Nama : Marshanda Nikita
Npm: 2218031003
Prodi : Farmasi
Falkultas: Kedokteran
Analisis soal 2
A. Kemajuan teknologi saat ini bertumbuh dengan sangat pesat, dan menghasilkan inovasi-inovasi tentang berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Hal ini tentu saja. Membawa dampak yang positif bagi suatu negara, sehinga bisa mendorong perkembangan lebih pesat dan memperluas wawasan serta mencerdaskan rakyat. Pancasila menjadi landasan akan paradigma disipilin ilmu, karena perannya terkandung dalam sila ke lima sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila Pertama ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya. Ilmu berparadigma Pancasila bersifat teistik.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila Kedua ini dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani. Sebagai kesatuan rohaniah, keberadaan hati nurani (qalbu) tidak kalah penting daripada akal. Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal, namun bukan segala-galanya
3. Persatuan Indonesia
Sila ketiga ini yaitu Persatuan Indonesia, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin permusyawaratan/ perwakilan oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwalian, Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab.
5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Pada sila ini Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius.
Proses perkembangan saat ini berdampak positif maupun negatif dari pesatnya kemajuan Iptek tersebut bagi negara Indonesia baik dari aspek politik, ekonomi, sosial budaya, maupun hukum.
B. Pancasila merupakan ideologi bangsa, yaitu cita-cita yang ingin dicapai oleh Bangsa Indonesia. Pemimpin yang baik memiliki misi untuk membawa bangsa dan negaranya menggapai cita-cita bangsa, yaitu membawa penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia kearah terwujudnya kehidupan yang ber-ketuhanan, ber-kemanusiaan, ber-persatuan, ber-kerakyatan, dan ber-keadilan. Pemimpin harus memiliki lima karakteristik tersebut akan sejalan dengan kebijakan yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi Bangsa.
Npm: 2218031003
Prodi : Farmasi
Falkultas: Kedokteran
Analisis soal 2
A. Kemajuan teknologi saat ini bertumbuh dengan sangat pesat, dan menghasilkan inovasi-inovasi tentang berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Hal ini tentu saja. Membawa dampak yang positif bagi suatu negara, sehinga bisa mendorong perkembangan lebih pesat dan memperluas wawasan serta mencerdaskan rakyat. Pancasila menjadi landasan akan paradigma disipilin ilmu, karena perannya terkandung dalam sila ke lima sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila Pertama ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya. Ilmu berparadigma Pancasila bersifat teistik.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila Kedua ini dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani. Sebagai kesatuan rohaniah, keberadaan hati nurani (qalbu) tidak kalah penting daripada akal. Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal, namun bukan segala-galanya
3. Persatuan Indonesia
Sila ketiga ini yaitu Persatuan Indonesia, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin permusyawaratan/ perwakilan oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwalian, Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab.
5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Pada sila ini Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius.
Proses perkembangan saat ini berdampak positif maupun negatif dari pesatnya kemajuan Iptek tersebut bagi negara Indonesia baik dari aspek politik, ekonomi, sosial budaya, maupun hukum.
B. Pancasila merupakan ideologi bangsa, yaitu cita-cita yang ingin dicapai oleh Bangsa Indonesia. Pemimpin yang baik memiliki misi untuk membawa bangsa dan negaranya menggapai cita-cita bangsa, yaitu membawa penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia kearah terwujudnya kehidupan yang ber-ketuhanan, ber-kemanusiaan, ber-persatuan, ber-kerakyatan, dan ber-keadilan. Pemimpin harus memiliki lima karakteristik tersebut akan sejalan dengan kebijakan yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi Bangsa.