གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Azizah Arifiani Apriyanto 2311011042

Nama : Azizah Arifiani Apriyanto
NPM : 2311011042
Kelas : Manajemen Genap

jawaban analisis jurnal

[Konsolidasi demokrasi di Indonesia belum berjalan secara regular karena pilar-pilar pentingnya belum berfungsi efektif. Pemilu menjadi hal penting dalam demokrasi karena memerlukan unsur kejujuran, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Tetapi tantangan pendalaman demokrasi semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik, dan hukum kurang memadai. Pemilu juga rentan dengan sengketa dan konflik, terutama ketika berlangsung di tengah keterbelahan sosial dan maraknya berita-berita hoax. Solusi untuk masalah tersebut melibatkan pengefektifan peran pemangku kepentingan dan tata kelola pemilu yang lebih baik

Kepercayaan publik terhadap netralitas birokrasi, penyelenggara pemilu, dan institusi penegak hukum minim, padahal trust building penting dalam konsolidasi demokrasi. Saling percaya antara penyelenggara pemilu, parpol, dan masyarakat adalah syarat untuk demokrasi berkualitas dan stabilitas politik serta keamanan masyarakat. Konflik dalam pemilu bisa diredam jika peserta pemilu, penyelenggara, pemerintah, dan institusi penegak hukum profesional, independen, tidak partisan, dan komitmen. Proses konsolidasi demokrasi memerlukan peran stakeholders seperti civil society, elite/aktor, media massa, medsos, dan lembaga survey. Kepercayaan publik terhadap hasil pemilu perlu diperbaiki dengan kerjasama partai politik, penyelenggara pemilu, pemerintah, dan institusi penegak hukum. Kesuksesan pemilu bergantung pada tingkat kepercayaan rakyat. Semakin substansial demokrasi melalui pemilu, semakin besar kemungkinan munculnya public trust dan pemilu yang damai. Indonesia berhasil melaksanakan pemilu 2019 yang aman dan damai. Pemilu berkualitas memerlukan parpol dan koalisi berkualitas, karena penting bagi ketahanan sosial rakyat dan eksistensi NKRI. Menghadapi tantangan besar dalam pemilu serentak 2019, konsolidasi demokrasi berkualitas sulit terbangun. Indonesia masih perlu meningkatkan demokrasi substantif sebagai negara demokrasi terbesar keempat di dunia.
Nama : Azizah Arifiani Apriyanto
NPM : 2311011042
Kelas : Manajemen Genap

jawaban
Demokrasi identik dengan menyeruakan pendapat yang di mana setiap orang pasti mempunyai pendapat kritik maupun pandangan yang berbeda dengan orang lain. Hal yang ini yang memicu kegaduhan di dalam demokrasi tersebut, yang penting topik yang mereka ributkan atau perdebatan masih dalam konteks yang disuarakan dan sesuai dengan prosedural. Mengapa banyak negara yang menganut sistem demokrasi? Demokrasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik. Dalam ruang lingkup HAM negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Warga negara yang menganut sistem demokrasi juga memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi karena mereka dengan bebas untuk mengutarakan pendapat mereka tanpa takut intervensi ancaman dari pihak manapun. Namun sistem demokrasi juga memiliki kekurangan bahkan masuk ke dalam fase krisis. Beberapa alasan mengapa sistem demokrasi Indonesia sekarang mulai tidak efektif adalah :

1. mulai rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus
2. Penurunan jumlah keanggotaan partai politik
3.regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan

Sistem demokrasi memang bukanlah pilihan yang paling sempurna atau bisa menjadi yang paling buruk namun tidak ada pilihan yang lebih baik daripada sistem demokrasi.