གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rizqina Fara Amelia Fara

MKU PKN -> FORUM JAWABAN POST TEST

Rizqina Fara Amelia Fara གིས-
Rizqina Fara Amelia
2218011066
Genap (B)

1. Dengan adanya konflik komunal tersebut menjadikan sekuruh elemen bangsa lebih kritis dan peduli untuk membuat langkah antisipasi sehingga kejadian serupa tidak terjadi di berbagai daerah Indonesia di masa yang akan datang.
2. Tanpa konsepsi wawasan nusantara, Indonesia mungkin menghadapi tantangan yang lebih besar dalam mempertahankan kesatuan wilayahnya. Konflik teritorial dan perpecahan dapat meningkat, mempengaruhi stabilitas nasional dan keragaman budaya. Selain itu, kerja sama regional dan diplomasi dengan negara-negara tetangga dapat terhambat, mempengaruhi hubungan ekonomi, politik, dan keamanan. Konsepsi wawasan nusantara memainkan peran penting dalam memperkuat identitas nasional, menjaga kesatuan, dan mempromosikan kerjasama regional, serta memanfaatkan potensi maritim Indonesia untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa.
3. Konsepsi wawasan nusantara dapat mencegah timbulnya konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan mempromosikan prinsip-prinsip inklusivitas, dialog, dan kerjasama antarbudaya. Menghargai keberagaman budaya dan menjunjung tinggi prinsip keadilan serta pengakuan terhadap identitas dan hak-hak masyarakat lokal di perbatasan dapat mengurangi ketegangan. Selain itu, pendekatan yang melibatkan semua pemangku kepentingan dan membangun keterhubungan yang kuat antara masyarakat di kedua sisi perbatasan dapat membantu membangun kepercayaan dan saling pengertian yang mendalam.

MKU PKN -> FORUM JAWABAN POST TEST

Rizqina Fara Amelia Fara གིས-
Rizqina Fara Amelia
2218011066
Kelas B (Genap)

Pancasila merupakan dasar Negara yaitu sebuah konsepsi yang dirancang atas kesepakatan bersama dengan tujuan dapat menjawab tantangan dan masalah bangsa dan Negara. Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, hubungan publik, komunikasi massa, lobi dan lain-lain kegiatan. Kegiatan pemilihan umum ini telah tertuang didalam Pancasila pada sila keempat yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Pemilihan umum ini merupakan jembatan untuk mewujudkan Indonesia yang berdikari, karena pemimpin yang diseleksi dengan begitu ketat dan mempunyai harapan untuk Indonesia dipimpin oleh kepala Negara atau kepala daerah yang memiliki kompentensi. Pemilihan umum secara epistimologi yaitu melakukan regenerasi kepemimpinan secara terbuka.
Sesuai dengan amanat konstitusi pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. Pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah secara langsung merupakan salah satu implementasi dari sistim demokrasi dalam rangka menciptakan pemerintahan yang lebih demokratis. Pemilihan umum menurut sudut pandang teori merupakan sarana penting bagi demokrasi. Masyarakat dapat merasakan rasanya demokrasi secara nyata.