Nama : Azika Edra Avioleta
Npm : 2311011044
1. Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka menghadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?
Jawab: Persoalan yang melanda bangsa Indonesia sangatlah banyak saat ini, dan beberapa adalah dari segi pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Dalam pemberdayaan masyarakat, kita bisa bergotong royong untuk membantu masyarakat memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk mengatasi masalah mereka sendiri, salah satu caranya dengan mengadakan pelatihan. Dalam peduli lingkungan, kita bisa melakukan gotong royong membersihkan lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan
B. Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?
Jawab: upaya yang akan saya lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman adalah dengan melakukan gotong royong, gotong royong akan meningkatkan kebersamaan antar masyarakat, sehingga nya dapat mewujudkan rasa persatuan serta membina keharmonisan.
C. Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara !
Jawab : Pancasila sebagai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional bangsa Indonesia. Pancasila menjadi landasan serta poros bangsa Indonesia, karena itulah disebut sebagai acuan dan identitas bangsa.
D. Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?
Jawab: korelasi sikap para pendahulu dengan sikap kita sebagai bangsa sekarang adalah berkaitan dengan menjaga keberagaman bangsa, khususnya keberagaman agama. Karena baik dulu maupun sekarang Indonesia tidak hanya terdiri dari agama Islam aja, maka dari itu para pendahulu menghindari hambatan yang akan datang dikemudian hari dengan mengganti “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Yang Maha Esa”.