Kiriman dibuat oleh Sultan Bani Hakim

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

oleh Sultan Bani Hakim -
NAMA : Sultan Bani Hakim
NPM ; 2315061103
KELAS : PSTI C

Penelitian ini membahas tentang nilai demokrasi dalam pemilu pemerintah daerah di Indonesia berdasarkan sila keempat Pancasila. Pilkada langsung dipandang sebagai bentuk demokratisasi di daerah yang membutuhkan kepemimpinan yang mencerahkan dan berbasis pada konsultasi dan keterwakilan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif, dengan penekanan pada analisis hukum tertulis dan pentingnya penguatan demokrasi dalam sistem hak pilih universal untuk mencegah konflik sosial.
Meskipun demokrasi di Indonesia dianggap penting dalam pemilu karena mencerminkan supremasi hukum dan prinsip demokrasi, namun masih terdapat kesenjangan antara penyelenggaraan pemilu dan nilai-nilai Pancasila.
dan kebijaksanaan berdasarkan penalaran. Proses pemilihan umum di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan dilaksanakan langsung oleh rakyat setiap lima tahun sekali untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih demokratis.
Meskipun terdapat berbagai kendala dan kontradiksi, pemilu dianggap sebagai instrumen penting demokrasi dan kekuasaan rakyat.
Selain itu, partai politik diharapkan mencerminkan nilai-nilai demokrasi Pancasila dan partai politik yang tidak demokratis sebaiknya dilarang. Secara keseluruhan, pemilihan kepala daerah di Indonesia dipandang sebagai langkah penting menuju terbentuknya pemerintahan yang demokratis, namun untuk menjamin terlaksananya nilai-nilai demokrasi Pancasila dan mencegah konflik dan disintegrasi negara untuk diatasi.

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

oleh Sultan Bani Hakim -
NAMA : Sultan Bani Hakim
NPM : 2315061103
KELAS : PSTI C

Demokrasi pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan sangat terbatas. Perkembangan demokrasi parlementer , dimasa ini adalah masa kejayaan demokrasi di Indonesia, karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di indonesia. Kepentingan antara presiden soekarno dengan kalangan angkatan darat yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan.
Dalam perkembangan demokrasi terpimpin , politik pada masa ini diwarnai oleh tolong ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik utama yaitu ABRI, Soekarno, dan PKI.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Sultan Bani Hakim -

Nama : Sultan Bani Hakim

NPM   : 2315061103

Kelas   : TI C


Analisis Soal


A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!


Jawab:


Pancasila sebagai falsafah atau pandangan hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan nilai yang menjadikan Pancasila sebagai sumber dari segala penjabaran norma hukum, norma moral, dan norma kenegaraan. Norma kenegaraan yang dimaksud salah satunya adalah etika politik. Pancasila sebagai sumber etika politik memiliki makna bahwa dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, seluruh aspek yang menyangkut kekuasaan, kebijaksanaan yang berkaitan dengan publik, dan pembagian kewenangan harus berdasarkan legitimasi moral religius, legitimasi hukum, dan legitimasi demokrasi. Legitimasi moral religius sesuai dengan sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Legitimasi hukum sesuai dengan pasal 1 ayat 3 Undang-undang Dasar atau UUD 1945 bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Legitimasi demokrasi sesuai dengan sila keempat Pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Etika perilaku politik saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan etika perilaku politik yang seharusnya. Hal ini dapat ditandai dengan masih banyaknya pejabat yang melakukan tindak pidana korupsi, menyelahgunakan kewenangan dan jabatannya demi keuntungan pribadi dan golongan, melakukan tindakan nepotisme, dan masih banyak lagi penyelewengan etika perilaku politik di Indonesia ini. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa etika perilaku politik di Indonesia pada saat ini belumlah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Bahkan, dapat dikatakan masih jauh dari kata sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.


B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !


Jawab:


Etika generasi muda saat ini menunjukkan kurangnya pencerminan etika yang sesuai dengan nilai pancasila. Hal ini dikarenakan generasi muda saat ini kurang melakukan sosialisasi, memiliki sifat individualisme yang tinggi, dan juga kurangnya rasa empati terhadap orang lain. Meskipun begitu, tidak semua generasi muda memiliki sifat seperti itu. Pasalnya di lingkungan tempat tinggal saya sendiri masih banyak anak muda yang mempunyai rasa empati, tidak individualisme, dan juga bisa bersosialisasi dengan baik secara langsung. Hal ini sudah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia.


Dekadensi moral merupakan pengikisan jati diri yang terkait dengan merosotnya tentang nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu. Dekadensasi moral saat ini banyak tejadi terutama di kalangan generasi muda. Untuk mengatasi hal tersebut maka tindakan yang dapat dilakukan yaitu seluruh masyarakat Indonesia terutama generasi muda harus berusaha mengaktualisasikan Pancasila dalam setiap elemen kehidupannya. Perlu adanya usaha, agar bangsa Indonesia ini tidak mengalami kemunduran kedaulatan bangsa dan negara. Setidaknya ada usaha untuk mempertahankan bangsa Indonesia yang kita cintai. Dekadensi moral tidak akan terjadi jika masyarakat Indonesia mengaktualisasikan butir-butir Pancasila dalam setiap elemen kehidupannya. Contohnya jika masyarakat Indonesia mengaktualisasikan sila ke-1 Pancasila, ketika dia akan melakukan hal-hal yang menyimpang, dia akan mengingat bahwa Tuhan-nya melihat apa yang dia lakukan. Jika masyarakat Indonesia mengaktualisasikan sila ke-2 Pancasila, tidak akan ada masalah bullying di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Jika masyarakat Indonesia mengaktualisasikan sila ke-3 Pancasila, tidak akan ada lagi permasalahan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) di Indonesia. Jika masyarakat Indonesia mengaktualisasikan sila ke-4 Pancasila, tidak akan ada konflik mengenai perbedaan pendapat pada musyawarah. Jika masyarakat Indonesia mengaktualisasikan sila ke-5 Pancasila, tidak akan ada lagi hukum yang berat sebelah.