Kiriman dibuat oleh RISKI AFRIANSA

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Jurnal

oleh RISKI AFRIANSA -
Nama Riski afriansa
NPM 2315031054

Jurnal ini membahas dampak globalisasi dalam era modern, terutama dalam konteks pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Globalisasi, yang terjadi melalui dimensi ruang dan waktu, mempengaruhi segala aspek kehidupan, termasuk ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya. Teknologi informasi menjadi pendorong utama globalisasi, mempercepat pertukaran informasi secara luas di seluruh dunia. Jurnal juga mencermati perubahan dalam pendidikan, dari tradisional ke modern, terutama akibat kemajuan teknologi. Sementara globalisasi membuka peluang, muncul pertanyaan tentang dampaknya terhadap nilai-nilai budaya dan ideologi, khususnya di Indonesia yang menganut Pancasila. Dalam konteks ini, jurnal menyoroti peran Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah yang memegang peranan penting dalam memelihara dan memahamkan generasi muda tentang nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup Indonesia yang plural. Metode pendidikan tersebut didasarkan pada dasar filosofis, sosiologis, dan yuridis, mengaitkan Pancasila dengan sejarah, kebhinekaan masyarakat Indonesia, dan norma hukum yang berlaku.

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Soal

oleh RISKI AFRIANSA -
A.Pendapat saya terhadap isi artikel ini adalah bahwa artikel tersebut mengangkat isu tentang persepsi negatif terhadap generasi milenial terkait sopan santun. Hal positif yang bisa diambil adalah kesadaran akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya positif, seperti sopan santun, dalam menghadapi perubahan zaman dan dampak globalisasi. Artikel ini juga menyoroti bahaya perilaku negatif di media sosial serta menekankan pentingnya mempertahankan budaya baik Indonesia.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut terlihat dalam upaya untuk mempertahankan nilai-nilai budaya positif Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mengandung nilai-nilai moral seperti gotong royong, keadilan sosial, dan ketuhanan yang mewarnai budaya Indonesia. Artikel tersebut mencoba mengaitkan perilaku kurang sopan dengan potensi pelanggaran terhadap nilai-nilai Pancasila, terutama nilai-nilai seperti keadilan sosial dan sikap saling menghormati.
Pancasila sebagai sistem etika memberikan landasan moral bagi masyarakat Indonesia, dan artikel ini mendorong pemeliharaan etika tersebut dalam menghadapi perubahan zaman dan dampak globalisasi. Dengan menegaskan bahwa budaya Indonesia adalah "akhlak plus plus, bermoral baik berlandaskan aturan dan norma," artikel ini mengaitkan prinsip-prinsip etika Pancasila dengan norma-norma perilaku yang diharapkan dari generasi milenial

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila:

1. Gotong Royong (Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa): Gotong royong mencerminkan semangat kebersamaan dalam membantu sesama dan merupakan nilai budaya yang erat kaitannya dengan Sila Pertama Pancasila, yang menekankan kebersamaan dan kemanusiaan yang adil dan beradab.

2. Musyawarah Mufakat (Sila ke-3: Persatuan Indonesia): Kearifan musyawarah mufakat adalah bagian integral dari Sila Ketiga Pancasila. Ini menunjukkan semangat untuk mencapai keputusan bersama secara demokratis dan mencari persatuan dalam keberagaman.

3. Sopan Santun (Sila ke-5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Etika sopan santun mencerminkan nilai-nilai keadilan sosial. Sopan santun adalah cara berinteraksi yang mencerminkan hormat dan keadilan terhadap semua lapisan masyarakat


D.Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila:

1. Pendidikan Nilai-nilai Pancasila : Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam sistem pendidikan untuk memastikan generasi muda memahami dan menerapkan kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila.

2. Pelaksanaan Adat dan Tradisi : Mendukung dan memelihara pelaksanaan adat dan tradisi lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

3. Partisipasi Masyarakat : Mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong, musyawarah, dan upaya bersama untuk menjaga dan mengembangkan kearifan lokal yang terkait dengan Pancasila.

4. Media dan Komunikasi Positif : Menggunakan media dan komunikasi untuk menyebarkan informasi positif tentang kearifan lokal dan nilai-nilai Pancasila, serta menghindari penyebaran konten yang dapat merusak moral dan etika.

5. Keterlibatan Pemerintah : Pemerintah dapat mendukung kebijakan dan program yang mempromosikan kearifan lokal serta memberikan insentif bagi masyarakat yang berperan aktif dalam melestarikannya

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Soal

oleh RISKI AFRIANSA -
A. Menurut saya belajar daring itu bisa dilihat dari dua sisi. Disisi yang pertama banyak waktu yang luang untuk melakukan kegiatan lain dan waktu yang tersisa bisa dipakai untuk membantu orang tua dalam mengurus rumah. Sisi positif lainnya kita dapat melakukan pembelajaran atau membaca materi sambil melalukan kegiatan santai seperti memakan camilan dan mendengarkan musik selain itu juga kita tidak perlu ke sekolah sehingga bisa menghemat biaya dan yang paling penting aman dari bahaya virus corona.
Sedangkan sisi negatifnya menurut saya terkadang kurang efektif hal ini karna memaksimalkan teknologi tidak begitu efektif dalam menyampaikan pembelajaran, mungkin ada pelajar yang mengerti dan bisa menangkap semua penjelasan guru secara online,tetapi ada juga yang kurang paham karna komunikasi tidak terjalin dengan nyaman.

B. Untuk mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi Covid-19 agar tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila, pentingnya:

1.Pembelajaran Inklusif: Pastikan akses pendidikan untuk semua, termasuk mereka yang mungkin kesulitan secara ekonomi atau teknologi.
Pemanfaatan Teknologi: Optimalisasi penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran online dan interaksi siswa-guru. Pastikan teknologi bersifat inklusif dan dapat diakses oleh semua siswa.

2.Integrasi Nilai Pancasila: Sisipkan nilai-nilai Pancasila dalam materi pembelajaran dan aktivitas, baik dalam konteks online maupun offline. Contohnya, dengan menekankan gotong royong dalam kerja kelompok atau menitikberatkan pada keadilan dalam penilaian.

3.Pelatihan Guru: Berikan pelatihan kepada guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam metode pengajaran online. Guru dapat menjadi contoh bagi siswa dalam menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

4.Kerja Sama dengan Orang Tua: Melibatkan orang tua dalam pendidikan anak secara online, sehingga nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga.

Penekanan pada Karakter: Fokus pada pengembangan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila seperti kejujuran, tanggung jawab, dan cinta damai. Aktivitas ekstrakurikuler atau proyek-proyek pembelajaran dapat difokuskan pada aspek ini.

5.Evaluasi Formatif: Terapkan evaluasi formatif yang mendukung pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila, bukan hanya penilaian akademis semata.

6.Sosialisasi Nilai Pancasila: Secara terus-menerus sosialisasikan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan sekolah, webinar, atau platform online lainnya, agar menjadi bagian integral dari budaya pendidikan.

Dengan pendekatan ini, proses pendidikan dapat tetap efektif di tengah pandemi sambil menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila

C. Contoh kasus pengembangan karakter Pancasilais adalah ketika seseorang di lingkungan saya jujur dengan mengakui kesalahan dalam proyek tim, menunjukkan tanggung jawab dengan mencari solusi bersama, dan menunjukkan gotong royong dengan melibatkan anggota tim untuk memperbaiki masalah tersebut. Pendapat saya, tindakan ini mencerminkan nilai-nilai Pancasila yang memperkuat hubungan tim dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis

D. Hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat adalah esensi atau inti dari falsafah negara Indonesia. Ini mencakup penerapan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan, dalam kehidupan sehari-hari. Secara konkret, masyarakat menginternalisasi nilai-nilai tersebut untuk membentuk sikap positif, berperilaku adil, dan berpikir inklusif, menciptakan fondasi yang kuat untuk pembangunan sosial dan kemajuan bangsa