Kiriman dibuat oleh Putri Ayu Bestari

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

oleh Putri Ayu Bestari -
Nama:Putri Ayu Bestari
NPM:2313053177
Kelas:3F

Identitas Jurnal
Nama Jurnal: Jurnal Pendidikan Agama Islam - Ta’lim
Volume: 12
Nomor:1
Halaman: 41-54
Tahun Terbit: 2014
Nama Penulis: Fahrudin
Judul Artikel: Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja.

Berdasarkan jurnal tersebut bahwa pendidikan nilai moral dalam lingkungan keluarga sangat penting sebagai upaya untuk mencegah kenakalan remaja. Keluarga dianggap sebagai institusi pendidikan pertama dan utama bagi anak-anak, di mana mereka belajar nilai-nilai moral dan keimanan. Proses pembinaan nilai moral dimulai sejak lahir dan melibatkan pengenalan ajaran agama, perilaku baik, serta contoh dari orang tua. Kenakalan remaja, seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba, sering kali dipicu oleh kurangnya pendidikan moral di rumah.

Beberapa faktor penyebab kemerosotan moral di kalangan anak-anak dan remaja, termasuk kurangnya bimbingan, pengaruh westernisasi, dan lingkungan yang tidak mendukung. Penanaman nilai-nilai keimanan dan moral sejak dini sangat penting, dengan orang tua berperan sebagai teladan. Selain itu, menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis juga diperlukan untuk mendukung perkembangan moral anak. Fungsi keluarga dalam pendidikan anak sangat penting, terutama dalam membentuk nilai moral dan karakter. Moral, yang sering disamakan dengan akhlak, adalah ajaran kesusilaan yang menentukan perilaku baik dan buruk. Kemerosotan moral pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya nilai keimanan, lingkungan masyarakat yang tidak sehat, pendidikan moral yang tidak efektif, suasana rumah tangga yang buruk, serta pengaruh media yang tidak mendidik.

Kesimpulan dari pembahasan ini menegaskan bahwa pendidikan nilai moral dalam keluarga sangat penting untuk mencegah kemerosotan moral dan kenakalan remaja. Orang tua berperan sebagai teladan dan harus menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis. Faktor-faktor seperti kurangnya bimbingan dan pengaruh lingkungan juga perlu diatasi melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mendukung perkembangan moral anak.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

oleh Putri Ayu Bestari -
Nama:Putri Ayu Bestari
NPM:2313053177
Kelas:3F

Identitas Jurnal:
Judul: Pendidikan Moral di Sekolah
Penulis: Rukiyati
Jurnal: Jurnal Humanika
Tahun Terbit: 2017
Volume: XVII
Nomor: 1
Halaman: 1-11

Hasil dan pembahasan mengenai pendidikan moral di sekolah menunjukkan bahwa peran guru sebagai pendidik utama sangat krusial dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa. Guru tidak hanya bertanggung jawab dalam pengajaran formal, tetapi juga berfungsi sebagai teladan yang dapat diikuti oleh siswa. Keteladanan dari guru dan orang tua menjadi salah satu metode yang efektif dalam proses pendidikan moral, di mana siswa cenderung lebih mudah meniru perilaku baik daripada hanya mengingat kata-kata yang diucapkan.

Metode yang digunakan dalam pendidikan moral, seperti bercerita, keteladanan, dan inkulkasi, terbukti efektif dalam membangun karakter dan keyakinan moral siswa. Metode bercerita, misalnya, tidak hanya menyampaikan nilai-nilai moral tetapi juga membangun makna yang mendalam dalam diri siswa melalui narasi yang menarik. Selain itu, penanaman nilai-nilai moral tidak hanya dilakukan melalui pengajaran formal, tetapi juga melalui fasilitas yang mendukung, seperti ruang diskusi dan perpustakaan yang menyediakan buku-buku dengan nilai-nilai moral.

Pendidikan moral yang komprehensif juga melibatkan seluruh komponen warga sekolah, termasuk pegawai tata usaha dan orang tua, yang berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran moral. Dengan pendekatan yang holistik dan variasi metode yang tepat, diharapkan pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan optimal, menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap program pendidikan moral yang diterapkan, agar dapat terus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan tantangan zaman yang terus berkembang. Dengan demikian, pendidikan moral di sekolah diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi pembentukan karakter siswa di masa depan.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 3

oleh Putri Ayu Bestari -
Nama:Putri Ayu Bestari
NPM:2313053177

Berdasarkan video yang berjudul tentang penerapan dan penanaman nilai-nilai moral dalam keluarga.Penanaman dan penerapan nilai-nilai moral ini melalui 8 fungsi keluarga:
1.Fungsi agama,nilai moral terdapat,keimanan, ketakwaan,kejujuran,bersyukur ,kepedulian ,tenggang rasa, kerajinan ,kesalehan ,ketaatan,suka menolong ,disiplin ,kesabaran dan kasih sayang.
2.Fungsi sosial budaya,nah nilai moral ini berisi gotong royong,sopan santun ,kerukunan ,kepedulian,kebersamaan,toleransi dan kebangsaan
3.Fungsi cinta kasih,nilai moralnya itu ada status empati,keakraban, keadilan ,pemaaf ,kesetiaan ,pengorbanan ,suka menolong dan bertanggung jawab.
4.Fungsi perlindungan, nilai moralnya itu ada pemaaf,tanggap dan ketabahan.
5.Fungsi reproduksi,nilai moralnya meliputi ,bertanggung jawab,kesehatan,keteguhan.
6.Fungsi sosialisasi dan pendidikan, ini memiliki nilai moral yaitu percaya diri,ketulusan, kebanggaan, kerajinan,kreativitas, bertanggung jawab dan bekerja sama.
7.Fungsi ekonomi,nilai moralnya yaitu ada hemat,ketelitian,disiplin, kepedulian dan keuletan.
8.Fungsi pemeliharaan lingkungan,nilai moralnya atau norma yaitu kebersihan dan kedisiplinan.

Dapat disimpulkan bahwa dalam penerapan dan penanaman nilai-nilai moral dalam keluarga terdapat beberapa fungsi,namun setiap fungsi tersebut mempunyai cakupan nilai moral masing-masing yang harus kita ketahui,karena seperti yang kita ketahui bahwa penanaman nilai moral dalam keluarga itu sangat penting untuk menjadi peran utama supaya kita memiliki nilai moral yang baik di dalam keluarga maupun masyarakat.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> FORUM pertanyaan

oleh Putri Ayu Bestari -
Nama:Putri Ayu Bestari
Npm:2313053177
Kelas:3F

Menurut saya , perbedaan kriteria nilai antara hardskill dan softskill terletak pada aspek yang dinilai dan fokus penggunaannya. Hardskill itu mengacu pada keterampilan teknis dan keahlian yang biasanya bisa di dapatkan melalui pelatihan dalam keadaan nyata,dalam penilaiannya biasanya itu dengan melalui tes serta evaluasi hasil kerja sehingga mendapatkan hasil yang jelas.

Sebaliknya, softskill ini merupakan kemampuan non teknis yang kaitannya dengan kepribadian, komunikasi dan pola pikir, nah penilaian softskill ini lebih cenderung subjektif dilakukan dengan observasi, wawancara.
Keduanya sama-sama penting karena hardskill itu lebih menekankan pada apa yang bisa di lakukan seseorang sedangkan softskill fokus pada bagaimana keterampilan itu diterapkan dalam situasi sosial ataupun lingkungan sekitar.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 1

oleh Putri Ayu Bestari -
Nama:Putri Ayu Bestari
Npm:2313053177

Berdasarkan analisis dari vidio yang berjudul pentingnya pendidikan moral untuk anak di sekolah dasar tersebut bahwa kebutuhan akan pangan sandang dan papan pendidikan merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengubah perilaku agar lebih baik dan dapat mengembangkan pengetahuan yang ada. moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan sikap dan kewajiban, moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. pendidikan moral juga bertujuan untuk memahami nilai budi pekerti,mampu mengambil keputusan dengan tepat dan membentuk pola perilaku yang bertanggung jawab. Adapun penyebab menurunnya moral pada anak terdapat 2 penyebabnya yaitu yang pertama ada Perundungan di sekolah,dalam era globalisasi saat ini pendidikan moral sangat diutamakan bagi anak sekolah dasar untuk memiliki kompetensi personal dan sosial sehingga bisa menjadi warga negara yang baik,adapun contoh perundungan di sekolah yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial secara fisik misalnya dengan melakukan ancaman atau mengejek korban sedangkan secara sosial misalkan dengan cara mengucilkan atau mengabaikan korban. perundungan yang dilakukan oleh anak disebabkan kurangnya rasa perhatian dari orang tua lantas anak pun membuat keributan dengan cara merundung teman-temannya agar dapat perhatian dari guru maupun orang tuanya. yang kedua yaitu adanya kekerasan secara fisik di keluarga ini bisa dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut meskipun rumah adalah salah satu tempat yang aman bagi anak ini disebabkan adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga yang mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandungnya.
Adapun peran orang tua dan guru yaitu pertama,orang tua merupakan model yang penting dalam perkembangan moral anak karena anak meniru tingkah laku orang tuanya.kedua ada peranan dari guru,guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya masyarakat serta keluarga, peran yang harus dilaksanakan oleh guru yaitu dengan menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan berperilaku baik serta memberikan contoh yang baik kepada siswa agar tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan sekolah misalnya hadir tepat waktu ketika mengajar.

Oleh karena itu dengan adanya upaya dalam mewujudkan nilai-nilai moral melalui pendidikan moral kita ketahui bukan hanya dengan ajaran guru tetapi orang tua harus mengajarkan kepada anak-anak nya,karena orang tua itu peran utama dalam membentuk moral anak yang sudah seharusnya diajarkan supaya anak memiliki moral yang baik di sekolah maupun Masyarakat.