Nama: Fardan Zaindi Akmal
Npm. :2315031131
Analisis jurnal
Jurnal tersebut membahas mengenai Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila Relevansinya dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan” oleh Syahrul Kirom. Dalam jurnal membahas tentang penekanan diberikan pada pentingnya sikap ilmiah dalam menyelesaikan masalah kehidupan manusia dan bagaimana ilmu pengetahuan dibangun dengan merumuskan hipotesis dan mengujinya. Dan membahas bahwa komunikasi ilmiah sangat penting dalam menerima dan menyelesaikan masalah ilmiah.
Dan jurnal tersebut membahas tentang sejarah Filsafat Ilmu yang berasal dari zaman Yunani Kuno dan perkembangannya hingga ilmu dan filsafat berdiri sendiri pada abad ke-17.
Dan membahas peran Filsafat Ilmu dalam mengembangkan Pancasila melalui tiga aspek: ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Dari jurnal tersebut juga mengajarkan nilai-nilai Pancasila dan peran Filsafat Ilmu dalam membantu masyarakat Indonesia meresapi dan mengamalkan nilai-nilai sebagai berikut :
- Nilai-nilai Pancasila mengandung ajaran tentang potensi dan martabat manusia yang diberikan oleh Tuhan.
- Filsafat Ilmu digunakan sebagai alat untuk mendekati Pancasila secara filosofis dan memahami hakikatnya.
- Melalui pendekatan filosofis, diharapkan akan muncul pengetahuan baru dan pengembangan nilai-nilai luhur Pancasila.
- Dan menekankan tanggung jawab ilmuwan dalam membantu dan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila harus menjadi landasan etis dan luhur di perguruan tinggi, dan tidak boleh dijadikan alat politik.
- Dan jurnal tersebut mengingatkan bahwa tanpa dukungan dari masyarakat yang sadar, ilmuwan, dan mahasiswa, nilai-nilai Pancasila dapat merosot dan mengalami dan berdampak negatif pada kemajuan ideologi Pancasila.
Jurnal tersebut menekankan pentingnya peran filsafat di Perguruan Tinggi dan dalam kehidupan manusia. Filsafat ilmu diajarkan di semua jenjang pendidikan tinggi, dan menyelesaikan persoalan kebangsaan, terutama mengatasi lemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.
Dan juga menekankan bahwa pengembangan Pancasila dapat dilakukan melalui filsafat ilmu, dan akademisi memiliki peran yang penting sebagai mediator dalam memahamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat.
Npm. :2315031131
Analisis jurnal
Jurnal tersebut membahas mengenai Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila Relevansinya dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan” oleh Syahrul Kirom. Dalam jurnal membahas tentang penekanan diberikan pada pentingnya sikap ilmiah dalam menyelesaikan masalah kehidupan manusia dan bagaimana ilmu pengetahuan dibangun dengan merumuskan hipotesis dan mengujinya. Dan membahas bahwa komunikasi ilmiah sangat penting dalam menerima dan menyelesaikan masalah ilmiah.
Dan jurnal tersebut membahas tentang sejarah Filsafat Ilmu yang berasal dari zaman Yunani Kuno dan perkembangannya hingga ilmu dan filsafat berdiri sendiri pada abad ke-17.
Dan membahas peran Filsafat Ilmu dalam mengembangkan Pancasila melalui tiga aspek: ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Dari jurnal tersebut juga mengajarkan nilai-nilai Pancasila dan peran Filsafat Ilmu dalam membantu masyarakat Indonesia meresapi dan mengamalkan nilai-nilai sebagai berikut :
- Nilai-nilai Pancasila mengandung ajaran tentang potensi dan martabat manusia yang diberikan oleh Tuhan.
- Filsafat Ilmu digunakan sebagai alat untuk mendekati Pancasila secara filosofis dan memahami hakikatnya.
- Melalui pendekatan filosofis, diharapkan akan muncul pengetahuan baru dan pengembangan nilai-nilai luhur Pancasila.
- Dan menekankan tanggung jawab ilmuwan dalam membantu dan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila harus menjadi landasan etis dan luhur di perguruan tinggi, dan tidak boleh dijadikan alat politik.
- Dan jurnal tersebut mengingatkan bahwa tanpa dukungan dari masyarakat yang sadar, ilmuwan, dan mahasiswa, nilai-nilai Pancasila dapat merosot dan mengalami dan berdampak negatif pada kemajuan ideologi Pancasila.
Jurnal tersebut menekankan pentingnya peran filsafat di Perguruan Tinggi dan dalam kehidupan manusia. Filsafat ilmu diajarkan di semua jenjang pendidikan tinggi, dan menyelesaikan persoalan kebangsaan, terutama mengatasi lemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.
Dan juga menekankan bahwa pengembangan Pancasila dapat dilakukan melalui filsafat ilmu, dan akademisi memiliki peran yang penting sebagai mediator dalam memahamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat.