Nama: Lila Diamonda Asya
Npm:2217061108
Kelas:bioter c
ARTIKEL A
Pentingnya implementasi nilai nilai Pancasila dalam menghadapi perkembangan IPTEK
Indonesian telah memasuki zaman modern, dimana kemajuan pesat terjadi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan peradaban manusia berubah secara signifikan.
Dampak positif dari perkembangan IPTEK
-Menunjang kegiatan produksi, dengan
adanya kemajuan IPTEK terciptalah
berbagai mesin-mesin canggih yang dapat
digunakan untuk menunjang dihasilkannya
suatu barang atau jasa tentunya dengan
hasil yang lebih baik, waktu yang lebih
cepat, dan hasil yang lebih banyak
-Memudahkan komunikasi dengan orang
lain
-memudahkan proses pembelajaran
Dampak negatif IPTEK
-Carding, yaitu pembobolan kartu kredit
melalui internet untuk mendapatkan kode
kartu, penipuan melalui pesan singat,
pembajakan akun
-Membuat ketergantungan dan rasa malas,
karena terlalu nyaman dan dimudahkan
oleh teknologi orang-orang bisa saja
timbul rasa malas dan sangat tergantung
pada teknologi
-Mengandung unsur kekerasan bahkan
pornografi.
Pancasila sebagai dasar negara dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa,bangsa Indonesia sendiri telah memiliki akar budaya dan religi yang kuat sejak dulu,jika IPTEK di biarkan berkembang tanpa di dasari oleh ideologi takutnya akan membawa kehancuran bagi masyarakat itu sendiri.
ARTIKEL B
TEORI KEBENARAN PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ILMU
Pancasila
mempunyai fungsi dan peranan yang sangat
luas dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Fungsi dan peranan
itu terus berkembang sesuai dengan tuntutan
zaman. Itulah sebabnya, Pancasila memiliki
berbagai predikat sebagai sebutan nama yang
menggambarkan fungsi dan peranannya.
Pancasila sebagai ideologi negara
merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan
agama dari bangsa Indonesia. Pancasila
sebagai ideologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktivitas kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,
demikian pula halnya dalam aktivitas ilmiah.
Oleh karena itu, perumusan Pancasila
sebagai dasar pengembangan ilmu bagi
aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan
sesuatu yang bersifat niscaya.Bangsa Indonesia
memiliki akar budaya dan religi yang kuat
dan tumbuh sejak lama dalam kehidupan
masyarakat sehingga manakala
pengembangan ilmu tidak berakar pada
ideologi bangsa, sama halnya dengan
membiarkan ilmu berkembang tanpa arah
dan orientasi yang jelas.
Ada
tiga alasan yang menjadi landasan perlunya
Pancasila ditelusuri secara ilmiah yakni: 1.
Menteri Roeslan Abdulgani yang pada
seminar Manipol di Bandung pada tanggal 28
Januari 1961 menyatakan bahwa Presiden
Soekarno menghendaki penarikan ke atas
(perumusan teori Pancasila, khususnya
Filsafat Pancasila) dan penarikan ke bawah
ajaran Pancasila (tingkat penjabaran dan
pelaksanaannya, yang boleh disebut dengan
sikap hidup). 2. Jawaban Presiden Soekarno
dalam rapat DPA sebelum 28 Januari 1961
yang menegaskan bahwa Sosialisme
Indonesia dan ajaran Pancasila bersifat
ilmiah dan religius. Ilmiah dalam arti: 1)
suatu ajaran ilmiah, yang bersifat khusus
berlaku bagi waktu, tempat, keadaan,
golongan manusia, atau bangsa tertentu; 2)
lebih tinggi tingkatnya daripada itu ialah
suatu teori ilmiah yang meliputi segala faktor
tadi yang lebih luas; dan 3) tingkat yang lebih
tinggi lagi ialah sistem kefilsafatan yang
terluas dalam segala faktornya, sampai dapat
mencapai tingkat dan luas yang abstrak,
umum, dan universal. 3. Ketetapan MPRS
no. II/MPRS/1960/ yang menentukan tentang
pembangunan mental berdasarkan Pancasila
yang menghendaki pula berfikir secara
abstrak, secara ilmiah dan secara filsafati terhadap Pancasila .
Teori Kebenaran Pancasila
Dalam lingkup perbincangan
kefilsafatan, sistem filsafat Pancasila harus
memenuhi tiga teori kebenaran, yakni teori
kebenaran koherensi, korespondensi, dan
pragmatik.
dapat di simpulkan dari kedua arti sama sama membahas mengenai pentingnya peran ideologi Pancasila bagi masyarakat dalam menghadapi perkembangan IPTEK