Kiriman dibuat oleh Arza Restu Arjuna

Nama : Arza Restu Arjuna
Npm : 2315061051
Kelas : PSTI C
Prodi : Teknik Informatika

Dalam jurnal tersebut, terdapat beberapa poin penting yang dapat diidentifikasi:
1. Pendidikan Kewarganegaraan
2. Pelatihan Dasar Kemiliteran
3. Pengabdian sebagai Prajurit TNI
4. Pengabdian sesuai Profesi

1. Pendidikan Kewarganegaraan:
- Pendidikan kewarganegaraan merupakan landasan penting dalam membentuk kesadaran bela negara.
- Melalui pendidikan kewarganegaraan, diharapkan warga negara dapat memahami hak dan kewajiban mereka terhadap negara.

2. Pelatihan Dasar Kemiliteran:
- Pelatihan dasar kemiliteran wajib memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam bela negara.
- Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan warga negara dalam menghadapi situasi darurat atau ancaman terhadap negara.

3. Pengabdian sebagai Prajurit TNI:
- Pengabdian sebagai prajurit TNI, baik secara suka rela maupun wajib, merupakan bentuk nyata dari bela negara.
- Prajurit TNI diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.

4. Pengabdian sesuai Profesi:
- Pengabdian sesuai profesi menekankan bahwa setiap individu dapat berkontribusi dalam bela negara sesuai dengan bidang keahliannya.
- Contoh kontribusi seperti dokter yang membantu pasien COVID-19 atau influencer yang menggalang dana untuk tenaga medis.

Simpulan:
Dari poin-poin tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan, pelatihan kemiliteran, pengabdian sebagai prajurit TNI, dan pengabdian sesuai profesi merupakan pilar-pilar penting dalam membangun kesadaran bela negara. Melalui pemahaman hak dan kewajiban, persiapan dalam menghadapi situasi darurat, kontribusi nyata sebagai prajurit TNI, dan pengabdian sesuai profesi, diharapkan warga negara dapat aktif dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
Nama : Arza Restu Arjuna
Npm : 2315061051
Kelas : PSTI C
Prodi : Teknik Informatika

Dalam video dijelaskan bahwa kemampuan suatu bangsa untuk bertahan dan berkembang dalam menghadapi berbagai ancaman disebut ketahanan nasional. Ini bergantung pada ketekunan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan memanfaatkan potensi nasional. Ketahanan nasional mencakup dua aspek utama: Trigatra (aspek alamiah) dan Pancagatra (aspek sosial).

Aspek Trigatra atau ilmiah meliputi lokasi geografis, sumber daya alam, dan kemampuan penduduk. Lokasi yang strategis dapat meningkatkan perdagangan dan hubungan diplomatik, namun juga rentan terhadap serangan militer dan bencana alam.

Eksploitasi berlebihan pada sumber daya bisa menyebabkan kelangkaan dan konflik. Peningkatan pendidikan dan kesehatan penduduk memperkuat kemampuan nasional, sementara kekurangan di bidang ini bisa menghambat inovasi dan produktivitas. Faktor-faktor ini menentukan seberapa baik sebuah negara dapat mengelola tantangan dan peluang yang ada.

Disintegrasi sosial dan pengaruh budaya asing bisa merusak kohesi sosial. Pertahanan dan keamanan yang kuat melindungi kedaulatan negara dari berbagai ancaman, baik dari luar maupun dalam negeri. Stabilitas di sektor ini sangat penting bagi keberlanjutan negara dalam jangka panjang.

Perlukan sinergi dalam mengelola sumber daya alam, meningkatkan pendidikan dan kesehatan, serta menjaga stabilitas ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Dengan sinergi ini, negara dapat lebih efektif dalam menghadapi berbagai tantangan, memastikan keberlanjutan, serta kesejahteraan masyarakatnya.