Kiriman dibuat oleh M. AZMI EDFA ALHAFIZH

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh M. AZMI EDFA ALHAFIZH -
Nama : M. Azmi Edfa Alhafizh
NPM :2315061115
Kelas : PSTI C

Berikut adalah hasil analisis saya.

Dalam jurnal tersebut, beberapa topik yang dibahas antara lain adalah tentang peran media massa dalam mencegah kejahatan di Indonesia dan bagaimana media massa dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui kontrol sosial. Pemanfaatan media massa dalam menyebarkan informasi tentang tindak pidana korupsi dan melakukan kontrol sosial terhadap penegakan hukum.Pentingnya media massa dalam mengembalikan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.

Media massa memiliki fungsi kontrol sosial yang penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat. Media massa dapat membantu mengawasi dan mencegah kejahatan di Indonesia dengan mengedepankan nilai-nilai Pancasila, seperti kesatuan, keadilan, dan etika. Namun, media massa juga harus berhati-hati dalam mengelola informasi yang disajikan kepada masyarakat. Data dan statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2014, sebagian besar penduduk Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi. Hal ini menunjukkan bahwa media komunikasi massa, termasuk internet, memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh M. AZMI EDFA ALHAFIZH -
Nama : M. Azmi Edfa Ahafizh
NPM : 2315061115
Kelas : TI C
Etika adalah hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan memiliki etika maka kita mampu menjalankan kehidupan bernegara dengan baik untuk diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lainnya. Etika pancasila adalah cabang filsafat yang dijabarkan dari sila-sila pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan masyarakatmasyarakat berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung dalam etika pancasila yang pertama, sila KETUHANAN mengandung dimensi moral berupa nilai spirit kualitas yang mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Yang kedua sila kemanusiaan, mengandung dimensi humanus yang artinya menjadikan manusia menjadi manusiawi yaitu upaya meningkatkan kwalitas kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama. Yang ketiga, sila persatuan mengandung dimensi nilai solidaritas rasa kebersamaan dan cinta tanah air. Yang keempat sila kerakyatan mengandung nilai berupa sikap menghargai atau mau mendengar pendapat orang lain. Yang kelima sila keadilan mengandung dimensi mau peduli atas nasib orang lain kesediaan membantu kesulitan orang lain.

Urgensi pancasila dalam sistem etika Yang pertama meletakkan sila-sila pancasila sebagai etika berarti menempatkan etika sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap tindakan dan keputusan. Yang kedua pancasila sebagai sistem etika memberikan pedoman kepada setiap warga negara sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan baik lokal , nasional, regional dan internasional. Yang ketiga pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar analisi sebagai kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat negara kebangsaan.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh M. AZMI EDFA ALHAFIZH -

Nama   : M. Azmi Edfa Ahafizh

NPM   : 2315061115

Kelas   : TI C

Hasil analisis saya adalah sebagai berikut.

Hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia sangat penting untuk dipahami. Sejarah Indonesia sebagai negara dengan keberagaman budaya dan etnis yang tinggi membuat rasa persatuan dan kesatuan menjadi hal yang sulit untuk dicapai. Namun, melalui sumpah pemuda pada tahun 1928, bangsa Indonesia berhasil menciptakan integritas nasional dan membentuk negara Indonesia.

Dalam politik hukum, tujuan negara Indonesia tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea IV. Untuk mencapai tujuan bersama tersebut, diperlukan politik hukum yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Politik hukum ini melibatkan pembentukan kaedah hukum yang merupakan kegiatan final dari kebijakan publik dan proses legislasi. Dalam hal ini, etika terapan memainkan peran penting dalam membahas perilaku manusia dalam bernegara.

Dalam politik hukum di Indonesia, terdapat hubungan antara hukum dan etika yang dapat dilihat dari tiga dimensi. Pertama, dimensi substansi dan wadah, yang mengacu pada isi dan bentuk hukum yang mencerminkan nilai-nilai etika yang dijunjung tinggi dalam masyarakat. Kedua, dimensi hubungan keluasan cakupan, yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat yang diatur oleh hukum dan etika. Ketiga, dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggar hukum dan etika, yang melibatkan pertimbangan moral dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.

Dalam politik hukum di Indonesia, pembentukan kebijakan publik dan legislasi dipengaruhi oleh kekuatan politik melalui percaturan kepentingan partai politik. Pertarungan kepentingan ini dapat menghasilkan dua pilihan, yaitu melalui kompromi politik atau dominasi politik.


PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh M. AZMI EDFA ALHAFIZH -
Nama: M. Azmi Edfa Alhafizh
NPM  : 2315061115
Kelas : TI C

1. Menurut pendapat saya, proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 memiliki tantangan yang besar. Kebijakan pembelajaran online dan belajar dari rumah menjadi solusi untuk memutus penyebaran wabah, namun tidak mudah untuk diterapkan secara efektif. Banyak orangtua dan tenaga pendidik yang kesulitan dalam menyediakan perangkat belajar dan koneksi internet.
Selain itu, ada potensi terjadinya kesenjangan sosial ekonomi yang lebih besar akibat sistem pembelajaran online ini. Orangtua yang mengalami kesulitan ekonomi mungkin harus memilih antara memberi makan keluarga atau membiayai pendidikan anak-anak mereka. Hal ini berpotensi meningkatkan angka putus sekolah.
Selain itu, perhatian juga perlu diberikan kepada nasib para guru, terutama guru swasta dan guru honorer, yang mengalami penurunan pendapatan akibat ketiadaan proses belajar mengajar di sekolah. Pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia, dan kualitas sumber daya manusia akan menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, perbaikan akses dan kualitas pendidikan nasional perlu terus diperjuangkan.

2. Untuk mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 agar tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
A. Peningkatan aksesibilitas
Pemerintah perlu memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang adil dan merata terhadap pembelajaran online. Ini dapat dilakukan dengan menyediakan perangkat dan koneksi internet yang memadai bagi siswa yang kurang mampu secara ekonomi.
B. Pelatihan dan pendampingan bagi guru
Guru perlu diberikan pelatihan dan pendampingan dalam mengajar secara online. Mereka perlu memahami teknologi dan strategi pembelajaran online yang efektif agar dapat memberikan pengalaman belajar yang baik bagi siswa.
C. Pengembangan kurikulum yang relevan
Kurikulum perlu disesuaikan dengan kondisi pembelajaran online. Materi pembelajaran harus relevan dengan situasi saat ini dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Selain itu, nilai-nilai Pancasila juga harus diintegrasikan dalam kurikulum untuk membentuk karakter siswa.
D. Pembinaan karakter dan nilai-nilai Pancasila
Selain mengajar materi akademik, pendidikan di tengah pandemi juga harus fokus pada pembinaan karakter dan nilai-nilai Pancasila. Guru perlu memberikan pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengembangkan sikap saling menghargai, toleransi, keadilan, dan kebersamaan.
E. Kolaborasi antara sekolah, orangtua, dan masyarakat
Penting untuk membangun kolaborasi yang kuat antara sekolah, orangtua, dan masyarakat dalam mendukung proses pendidikan di tengah pandemi. Orangtua perlu terlibat aktif dalam mendampingi anak-anak mereka dalam pembelajaran online, sementara masyarakat dapat memberikan dukungan dan sumber daya tambahan bagi siswa yang membutuhkan.

3. Contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais di lingkungan saya adalah ketika ada seorang tetangga yang secara sukarela membantu membersihkan lingkungan sekitar. Dia secara rutin membersihkan sampah di sekitar rumahnya dan juga mengajak tetangga lainnya untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Tindakan ini mencerminkan nilai-nilai gotong royong, peduli, dan tanggung jawab.
Menurut pendapat saya, contoh kasus ini sangat positif dan patut diapresiasi. Tindakan tersebut menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab individu terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, melibatkan tetangga lain dalam kegiatan membersihkan lingkungan juga memperkuat nilai gotong royong dan kerjasama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Dalam konteks pengembangan karakter Pancasilais, contoh kasus ini juga mengajarkan nilai-nilai jujur dan disiplin. Dengan secara rutin membersihkan lingkungan, individu tersebut menunjukkan konsistensi dan disiplin dalam menjaga kebersihan. Selain itu, tindakan ini juga mencerminkan kejujuran dalam menjalankan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Contoh kasus ini juga mencerminkan nilai-nilai santun dan ramah lingkungan. Dalam mengajak tetangga lain untuk ikut serta, individu tersebut menunjukkan sikap santun dan ramah dalam berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, dengan membersihkan lingkungan, individu tersebut juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan menjaga keindahan lingkungan.

4. Hakikat Pancasila adalah esensi atau inti dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki lima nilai dasar, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.Dalam pengaktualisasian nilai-nilai Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat, hakikat Pancasila menjadi landasan yang harus dihayati dan diimplementasikan oleh setiap individu dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mencakup:
A. Paradigma Berpikir
Hakikat Pancasila mengajarkan masyarakat untuk memiliki pola pikir yang inklusif, menghargai perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama. Masyarakat diharapkan untuk berpikir secara kritis, objektif, dan berdasarkan pada nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebaikan.
B. Paradigma Bersikap
Hakikat Pancasila mendorong masyarakat untuk bersikap adil, menghormati hak-hak asasi manusia, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Masyarakat diharapkan untuk bersikap santun, toleran, dan menghargai keberagaman dalam menjalin hubungan dengan sesama.
C. Paradigma Berperilaku
Hakikat Pancasila mengajarkan masyarakat untuk berperilaku yang bertanggung jawab, jujur, disiplin, dan peduli terhadap kepentingan bersama. Masyarakat diharapkan untuk menjaga keharmonisan, kerukunan, dan kebersamaan dalam bermasyarakat.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh M. AZMI EDFA ALHAFIZH -
Nama : M. Azmi Edfa Alhafizh
NPM : 2315061115
Kelas : TI C
Berikut kesimpulan dari hasil analisis saya.

Pendidikan karakter adalah cara belajar dan menginternalisasi perilaku yang baik berdasarkan nilai-nilai Pancasila, yang merupakan dasar filsafat Indonesia. Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Secara ontologis, Pancasila mengacu pada pemikiran tentang negara, bangsa, masyarakat, dan manusia. Secara epistemologis, Pancasila merupakan pengetahuan terstruktur logis dan konsisten implementasinya. Secara aksiologis, Pancasila berdasarkan pada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, hierarki dan struktur nilai, serta konsep etika.

Pancasila sendiri adalah pandangan tentang negara, masyarakat, dan manusia, dan juga sebuah pengetahuan yang logis. Nilai-nilai dan etika dalam Pancasila dianggap sebagai panduan moral untuk bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia sepakat bahwa Pancasila adalah inspirasi, nilai, dan moral. Ini merupakan hasil dari nilai-nilai budaya dan agama yang ada dalam masyarakat. Untuk mewujudkan filosofi dan ideologi ini dalam kehidupan sehari-hari, harus diupayakan untuk memahami, menerapkan, dan menghormati Pancasila melalui keluarga, masyarakat, dan sekolah.

Pancasila, sebagai basis pengetahuan, bersumber dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dan dirumuskan bersama oleh para pendiri negara. Pancasila memiliki susunan yang logis baik dalam isi maupun susunannya. Nilai-nilai dalam Pancasila saling terkait dan membentuk satu kesatuan yang kokoh.