Nama : Alya Izzaty Riduan
NPM : 2218031009
Prodi : Farmasi
Analisis Jurnal
14a. Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK
Indonesia kini telah memasuki era modern dimana terjadi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat yang menyebabkan perubahan yang sangat signifikan. Saat ini, semua negara di dunia terasa sangat dekat dikarenakan perkembangan teknologi. Perkembangan IPTEK memberikan dampak positif seperti menunjang kegiatan produksi, memudahkan komunikasi dengan orang lain, dan memudahkan proses pembelajaran. Selain itu memberikan dampak negatif berupa carding, membuat ketergantungan dan malas, mengandung unsur keerasan dan pornografi. Untuk menghindari hal tersebut, maka perkembangan IPTEK harus dapat menyesuaikan dan mempertimbangkan nilai nilai ideologi bangsa agar tidak merusak sendi sendi kehidupan bangsa.
Pada perkembangan zaman yang semakin modern ini pengimplementasian nilai-nilai pancasila tentunya harus lebih diperkuat sebagai pelindung bangsa dari pengaruh negatif yang muncul dari perkembangan IPTEK yang seringkali disalahgunakan. Upaya- upaya yang dapat dilakukan seperti menambahkan mata pelajaran pancasila, Penyuluhan/ Sosialisasi tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Memperkenalkan nilai-nilai Pancasila melalui media massa, Memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran terhadap pancasila, Menolak dengan tegas paham -paham yang bertentangan dengan Pancasila, Menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam bertindak dan memanfaatkan teknologi, Kritis dan bijak serta selalu dapat memilah hal-hal atau informasi yang didapat.
14b. Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik.
1. Teori koherensi (kepaduan)
Pancasila tersusun atas berbagai bagian, tetapi bagian itu tidak saling bertentangan. Semuanya menyusun hal yang baru dan utuh. Setiap sila Pancasila di dalamnya mengandung sila yang lainnya. Terdapat hubungan yang saling mengkualifikasi. Ketuhanan Yang Maha Esa adalah ketuhanan yang berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, dan berkeadilan.
2. Teori korespondensi
Kandungan pernyataan sila-sila Pancasila harus cocok, sesuai, terjelma dalam keadaan senyatanya bermasyarakat dan bernegara. Sila-sila dalam Pancasila berkesuaian atau koresponden dengan objek yang dituju.
3. Teori pragmatik
Nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak. Teori ini tercermin dalam Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filsafat Pancasila berfungsi secara praktis.
Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mementingkan salah satunya. Dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah 1) tiadanya pertentangan dengan Tuhan, 2) aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia, 3) suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi, 4) kemanfaatan pada semua pihak, dan 5) terpenuhinya hakekat keadilan (adil). Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya.