Posts made by AZIKA EDRA AVIOLETA

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by AZIKA EDRA AVIOLETA -
Nama : Azika Edra Avioleta
Npm : 2311011044

Jurnal ini berisikan penelitian yang menekankan pentingnya pendidikan Pancasila dalam melestarikan nilai-nilai Pancasila dan menanamkan nilai-nilai positif pada peserta didik. Jurnal ini menyoroti pentingnya Pancasila sebagai landasan intelektual dan etika negara dan berpendapat bahwa penerapannya di kampus sangat penting untuk menghasilkan lulusan yang mewujudkan nilai-nilai Pancasila. Jurnal ini juga membahas tentang tujuan pendidikan Pancasila, seperti membantu peserta didik mengembangkan kepribadian, memahami persoalan kemasyarakatan, dan memperkuat persatuan Indonesia.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by AZIKA EDRA AVIOLETA -
Nama : Azika Edra Avioleta
Npm : 2311011044

Jurnal ini membahas tentang internalisasi nilai-nilai Pancasila pada perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini menyoroti semakin menurunnya kesadaran dan pemahaman Pancasila di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Jurnal ini berfokus pada penyelenggaraan mata kuliah Pancasila di perguruan tinggi, pengembangan potensi akademik, penyiapan mahasiswa bermasyarakat, dan membangun budaya berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Hal ini juga mengatasi tantangan era digital dan potensi infiltrasi ideologi yang saling bertentangan.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

by AZIKA EDRA AVIOLETA -
Nama : Azika Edra Avioleta
Npm : 2311011044

1. Bagaimanakah menurut pendapatmu sebagai mahasiswa mengenai terjadinya bom bali di tahun 2002 yang merenggut banyak korban jiwa dan luka-luka? Sesuai kah dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita? Berikan solusimu!
Jawab : menurut pendapat saya peristiwa ini merupakan tindakan yang sangat tragis dan tidak dapat dibenarkan. Hal ini tidak sesuai dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita yang menghargai perdamaian, persatuan, dan toleransi.
Solusi untuk mencegah tindakan semacam ini adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya toleransi, dialog antaragama, dan perdamaian. Pendidikan yang mempromosikan pemahaman antarbudaya dan kerjasama antaragama juga penting. Selain itu, pemerintah dan kepolisian harus terus meningkatkan keamanan dan intelijen untuk mencegah tindakan teroris.

2. Nilai Pancasila apakah yang di langgar oleh para pelaku dan apa sanksi yang pantas diberikan? Berikan penjelasanmu secara lengkap dan mendalam!
Jawab : Tragedi bom Bali tahun 2002 melanggar beberapa nilai Pancasila, terutama:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Pelaku bom Bali melanggar nilai ini dengan melakukan tindakan terorisme yang bertentangan dengan ajaran agama dan menghancurkan kehidupan yang diberikan oleh Tuhan.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Serangan bom tersebut menyebabkan banyak korban yang tidak bersalah tewas atau luka parah, melanggar nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia: Tragedi ini menciptakan ketakutan dan polarisasi dalam masyarakat, yang bertentangan dengan nilai persatuan dan kesatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Pelaku bom Bali tidak menggunakan saluran demokratis untuk menyampaikan pendapat atau ketidakpuasan mereka. Mereka memilih tindakan kekerasan dan terorisme.
Sanksi yang pantas untuk pelaku tragedi bom Bali harus mencerminkan tingkat kejahatan yang mereka lakukan. Ini termasuk hukuman pidana yang sesuai dengan hukum yang berlaku, termasuk hukuman mati atau penjara seumur hidup, bergantung pada hukum di Indonesia.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

by AZIKA EDRA AVIOLETA -
Nama : Azika Edra Avioleta
Npm : 2311011044

1. Cobalah anda menelusuri proses terjadinya peristiwa G30S PKI tersebut dan dimana letak penyimpangan peristiwa tersebut dengan nilai-nilai Pancasila dan hikmah apa yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut !
Jawab : Beberapa letak penyimpangan peristiwa G30S PKI:
pertama adalah pelanggaran hak asasi manusia, peristiwa tersebut melibatkan pembunuhan massal yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.
kedua adalah penggunaan kekerasan dan ancaman dalam mencapai tujuan.
ketiga adalah konflik ideologis, peristiwa ini melibatkan ideologi komunis dengan ideologi Pancasila yang di anut oleh pemerintah Indonesia pada saat itu.
Hikmah yang bisa diambil dari peristiwa tersebut adalah pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara serta mengingatkan kita tentang bahaya ekstremisme ideologi dan pentingnya menjaga keseimbangan dan kerukunan dalam masyarakat.

2. Bagaimanakah cara-cara pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat dalam kehidupan masyarakat di sekitar Anda atau dalam organisasi yang ada di sekitar Anda? Apa bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung dan Apa bentuk kendala yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung?
Jawab : Cara pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah biasanya dilakukan dengan mengemukakan semua ide atau pemikiran dari setiap anggota musyawarah kemudian menyatukan pemikiran-pemikiran yang ada untuk mencapai suatu mufakat.
Bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah adalah keterbukaan, setiap peserta musyawarah harus terbuka mengenai apa pemikirannya. Bentuk kearifan lain yang timbul adalah menghormati perbedaan, dalam musyawarah tidak selamanya pendapat atau pemikiran kita sejalan dengan orang lain, maka dari itu menghormati perbedaan akan muncul disini.
Bentuk kendala yang muncul antara lain adalah perbedaan pendapat, konflik personal dan dominasi suara.
3. Hasil Survei menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang Pancasila merosot secara tajam, yaitu 48,4% responden berusia 17 sampai 29 tahun tidak mampu menyebutkan silai-sila Pancasila secara benar dan lengkap. 42,7% salah menyebut silai-sila Pancasila, lebih parah lagi, 60% responden berusia 46 tahun ke atas salah menyebutkan sila-sila Pancasila. Jelaskan faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini!
Jawab: Beberapa faktor penyebab adalah :
1. Kurangnya Pendidikan: Banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan pendidikan yang memadai tentang Pancasila. Sistem pendidikan yang belum memadai dalam mengajarkan nilai-nilai Pancasila dapat menghambat pemahaman dan pengamalannya.
2. Modernisasi dan Globalisasi: Modernisasi dan globalisasi telah membawa perubahan budaya dan nilai-nilai yang kadang-kadang bertentangan dengan Pancasila. Hal ini dapat mengakibatkan masyarakat lebih memilih nilai-nilai baru daripada meneruskan nilai-nilai Pancasila.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

by AZIKA EDRA AVIOLETA -
Nama : Azika Edra Avioleta
Npm : 2311011044

1. Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka menghadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?
Jawab: Persoalan yang melanda bangsa Indonesia sangatlah banyak saat ini, dan beberapa adalah dari segi pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Dalam pemberdayaan masyarakat, kita bisa bergotong royong untuk membantu masyarakat memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk mengatasi masalah mereka sendiri, salah satu caranya dengan mengadakan pelatihan. Dalam peduli lingkungan, kita bisa melakukan gotong royong membersihkan lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan

B. Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?
Jawab: upaya yang akan saya lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman adalah dengan melakukan gotong royong, gotong royong akan meningkatkan kebersamaan antar masyarakat, sehingga nya dapat mewujudkan rasa persatuan serta membina keharmonisan.

C. Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara !
Jawab : Pancasila sebagai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional bangsa Indonesia. Pancasila menjadi landasan serta poros bangsa Indonesia, karena itulah disebut sebagai acuan dan identitas bangsa.

D. Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?
Jawab: korelasi sikap para pendahulu dengan sikap kita sebagai bangsa sekarang adalah berkaitan dengan menjaga keberagaman bangsa, khususnya keberagaman agama. Karena baik dulu maupun sekarang Indonesia tidak hanya terdiri dari agama Islam aja, maka dari itu para pendahulu menghindari hambatan yang akan datang dikemudian hari dengan mengganti “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Yang Maha Esa”.