PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA
Nama : Alexandrio Ariel Rafidan
NPM : 2315061071
Kelas : TI C
Penerapan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menjalankan peran kontrol sosial di Indonesia, khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang disebarkan kepada publik sering tidak sesuai dengan fakta dan tersebar melalui pihak yang tidak bertanggung jawab. Tanpa melakukan verifikasi terhadap kebenaran berita dan sumbernya, masyarakat justru cenderung mempercayainya. Sebagai individu yang memiliki akal, cipta, rasa, dan karsa, seharusnya kita merujuk pada petunjuk yang ditetapkan dalam Al Hujurat ayat 6, bahwa informasi yang diterima seharusnya diteliti sebelum dipercayai. Kondisi ini melanggar nilai-nilai Pancasila terutama terkait dengan aspek materil, spiritual, dan nilai-nilai penting yang berdampak pada pelanggaran hak asasi manusia lainnya.
Pengamalan jiwa Pancasila tampaknya masih minim, terutama dalam penyebaran berita yang menyesatkan. Tinjauan pustaka menunjukkan bahwa media massa cenderung hanya memenuhi kebutuhan informasi masyarakat tanpa mendorong pertumbuhan kepribadian. Di Indonesia, media massa belum mencapai tingkat di mana masyarakat diarahkan untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Hal ini tercermin dalam penurunan semangat patriotisme, meningkatnya orientasi individualisme, serta masihnya dominasi kepentingan pribadi atau kelompok di atas kepentingan bangsa dan negara.
Seiring berkembangnya teknologi dan dampak dari globalisasi, kini banyak bermunculan perubahan dalam aliran filsafat, ideologi, dan kebudayaan dimana hal tersebut membuat manusia menjadi lebih individualis.
Hukum dianggap sebagai alat kontrol sosial dimana hukum merupakan seperangkat aturan yang ditetapkan oleh suatu pemerintah atau otoritas yang memiliki kekuatan mengikat, oleh sebab itu hukum perlu ditaati. Namun, Pengaruh media massa dalam kehidupan sehari-hari menampilkan bahwa kurangnya ketegasan para oknum oknum penjaga hukum yang ada.