Kiriman dibuat oleh ANDHIKA JUNION PINORSITTA LUMBANTORUAN ANDHIKA JUNION PINORSITTA LUMBANTORUAN

Nama : Andhika Junion Pinorsitta Lumbantoruan
NPM : 2315061050

Pancasila dan pengembangan Ilmu Pengetahuan

Pada hakikatnya Pancasila merupakan rumusan rumusan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat indonesia. Nilai nilai yang terkandung dalam Butir butir Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang. seperti contoh dasar dasar ketuhanan yang maha esa, yang bagi bangsa indonesia adalah suatu hal yang mutlak. jika mengikuti pandangan pandangan sekular bangsa barat, yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan, sepertinya berjalan secara berlawanan.

berikut adalah sila sila pancasila yang menjadi dasar dasar pengembangan sistem etika dalam IPTEK :
1. Sila ke Tuhanan Yang Maha Esa
mengabungkan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional,antara akal dan kehendak. berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikkan, dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. pengolahan diimbangi dengan melestarikan.

2. Sila kemanusian yang adil dan beradab
memberikan dasar dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral

3. Sila persatuan indonesia
mengabungkan universalitas dan internasionalisme dalam sila sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme. kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.

4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan iptek juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.

5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
mengabungkan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu kesimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Nama : Andhika Junion Pinorsitta Lumbantoruan
NPM : 2315061050

Analisis terhadap jurnal tersebut menyimpulkan bahwa mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila memiliki pengaruh positif dalam menyikapi perkembangan IPTEK pada mahasiswa. Mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang lebih baik, termasuk sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, toleransi yang tinggi terhadap perbedaan ras dan agama, serta pemahaman yang mendalam tentang pendidikan Pancasila.

Pancasila selain menjadi dasar falsafah negara juga memiliki peran penting dalam pengembangan IPTEK. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang dapat menjadi pedoman dalam pengembangan IPTEK yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Pancasila juga dapat menjadi acuan dalam menyeleksi pengaruh buruk kebudayaan baru dan menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan IPTEK. Selain itu, Pancasila juga dapat menjadi dasar dalam menentukan arah dan tujuan pengembangan IPTEK yang berpihak pada kepentingan rakyat dan negara.

di jurnal tersebut juga terdapat beberapa aspek yang dapat menjadi pedoman dalam menyikapi perkembangan IPTEK, antara lain:
1. Menggunakan teknologi dengan baik dan penuh tanggung jawab
2. Memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk mempermudah proses belajar, bertransaksi, dan berbisnis
3. Melakukan penyaringan terhadap informasi yang masuk melalui media sosial dan menggunakan bahasa yang santun saat berkomentar di media online maupun di sosial media.

lalu dalam jurnal tersebut dikatakan juga bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Beberapa peran pemerintah dalam menyikapi IPTEK antara lain:
1. Meningkatkan filtering terhadap globalisasi arus informasi yang dikemas dalam berbagai media, khususnya teknologi informasi (internet) untuk menangkal berbagai susupan informasi yang berbau radikalisme .
2. Mendorong pengembangan IPTEK yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan .
3. Menyediakan fasilitas dan dukungan untuk pengembangan IPTEK, seperti infrastruktur teknologi dan pendanaan riset.
Nama : Andhika Junion Pinorsitta Lumbantoruan
NPM: 2315061050

1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? sudah sesuaikah dengan nilai nilai pancasila? jelaskan!
: sistem etika perilaku politik saat ini sudah sesuai dengan nilai nilai pancasila yang dimana sudah seharusnya dan sewajibnya pancasila dijadikan sebagai suatu paradigma dalam menjalankan sistem pemerintahan namun adakalanya suatu sistem terdapat suatu celah didalamnya dan celah ini lah yang diambil oleh orang orang yang kita sebut sebagai oknum oknum yang memanfaatkan celah ini dengan melakukukan tindakan KKN( korupsi,Kolusi,dan Nepotisme), dimana orang orang seperti inilah yang merusak sistem sistem yang sudah sesuai dengan nilai nilai pancasila.

2.Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
: Jika berbicara tentang Etika generasi muda saat ini bisa dikatakan Etika anak muda saat ini sangat jauh dari kata baik yang dimana bisa kita lihat dari cara mereka dalam menyapa orang yang lebih tua ketika berpapasan dimana saja yang dimana anak muda saat ini jika berpapasan dengan orang tua jarang sekali anak muda saat ini memiliki niat untuk menyapa terlebih dahulu yang dimana bisa kita simpulkan bahwa kesopanan anak muda sekarang sangat jauh dari kata baik tentu etika ini bertentangan dengan etika anak muda pada zaman dahulu yang dimana anak zaman dahulu cenderung memiliki niat untuk menyapa orang yang lebih tua terdahulu ini bisa terjadi karena perkembangan masyarakat yang semakin maju dan modern tapi tidak diimbangi dengan penanaman nilai nilai etika yang baik dan benar,

solusi yang dapat saya berikan tentang adanya dekadensi moral di kalangan anak muda saat ini adalah perlunya perhatian dan penanaman nilai nilai etika yang baik dan benar oleh orang tua mengingat bahwa orang tua merupakan lembaga pengajaran pertama yang didapat oleh anak anak yang bisa juga dikatakan sebagai dasar dari nilai nilai etika.
Nama : Andhika Junion Pinorsitta Lumbantoruan
NPM : 2315061050

Analisis dari jurnal ini bahwa media massa memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan mencegah kejahatan di Indonesia. Dalam artikel ini, dijelaskan bahwa media massa dapat digunakan sebagai alat untuk mengontrol sosial dan mempromosikan nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, persatuan, dan kemanusiaan dan juga beberapa cara konkrit di mana media massa dapat digunakan untuk mencegah kejahatan, seperti melaporkan kejahatan kepada pihak berwenang, memberikan informasi tentang cara mencegah kejahatan, dan mempromosikan kesadaran akan pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat.

artikel ini juga memberikan argumen bahwa media massa memiliki potensi besar untuk memainkan peran yang positif dalam mencegah kejahatan dan mempromosikan nilai-nilai Pancasila di Indonesia. Namun, hal ini juga memerlukan kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, media massa, dan masyarakat secara keseluruhan. penggunaan media massa dapat menjadi alat yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan mencegah kejahatan di Indonesia. Salah satu cara konkrit untuk melakukan hal ini adalah dengan mempromosikan nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, persatuan, dan kemanusiaan melalui konten media massa.

Selain itu, media massa juga dapat digunakan untuk mengontrol sosial dengan memberikan informasi tentang cara mencegah kejahatan, melaporkan kejahatan kepada pihak berwenang, dan mempromosikan kesadaran akan pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam konteks ini, media massa dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk membangun kesadaran dan mempromosikan nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat. Namun, hal ini juga memerlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, media massa, dan masyarakat secara keseluruhan.
Dalam artikel ini, dijelaskan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam media massa sangat penting dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia. Namun, artikel ini juga menyatakan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam media massa belum terlaksana secara menyeluruh. Artikel ini menunjukkan bahwa masih banyak berita yang tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, media massa perlu memperhatikan etika pemberitaan dan memastikan bahwa berita yang disajikan sesuai dengan fakta dan tidak merugikan masyarakat.
Nama: Andhika Junion Pinorsitta Lumbantoruan
NPM: 2315061050

Artikel tersebut membahas tentang sistem filsafat. Sistem filsafat berhubungan antar unsur-unsur kesatuan yang menyeluruh dan tujuan yang ingin dicapai. Artikel tersebut juga menegaskan bahwa Pancasila merupakan sistem filsafat yang memenuhi syarat tersebut. Masing-masing sila Pancasila saling berkaitan satu sama lain, membentuk satu kesatuan kesatuan yang menggambarkan pedoman bangsa Indonesia tentang Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Permusyawaratan, dan Keadilan. Sebagai suatu sistem filosofis, Pancasila mencerminkan pandangan tentang bagaimana masyarakat Indonesia menyikapinya.


Kesimpulan yang dapat diambil dari artikel ini adalah Pancasila dianggap sebagai sistem filsafat yang memuat nilai-nilai dan pandangan masyarakat Indonesia terhadap realitas. Hal ini menggambarkan betapa Indonesia sangat memahami dan berinteraksi dengan dunia. Pancasila merupakan dasar yang mengatur nilai dan cara pandang masyarakat Indonesia, serta membentuk kerangka moral dan etika.