Kiriman dibuat oleh Anisa Dwi Rahayu

Farmasi MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-1

oleh Anisa Dwi Rahayu -
NAMA : ANISA DWI RAHAYU
NPM : 2218031067
PRODI : FARMASI

ANALISIS VIDEO

Dari video tersebut kita dapat belajar bahwa dalam melakukan sesuatu perlu mempertimbangkan semua hal agar apa yang kita perbuat tidak merugikan orang lain. Menurut saya sikap warga dalam video tersebut tidak bisa dibilang salah karena diakhir video pemilik pabrik menjelaskan bahwa sebelumnya sudah ada musyawarah antara warga dengan pemilik pabrik terkait limbah yang dihasilkan dari kegiatan produksi di pabrik tersebut, tetapi setelah musyawarah pun pemilik pabrik tetap membuang limbah ke sungai sehingga warga sampai berbuat seperti itu. Seharusnya sebagai pemilik pabrik produksi, mengenai pembuangan limbah dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar harus diperhatikan, sebelum membuka pabrik seharusnya mempersiapkan saluran pembuangan limbah yang tidak mencemari lingkungan atau bahkan mencoba memanfaatkan limbah yang dihasilkan tersebut.

Terimakasih.

Farmasi MKU Pancasila -> Forum diskusi

oleh Anisa Dwi Rahayu -
NAMA : ANISA DWI RAHAYU
NPM : 2218031067
PRODI : FARMASI

MENANGGAPI ARTIKEL 14A DAN 14B DALAM BENTUK RANGKUMAN

Artikel 14a
Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK

Perkembangan IPTEK yang terjadi saat ini memiliki pengaruh besar terhadap peradaban manusia,dimana saat ini manusia dapat terhubung dengan manusia lainnya tanpa dibatasi oleh jarak. Kemajuan IPTEK pada dasarnya bertujuan untuk mempermudah berbagai urusan dan pekerjaan manusia, dimana berbagai alat canggih diciptakan untuk dapat digunakan oleh masyarakat luas.

a. Perkembangan IPTEK di Indonesia
Perkembangan IPTEK yang terjadi di Indonesia terbilang cukup pesat, contohnya saat ini Indonesia memiliki satelit sendiri guna menunjang kebutuhan masyarakat akan informasi elektronik, selain itu masyarakat Indonesia juga sudah banyak yang memanfaatkan penggunaan smartphone dan gedget serta aplikasi-aplikasi canggih di dalamnya guna mengakses informasi, belajar, belanja, dll secara cepat.

b. Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK
• Dampak positif dari perkembangan IPTEK antaralain:
1. Menunjang kegiatan produksi
2. Memudahkan komunikasi dengan orang lain tanpa dibatasi oleh jarak
3. Memudahkan proses pembelajaran

• Dampak negatif dari perkembangan IPTEK, antaralain:
1. Timbulnya tindak kejahatan dunia maya, seperti mudah diaksesnya konten-konten yang mengandung kekerasan dan bahkan pornografi dimana hal tersebut dapat menjadi pemicu rusaknya karakter generasi muda bangsa Indonesia.
2. Timbulnya rasa malas dan kwtergantungan terhadap teknologi.
3. Maraknya tindakan carding, yaitu pembobolan kartu kredit melalui internet untuk mendapatkan kode kartu, penipuan melalui pesan singat, pembajakan akun dan masih banyak lagi.

c. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pancasila juga menjadi pandangan
hidup bangsa Indonesia berarti nilai-nilai dalam Pancasila dijadikan petunjuk masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga semua tindakan masyarakat Indonesia tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai Pancasila (Setiady Elly M,2003).
Kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa adalah:
1. Pancasila sebagai sumber solusipenyelesaian masalah
2. Pancasila sebagai pembangun karakter
3. Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa

d. Makna Tiap Sila Pancasila
Makna Pancasila dan lambangnya, yaitu:
1. Sila Pertama : Ketuhanan yang Maha Esa, mengandung nilai Ketuhanan yang dijadikan sebagai petunjuk bahwa Tuhan menjadi pedoman utama bagi setiap manusia dalam menjalankan kehidupan, sehingga manusia harus senantiasa berperilaku sesuai ajaran agama masing-masing, menjalankan apa yang diperintahkan agama serta hal-hal baik yang diajarkan agama dan menghindari perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama.

2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, memiliki makna yaitu mengajarkan mengenai nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dimana hal tersebut dapat diterapkan dengan mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan,agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya serta gotong royong. Sehingga Indonesia mampu menjadi bangsa yang harmonis di tengah perbedaan yang ada.

3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia, memiliki makna bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan unsur latar belakang yang berbeda namun tetap bisa bersatu untuk negara. Hal ini juga menunjukkan bahwa perbedaan bukan menjadi halangan atau masalah untuk mewujudkan suatu kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera.

4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, makanya adalah menjadikan musyawarah sebagai solusi untuk setiap perbedaan atau pertentangan yang terjadi di kehidupan, selain itu mengajarkan bahwa dalam menyelesaikan setiap masalah dan konflik di masyarakat tidak boleh dengan tindakan kekerasan atau sewenang-wenang.

5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, memiliki makna bahwa suatu keadilan sosial berhak didapatkan oleh setiap masyarakat tanpa melihat status maupun kedudukannya serta negara ini menjamin kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

• Alasan Pentingnya Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Perkembangan IPTEK
Perkembangan IPTEK yang terjadi saat ini
selain memiliki dampak positif tentu memiliki dampak negatif, contohnya pengaruh dari mudah masuknya budaya luar ke Indonesia karena kemajuan teknologi membuat masyarakat lupa akan budayanya sendiri dan lebih menyukai budaya asing. Sehingga nilai-nilai pancasila harus senantiasa ditanamkan dalam diri tiap warga negara agar mereka tetap memiliki pribadi yang baik sesuai dengan kepribadian bangsanya. Selain itu pancasila juga sebagai pedoman untuk masyarakat selalu bijak dan dapat membedakan hal yang baik dan yang buruk dalam menggunakan dan menikmati kemajuan teknologi yang ada saat ini.

• Substansi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Perkembangan IPTEK
Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK bertujuan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat serta memberikan perlindungan bangsa dari pengaruh-pengaruh buruk. IPTEK sebagai hasil budaya masyarakat harus berlandaskan nilai-nilai luhur pancasila. Pancasila sebagai sumber berfikir menunjukan sistem etika dalam pengembangan IPTEK yang dapat dilihat dan ada pada tiap sila pancasila. Penjabaran sila-sila pancasila dalam pedoman pengembangan IPTEK, antaralain (Kaelan,2000) :
1. Pertama, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengimplementasikan bahwa ilmu pengetahuan, menciptakan yang diimbangi antara cara berfikir yang rasional dan irrasional antara rasa, akal dan juga kehendak. Hal tersebut berarti IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dan diciptakan namun juga harus diperhatikan dengan tujuan kebermanfaatan serta akibat yang dapat merugikan masyarakat.

2. Kedua, Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengimplementasikan dasar-dasar moral dimana manusia dalam mengembangkan dan menggunakan IPTEK haruslah bijak dan beradab yang dapat meningkatkan kesejahteraan bagi orang banyak dan saat meningkatkan harkat dan martabatnya sebagai manusia bukan sebagai manusia yang angkuh,sombong dan tak bermoral akibat penggunaan IPTEK.

3. Ketiga, Sila Persatuan Indonesia, mengimplementasikan rasa nasionalisme bangsa Indonesia, dimana IPTEK diharapkan mampu menjadi alat pemersatu bangsa, pemelihara persaudaraan dan persahabatan antar daerah. Sehingga juga IPTEK harus dapat dikembangkangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat baik dari hubungan antar masyarakat Indonesia dan juga dengan masyarakat Internasional.

4. Keempat, Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, mengimplementasikan nilai demokratis dimana dalam pengembangan IPTEK ilmuwan harus menghormati kebebasan orang lain, harus siap dikritik dan menerima segala pendapat masyarakat mengenai penemuannya.

5. Kelima, Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengimplementasikan keseimbangan keadilan dalam kehidupan. Hal ini menunjukan bahwa kemajuan IPTEK harus memperhatikan keseimbangan baik dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dengan tuhannya, dengan orang lain, dan manusia dengan bangsa dan negaranya serta dengan alam dan lingkungan.


• Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Perkembangan IPTEK Dan Kehidupan Masyarakat Modern
Peran Pancasila yang dalam pengembangan IPTEK antaralain, Pancasila menjadi landasan dari kebijakan pengembangan suatu ilmu pengetahuan yang ada. Kedua, Pancasila berperan sebagai sebuah dasar atau landasan etika dari IPTEK (Dikti, 2016).

Pancasila sebagai landasan kebijakan dari pengembangan ilmu pengetahuan, meliputi :
• IPTEK yang dikembangkan haruslah menghormati keyakinan religius masyarakat Indonesia.
• IPTEK harus bertujuan untuk pengembangan manusia dan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan.
• IPTEK menjadi unsur yang menghomogenisasi budaya dan memperkuat persatuan serta mengembangkan pendidikan.
• Penguasaan IPTEK haruslas demokratis dan merata karena ini juga termasuk dalam sistem pendikan.
• Kesenjangan dalam penguasaan IPTEK harus diminimalisir dan IPTEK harus merata dan mampu membantu masyarakat untuk menjadi lebih sejahtera.

Pancasila sebagai suatu landasan etika dalam pengembangan IPTEK adalah:
• Pengembangan IPTEK yang berkaitan dengan manusia harus menghormati martabat manusia, misalnya dalam rekayasa genetik.
• Pengembangan IPTEK harus mampu menjadikan hidup manusia lebih unggul dan berkualitas baik dimasa sekarang maupun masa depan.
• Pengembangan IPTEK mampu membantu pemekaran komunitas masyarakat baik lokal, nasional maupun global.
• IPTEK harus terbuka karena sangat berkaitan dan memiliki dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
• IPTEK membantu penciptaan manusia yang semakin adil.


• Upaya Pengimplementasian Nilai-nilai Pancasila Kepada Masyarakat
Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan dengan beberapa cara antaralain: (Wahab, Abdul Azis,2001)
1. Melalui dunia pendidikan,yaitu dengan menambahkan mata pelajaran khusus pancasila pada setiap satuan pendidikan bahkan sampai ke perguruan tinggi.

2. Penyuluhan/ Sosialisasi tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

3. Memperkenalkan nilai-nilai Pancasila melalui media massa.

4. Memberikan sanksi kepada pihak-pihak
yang melakukan pelanggaran terhadap Pancasika.

5. Menolak dengan tegas paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila.

6. Menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam bertindak dan memanfaatkan teknologi.

7. Kritis dan bijak serta selalu dapat memilah hal-hal atau informasi yang didapat agar tidak menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.




Artikel 14b
Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Teori kebenaran Pancasila menghendaki,bahwa kebenaran ilmiah dan sistem filsafat Pancasila harus sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Dimana ketiga hal tersebut saling melengkapi dalam kerja ilmiah, yaitu tidak menonjolkan atau mementingkan salah satunya saja.
1. Teori Koherensi
Menegaskan bahwa pernyataan dianggap benar jika pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

2. Teori Korespondensi
Menurut teori korespondensi, satu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan tersebut berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

3. Teori Pragmatik
Menurut teori ini, nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak. Teori ini juga tercermin dalam Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia.


Dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah
1) Tiadanya pertentangan dengan Tuhan,
2) Aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia,
3) Suatu hal yang satu, dantidak dapat dibagi-bagi,
4) Kemanfaatan pada semua pihak, dan
5) Terpenuhinya hakekat keadilan (adil).

Nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan ilmu di Indonesia agar ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan menimbulkan alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia.

Farmasi MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Anisa Dwi Rahayu -
NAMA : ANISA DWI RAHAYU
NPM : 2218031067
PRODI : FARMASI

ANALISIS SOAL

A. Menurut saya sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal tersebut dibuktikan dengan masih banyaknya penyelewengan-penyelewengan terhadap kegiatan berpolitik,contohnya pada saat pemilu masih banyak oknum yang membeli suara,yang mana hal tersebut justru membatasi kebebasan seseorang untuk berpendapat memilih pemimpin. Selain itu, penyelewengan pun terjadi pada sektor pelayanan publik dimana orang yang memiliki kekuasaan akan lebih diutamakan dibandingkan orang-orang kecil tanpa kekuasaan,tentu hal tersebut berkaitan pula dengan pelanggaran HAM. Pada saat mencari pekerjaan pun banyak instansi yang kurang adil dalam memilih karyawannya,seringkali pelamar yang diutamakan adalah pelamar yang memiliki orang dalam atau pelamar yang bersedia membayar sejumlah uang untuk mendapatkan posisi yang diinginkan,yang mana hal tersebut tidak menjadi penentu apakah orang tersebut kompeten atau tidak untuk menduduki posisi tersebut. Hal-hal tersebutlah yang menjadi cikal bakal perilaku korupsi di Indonesia,jika dilihat lebih dalam ternyata perilaku korupsi hampir ada dalam setiap bidang kehidupan masyarakat dari hal kecil sampai besar. Akibat banyaknya penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan baik oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan individu atau pemerintah tersebut menimbulkan hilangnya rasa percaya masyarakat terhadap sistem politik Indonesia. Hal tersebutlah yang harusnya dijadikan evaluasi untuk memperbaiki sistem politik Indonesia agar lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.


B. Etika generasi muda yang ada disekitar tempat tinggal saya masih mencerminkan etika dan nilai yang baik yang dianut bangsa indonesia, dimana generasi mudanya masih menjunjung tinggi kesopanan, kekeluargaan,gotong royong dan toleransi. Hal tersebut dibuktikan dengan kepedulian antar sesama dengan saling menbantu yang sedang dalam kesuliatan, kemudian masih maunya generasi muda ikut bergotong royong membersihkan lingkungan, masih adanya sikap sopan terhadap orang yang lebih tua dan lingkungan sekitar baik dari cara berbicara maupun cara berpakaiannya.

Dekadensi moral yang saat ini terjadi dalam masyarakat terutama pada generasi muda dapat disiasati dengan memberikan pendidikan karakter pada generasi muda agar karakter yang baik dapat tumbuh dan berkembang dalam diri generasi muda. Selain itu, peningkatan pendidikan moral dan agama juga dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk mengatasi dekandensi moral generasi muda, serta peran orang tua pun tidak kalah penting dalam memberikan pengawasan mengenai apa saja yang telah dilakukan anak, kemudian memberikan nasihat jika hal yang dilakukan salah. Dengan begitu diharapkan dekadensi moral yang terjadi pada generasi muda saat ini dapat hilang dan tidak akan terjadi pada generasi muda selanjutnya.

Farmasi MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Anisa Dwi Rahayu -
NAMA : ANISA DWI RAHAYU
NPM : 2218031067
PRODI : FARMASI

ANALISIS VIDEO

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa Pancasila merupakan penunjuk arah bangsa Indonesia yang dapat digunakan untuk mencapai cita-cita bangsa yaitu masyarakat yang adil dan makmur.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas, dimana setiap pulau-pulaunya menjadi tempat tinggal bagi berbagai kelompok masyarakat yang beranekaragam, mulai dari adat istiadatnya, kepercayaannya, dan kebudayaannya.

Meskipun Indonesia terdiri atas berbagai keberagaman, tetapi keberagaman tersebut merupakan suatu kekayaan yang dimiliki Indonesia dan kekayaan akan keberagaman tersebutlah yang harusnya menjadi kekuatan Indonesia.

Indonesia sebagai negara yang terdiri atas keberagaman masyarakat memerlukan suatu unsur yang dapat dijadikan sebagai pengikat yang bersifat universal, unsur tersebut adalah unsur kepercayaan akan adanya Tuhan. Saat manusia percaya akan keberadaan Tuhan, mereka akan menghormati keberagaman yang ada, karena mereka paham dan juga sadar bahwa kita semua adalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Manusia yang beradab adalah manusia yang mampu menghormati manusia lain tanpa memandang perbedaan. Dengan terciptanya manusia yang beradab maka akan tercipta pula kesatuan dan persatuan bangsa. Saat persatuan dan kesatuan bangsa sudah terbentuk maka akan lahirlah manusia bijak yang mampu berlaku adil kesemua orang, sehingga terwujudlah cita-cita bangsa Indonesia yaitu masyarakat yang adil dan makmur.

Tetapi hal tersebut masih berbeda jauh dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini, dimana masih sering terjadinya tawuran dan juga kekerasan antar golongan yang memiliki perbedaan suku, agama, dan golongan. Selain itu juga masih banyak kasus-kasus mengenai perusakan tempat-tempat ibadah, yang mana hal tersebut sangat bertolak belakang dengan cita-cita bangsa Indonesia. Sehingga masih menjadi tugas besar bagi kita semua untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan berpedoman pada Pancasila dan unsur kepercayaan akan adanya Tuhan.