrasi sesuai dengan sila keempat Pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Etika perilaku politik saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan etika perilaku politik yang seharusnya. Hal ini dapat ditandai dengan masih banyaknya pejabat yang melakukan tindak pidana korupsi, menyelahgunakan kewenangan dan jabatannya demi keuntungan pribadi dan golongan, melakukan tindakan nepotisme, dan masih banyak lagi penyelewengan etika perilaku politik di Indonesia ini. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa etika perilaku politik di Indonesia pada saat ini belumlah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Bahkan, dapat dikatakan masih jauh dari kata sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawab:
Etika generasi muda saat ini menunjukkan kurangnya pencerminan etika yang sesuai dengan nilai pancasila. Hal ini dikarenakan generasi muda saat ini kurang melakukan sosialisasi, memiliki sifat individualisme yang tinggi, dan juga kurangnya rasa empati terhadap orang lain. Meskipun begitu, tidak semua generasi muda memiliki sifat seperti itu. Pasalnya di lingkungan tempat tinggal saya sendiri masih banyak anak muda yang mempunyai rasa empati, tidak individualisme, dan juga bisa bersosialisasi dengan baik secara langsung. Hal ini sudah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia.
Dekadensi moral merupakan pengikisan jati diri yang terkait dengan merosotnya tentang nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu. Dekadensasi moral saat ini banyak tejadi terutama di kalangan generasi muda. Untuk mengatasi hal tersebut maka tindakan yang dapat dilakukan yaitu seluruh masyarakat Indonesia terutama generasi muda harus berusaha mengaktualisasikan Pancasila dalam setiap elemen kehidupannya. Perlu adanya usaha, agar bangsa Indonesia ini tidak mengalami kemunduran kedaulatan bangsa dan negara. Setidaknya ada usaha untuk mempertahankan bangsa Indonesia yang kita cintai. Dekadensi moral tidak akan terjadi jika masyarakat Indonesia mengaktualisasikan butir-butir Pancasila dalam setiap elemen kehidupannya. Contohnya jika masyarakat Indonesia mengaktualisasikan sila ke-1 Pancasila, ketika dia akan melakukan hal-hal yang menyimpang, dia akan mengingat bahwa Tuhan-nya melihat apa yang dia lakukan. Jika masyarakat Indonesia mengaktualisasikan sila ke-2 Pancasila, tidak akan ada masalah bullying di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Jika masyarakat Indonesia mengaktualisasikan sila ke-3 Pancasila, tidak akan ada lagi permasalahan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) di Indonesia. Jika masyarakat Indonesia mengaktualisasikan sila ke-4 Pancasila, tidak akan ada konflik mengenai perbedaan pendapat pada musyawarah. Jika masyarakat Indonesia mengaktualisasikan sila ke-5 Pancasila, tidak akan ada lagi hukum yang berat sebelah.