Posts made by Rayhan Danar Abiyyuendra Unila

Nama : Rayhan Danar Abiyyuendra
NPM : 2315061098

Analisis yang saya dapat simpulkan dari jurnal ini adalah :
Dalam jurnal ini, terdapat penelitian yang dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Penelitian ini dilakukan di Universitas Pancasakti Tegal dan melibatkan 103 mahasiswa program studi Matematika. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi pertanyaan terkait sikap mahasiswa terhadap perkembangan Iptek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, mahasiswa memiliki sikap yang baik dalam menyikapi perkembangan Iptek. Mereka menyadari pentingnya memanfaatkan teknologi dengan tanggung jawab, menggunakan Iptek untuk mempermudah proses belajar dan berbisnis, serta melakukan penyaringan terhadap informasi yang masuk melalui media sosial. Analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dan sikap mahasiswa terhadap perkembangan Iptek. Dalam keseluruhan penelitian, variabel mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dapat menjelaskan sekitar 28,2% sikap mahasiswa terhadap perkembangan Iptek, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar mahasiswa sebagai generasi muda dapat menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek dan tetap berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara.
Nama : Rayhan Danar Abiyyuendra
NPM : 2315061098

Analisis yang bisa saya dapatkan dari video terlampir adalah :

Pancasila dan Ilmu Pengetahuan serta Teknologi (IPTEK) saling terkait erat. IPTEK merupakan hasil karya manusia yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan IPTEK bisa memiliki dampak positif maupun negatif tergantung pada kepentingan yang dilayani.

Ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki hubungan yang tak terpisahkan; ilmu pengetahuan sebagai sumber dari teknologi, dan teknologi sebagai implementasi dari ilmu pengetahuan. Keduanya saling melengkapi dalam perkembangannya.

Nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting dalam pertumbuhan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK, baik saat ini maupun di masa depan, berlangsung dengan cepat. Prinsip Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, yang dianggap mutlak bagi bangsa Indonesia, dapat berbeda dengan pandangan sekular yang dianut oleh cendekiawan Barat, yang sering menjadi acuan dalam penelitian ilmiah.

Kelima sila Pancasila menjadi landasan etika dalam pengembangan IPTEK:

Sila Kehadiran Tuhan Yang Maha Esa
Menekankan pentingnya keselarasan antara ilmu pengetahuan dengan aspek spiritual, mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya terhadap manusia serta lingkungan sekitarnya.

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Menegaskan bahwa dalam mengembangkan IPTEK, manusia harus mempertimbangkan aspek moralitas dan budaya yang beradab.

Sila Persatuan Indonesia
Mendorong pengembangan IPTEK yang tidak hanya bersifat nasionalis tetapi juga universal, mengedepankan rasa kebangsaan, dan mempertahankan martabat bangsa sebagai bagian dari masyarakat global.

Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Menggarisbawahi perlunya pengembangan IPTEK yang demokratis, di mana ilmuwan memiliki kebebasan untuk berkarya sambil menghormati kebebasan individu dan terbuka terhadap kritik serta perbandingan dengan penemuan lainnya.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Menekankan bahwa pengembangan IPTEK harus memperhatikan keseimbangan keadilan dalam segala aspek kehidupan, baik dalam hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, masyarakat, bangsa, negara, maupun lingkungan sekitarnya.
Nama : Rayhan Danar Abiyuendra
NPM : 2315061098

1. Sistem etika perilaku politik saat ini di Indonesia masih memiliki beberapa masalah yang perlu diperhatikan. Meskipun nilai-nilai Pancasila menjadi dasar dalam sistem politik Indonesia, namun dalam praktiknya masih terdapat ketidaksesuaian antara perilaku politik dengan nilai-nilai tersebut. Beberapa contoh masalah yang terjadi adalah korupsi, nepotisme, dan politik identitas yang cenderung mengabaikan kepentingan publik.
Untuk menjadikan sistem etika perilaku politik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, diperlukan upaya yang komprehensif. Pertama, perlu ada penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran etika politik, seperti korupsi dan nepotisme. Hal ini akan memberikan efek jera dan mendorong para politisi untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Kedua, pendidikan politik yang baik dan menyeluruh perlu diberikan kepada generasi muda. Pendidikan politik yang mencakup pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila, demokrasi, dan partisipasi politik akan membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran etika yang tinggi dalam berpolitik.

Ketiga, transparansi dan akuntabilitas dalam sistem politik perlu ditingkatkan. Dengan adanya transparansi yang tinggi, masyarakat dapat memantau dan mengawasi tindakan politisi sehingga dapat mencegah terjadinya pelanggaran etika.


2. Etika generasi muda di sekitar tempat saya adalah banyaknya anak kecil yang berkata kasar ke orang yang lebih tua, seolah olah itu hal yang sudah lumrah sekarang, hal tersebut menandakan adanya dekadensi moral yang perlu diatasi. Beberapa solusi untuk mengatasi dekadensi moral yang terjadi adalah sebagai berikut:
Pertama, pendidikan moral dan karakter perlu diperkuat di sekolah-sekolah. Pendidikan moral yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan empati akan membentuk generasi muda yang memiliki integritas dan kesadaran moral yang tinggi.

Kedua, peran keluarga sangat penting dalam membentuk etika generasi muda. Keluarga perlu memberikan contoh dan mendidik anak-anak dengan nilai-nilai yang baik, seperti menghormati orang lain, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab.

Ketiga, perlu adanya peran aktif dari masyarakat dalam mengawasi dan memberikan sanksi terhadap perilaku yang tidak etis. Masyarakat perlu memberikan dukungan dan memberikan contoh yang baik kepada generasi muda agar mereka terdorong untuk mengikuti nilai-nilai yang baik.

Keempat, media massa juga memiliki peran penting dalam membentuk etika generasi muda. Media massa perlu memberikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab, serta mengedepankan nilai-nilai yang positif dalam pemberitaan dan kontennya.

Dengan adanya upaya yang komprehensif dari berbagai pihak, diharapkan dekadensi moral yang terjadi dapat diatasi dan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membawa perubahan positif bagi bangsa Indonesia.
Nama : Rayhan Danar Abiyyuendra
NPM : 2315061098

Dalam jurnal yang berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan Di Indonesia", membahas mengenai peran media massa dalam penanaman nilai-nilai Pancasila dan kontrol sosial guna menekan kejahatan di Indonesia. Media massa, dalam arti luas, mencakup semua media komunikasi yang menyampaikan pikiran dan perasaan baik secara tertulis maupun lisan. Media massa ini terdiri dari media cetak, media penyiaran, dan media elektronik. Namun, penelitian ini menemukan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dalam peran media massa masih kurang, sehingga berita yang tidak dapat dipercaya dapat menimbulkan ketidakstabilan sosial.

Dalam konteks penanggulangan kejahatan, media massa memiliki peran penting dalam pencegahan kejahatan dan kontrol sosial. Namun, terdapat perdebatan mengenai dampak pemberitaan media massa terhadap pandangan dan perilaku audiensnya. Beberapa peneliti berpendapat bahwa pemberitaan media massa dapat mempengaruhi pandangan audiens terhadap poin-poin tertentu, sementara yang lain berpendapat bahwa dampaknya sangat minim dan tergantung pada bagaimana audiens menerima informasi tersebut.

Selain itu, media massa juga memiliki fungsi sebagai sarana informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Kontrol sosial yang dilakukan oleh media massa sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan melindungi kepentingan korban, pelaku, keluarga korban, penegak hukum, dan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, terdapat tantangan dalam menjaga integritas dan profesionalisme wartawan serta memperhatikan kepentingan semua pihak yang terlibat dalam sebuah pelanggaran hukum.

Selain itu, jurnal ini juga menyoroti pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila dalam media massa. Pancasila merupakan dasar negara Indonesia dan nilai-nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan bernegara, kemasyarakatan, dan perorangan. Penanaman nilai-nilai Pancasila melalui media massa dapat membantu membangun masyarakat yang beretika, menjaga integritas, dan mendorong kesetaraan serta keadilan sosial.

Namun, terdapat tantangan dalam implementasi nilai-nilai Pancasila dalam media massa. Perkembangan teknologi dan pesatnya arus informasi dalam era globalisasi dapat mempengaruhi tata nilai masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih kuat dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam konten media massa, baik melalui regulasi yang tepat maupun peningkatan kemampuan dan integritas wartawan.

Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan pentingnya peran media massa dalam penanaman nilai-nilai Pancasila dan kontrol sosial untuk menekan kejahatan di Indonesia. Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam media massa dapat membantu membangun masyarakat yang beretika, menjaga integritas, dan mendorong kesetaraan serta keadilan sosial. Namun, tantangan dalam menjaga integritas wartawan dan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam konten media massa perlu diatasi untuk mencapai tujuan tersebut.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> forum diskusi

by Rayhan Danar Abiyyuendra Unila -
Nama : Rayhan Danar Abiyyuendra
NPM : 2315061098

Dalam artikel yang berjudul "PANCASILA SEBAGAI SISTEM KEFILSAFATAN" ini, saya dapat menyimpulkan beberapa hal, sebagai berikut :

Filsafat adalah kumpulan ajaran yang terkoordinasi, dengan ciriciri tertentu yang berbeda dengan sistem.tain, misa1nya sistem ilmiah.
Suatu sistem fiIsafat hams komprehensif, daIam arti tidak ada sesuatu hal yang di luarjangkauannya.Kalau tidak demikian maka`hanya memandang realitas dati satu samping atau tidal< memadai.Suatu sistem filsafat dikatakan memadai kalau mencakup suatu penjelasan terhadap semua gejala

1. Menurut Fowler (1964) yang dimaksud dengan`sistem adalah: ·Compler whole, set of connected things or parts, organized body of material or immaterial things.
2. MenurutWebster`s New American Dictionary, yang dimaksud dengan sistem adalah: ·ttA· combination of parts into whole, as the bodily system, the digestive system,a railroad system, the solarsystem.
3. Hornby (1973) mengartikan sistem sebagai: (1) Group ofthings or Pans working together in a regular relation: the nervous system, the digestive system. Dalam suatu sistem termuat adanya sejumlah unsur atau bagian. Dalam suatu sistem abstrak unsur ini berwujud pandangan dan ajaran tentang sesuatu hal. Dalam suatu sistem termuat adanya maksud atau tujuanyangingin dicapai. Filsafat sebagai Proses dan Hasil Salah satu basil dari kegiatan berfikir akal manusia ialah apa yang dinamakan fllsafat. Filsafat merupakan kreasi akal manusia sebagai jawaban atas pesoalan`" persoalan atau pun rahasiarahasia alam. Kedudukan dan tllgas ilmu filsafat menurut Mulder adalah . Tugasnya dapat dirumuskan sebagai berikui: ilmu filsafat ialah pemikiran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan.
4. G.E. Moore memberikan deskripsi yang mirip sebagai berikut. hal yang paling penting dan paling menarik yang telah dicoba parafilsuf
yaitu: memberikan suatu deskripsi yang umum dari keseluruhan alam semesta.
5. Pendapat di atas ada kemiripan dengan pendapat yang dikemukakan Montague, hanya ada penambahan tentang
status manusia dalam alam. tentang filsafat yang lengkap yaitu dengan
menyatakan bahwa : A complete philosophy includes a worldview, or reasoned conception of the whole cosmos, and a life view, or doctrine of the values, meanings, and purpose of human life.