Posts made by Lila Diamonda Asya

Anggota Kelompok 6:
Amanda Grescia 2217061047
Dwi Indah Efriliana 2257061006
Ghesya Adinda Y 2217061102
Kurnia Subekti 2217061103
Lila Diamonda Asya 2217061108
Ratri Anisa Cahyati 2217061116

JAWABAN PERTANYAAN DARI KELOMPOK 4

jawaban interaksi mikroba
1.Salah satu tantangan utama adalah memastikan efektivitas pengendalian hayati dengan mikroba dalam mengontrol organisme target tanpa merugikan organisme non-target atau tanaman itu sendiri. Beberapa mikroba mungkin kurang efektif dalam kondisi lingkungan tertentu atau terhadap spesies hama atau penyakit yang spesifik.

2.Mikroba patogen seperti bakteri, virus, dan fungi dapat digunakan sebagai agen pengendali hayati untuk mengendalikan populasi hama tanaman. Contohnya, bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) menghasilkan toksin yang dapat membunuh larva serangga yang memakan tanaman, selain itu Mikroba juga dapat digunakan untuk menghasilkan feromon yang menarik serangga hama ke perangkap atau lokasi tertentu, sehingga memungkinkan pengendalian populasi hama dengan lebih spesifik dan tidak merugikan lingkungan.

3.Interaksi antara mikroba dan tanaman dalam pengendalian hayati dipengaruhi oleh beberapa faktor,yaitu:
- jenis mikroba
-sifat-sifat mikroba seperti kecepatan pertumbuhan kemampuan untuk menghasilkan senyawa aktif dan toleransi terhadap kondisi lingkungan tertentu
-kondisi lingkungan seperti suhu kelembaban PH tanah dan ketersediaan nutrisi
-sifat-sifat tanaman seperti jenis tanaman fase pertumbuhan dan keberadaan senyawa eksudat akar.

4. Penggunaan mikroba dalam pengendalian hayati tanaman dapat secara efektif mengurangi penggunaan pestisida kimia. Mikroba yang digunakan dalam pengendalian hayati seperti bakteri dan jamur, memiliki kemampuan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman dengan cara yang alami. Beberapa mikroba yang sering digunakan dalam pengendalian dayati tanaman adalah PPRG (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Trichoderma spp.dampak negatif dari penggunaan mikroba dalam pengendalian hayati tanaman :
- Keterbatasan efektivitas, Beberapa mikroba mungkin tidak efektif dalam mengendalikan hama atau penyakit tertentu.
- Biaya dan ketersediaan, Penggunaan mikroba dalam pengendalian hayati tanaman dapat memerlukan biaya tambahan dan ketersediaan yang terbatas.
- Pengaruh terhadap ekosistem, Penggunaan mikroba dalam pengendalian hayati dapat mempengaruhi ekosistem lokal. Mikroba yang diperkenalkan ke lingkungan dapat berinteraksi dengan organisme lain dan mempengaruhi keseimbangan ekosistem.

5. penggunaan mikroba dalam pengendalian hayati tanaman dapat dijamin untuk jangka panjang dengan mempertimbangkan aspek-aspek keberlanjutan seperti :
- mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sintetik yang berpotensi merusak lingkungan.
- membantu mengurangi risiko resistensi hama.
- membantu mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan hewan

jawaban pengendalian hayati
1. Contoh teknik inokulasi dalam augmentasi pengenalan hayati: dilakukan Inokulasi untuk melawan patogen: Inokulasi tanaman inang dengan antagonis (musuh alami) telah digunakan untuk melawan patogen umum. Inokulasi dilakukan dengan memberikan antagonis pada bagian-bagian tanaman yang luka karena pemangkasan, melapisi benih tanaman, atau dengan memasukkannya ke dalam malam (wax) yang digunakan dalam proses packing.

2. Keuntungan:
- Meningkatkan keanekaragaman hayati
- Mengurangi penggunaan bahan kimia
- Tidak menyebabkan resistensi
- Pemeliharaan keanekaragaman hayati.

Kelemahan:
- Memerlukan tenaga kerja dan waktu
- Ketersediaan lingkungan yang cocok

3. Ketahanan induksi pada tumbuhan terhadap penyakit tumbuhan adalah kemampuan tumbuhan untuk mengaktifkan mekanisme pertahanan mereka sebagai respons terhadap serangan penyakit. Ketahanan ini dapat diinduksi atau dipicu oleh berbagai faktor, termasuk serangan patogen, perlakuan kimia, atau interaksi dengan organisme lain seperti mikroba tanah atau jamur pengendali hayati.Ketahanan induksi pada tumbuhan melibatkan berbagai mekanisme pertahanan yang kompleks. Salah satu mekanisme yang terlibat adalah produksi senyawa-senyawa kimiawi yang dapat membantu tumbuhan melawan serangan patogen. Contohnya, tumbuhan dapat menghasilkan senyawa-senyawa seperti asam salisilat, asam jasmonat, fenol, dan enzim peroksidase sebagai respons terhadap serangan penyakit.

4. Hal ini dapat membantu menjaga keamanan lingkungan, menciptakan pertanian yang lebih berkelanjutan, meningkatkan efektivitas pengendalian, dan menjaga keseimbangan ekosistem.

5. Ketahanan induksi pada tumbuhan terhadap penyakit tumbuhan adalah tumbuhan dapat merespons serangan patogen dengan memproduksi senyawa-senyawa kimiawi mengaktifkan jalur pertahanan yang dapat membantu melawan penyakit. Ketahanan induksi dapat terjadi melalui berbagai cara, termasuk produksi senyawa-senyawa pertahanan seperti senyawa antimikroba, enzim protease, dan senyawa-senyawa yang dapat meningkatkan respons imun tumbuhan. Selain itu, ketahanan induksi juga dapat melibatkan perubahan dalam struktur dan fungsi sel tumbuhan, seperti peningkatan ketebalan dinding sel atau produksi lignin yang dapat memperkuat dinding sel dan menghambat penyebaran patogen.
anggota kelompok 6:
Amanda Grescia 2217061047
Dwi Indah Efriliana 2257061006
Ghesya Adinda Y 2217061102
Kurnia Subekti 2217061103
Lila Diamonda Asya 2217061108
Ratri Anisa Cahyati 2217061116

JAWABAN PERTANYAAN DARI KELOMPOK 3

1. Kelebihan Pengendalian Hayati Dibandingkan Pestisida Kimia Pengendalian hayati menawarkan beberapa keuntungan dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia sintetis:
- Ramah Lingkungan
- Lebih aman bagi manusia dan hewan Agen pengendalian hayati umumnya tidak berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan, dan satwa liar, sehingga meminimalkan risiko keracunan dan efek samping kesehatan.
* Menjaga keseimbangan ekosistem Pengendalian hayati tidak mengganggu populasi organisme lain yang bermanfaat, seperti predator alami hama dan polinator tanaman.
* Memperlambat resistensi hama Penggunaan agen pengendalian hayati secara berkelanjutan dapat membantu memperlambat perkembangan resistensi hama terhadap pestisida kimia.
* Meningkatkan kesuburan tanah Beberapa agen pengendalian hayati, seperti bakteri dan jamur, dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan kesehatan tanaman.
* Memberikan kontrol jangka panjang Agen pengendalian hayati dapat menetap di lingkungan dan terus bekerja untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman, sehingga memberikan kontrol jangka panjang.
* Mengurangi kebutuhan pestisida kimia Penggunaan pengendalian hayati dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, sehingga menghemat biaya dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
* Meningkatkan ketahanan tanaman Agen pengendalian hayati dapat membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit, sehingga menghasilkan panen yang lebih sehat dan berkualitas.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Pengendalian Hayati

Efektivitas pengendalian hayati dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

* Jenis agen pengendalian hayati Agen hayati yang berbeda memiliki efektivitas yang berbeda terhadap hama dan penyakit tanaman tertentu.
* Populasi hama dan penyakit Efektivitas pengendalian hayati dapat berkurang jika populasi hama dan penyakit tanaman sudah tinggi.
* Kondisi lingkungan Faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan pH dapat mempengaruhi aktivitas dan pertumbuhan agen pengendalian hayati.
* Praktek pertanian Praktek pertanian seperti penggunaan pupuk kimia dan pestisida dapat mengganggu keseimbangan ekologis dan menghambat efektivitas agen pengendalian hayati.

3. Memilih Agen Pengendalian Hayati yang Tepat

Pemilihan agen pengendalian hayati yang tepat sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:

* Jenis hama dan penyakit tanaman Pilihlah agen hayati yang secara spesifik diketahui efektif terhadap hama dan penyakit tanaman yang ingin dikendalikan.
* Kondisi lingkungan Pertimbangkan faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan pH saat memilih agen hayati.
* Ketersediaan agen hayati Pastikan agen hayati yang dipilih mudah diperoleh dan tersedia dalam jumlah yang cukup.
* Kompatibilitas dengan praktek pertanian Pilihlah agen hayati yang kompatibel dengan praktek pertanian yang diterapkan, seperti penggunaan pupuk organik dan pestisida alami.


4. Empat Jenis Agensia Hayati dalam Pengendalian Hayati
- Produksi metabolit beracun – menghambat satu organisme sebagai akibat difusi enzim, antibiotik dan bahan organik volatilContoh: Produksi zwittermicin A oleh Bacillus cereus terhadap busuk akar Phytophthora pada tanaman alfalfa
- Kompetisi ruang dan nutrisi – Kompetisi antara mikroorganisme untuk karbon, nitrogen, O2, besi dan nutrisi lainnya.Cara kebanyakan organisme menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang lain.Oleh karena itu, hal penting bagi keberhasilan agens biokontrol rizosfer adalah kemampuan untuk tetap pada kepadatan populasi pada permukaan akar yang tinggi, memberi perlindungann pada seluruh akar selama masa hidupnya.
- Mikoparasitisme – parasitisme oleh satu jamur oleh agens antagonis lainnya Kontak langsung Enzim penghancur dinding sel Beberapa menghasilkan antiobiotikContoh:Trichoderma harzianum, digunakan sebagai perlakuan benih terhadap jamur patogenik.Menghambat kolonisasi patogen di jaringan inang
- Ketahanan induksi pada tumbuhan terhadap penyakit tumbuhanKetahanan diinduksi adalah respon tanaman terhadap mikroorganisme atau agens abiotik yang mengikuti ketahanan de novo diinduksi terhadap patogen yang ditunjukkan pada tanaman peka.Ketahanan diinduksi dapat bersifat lokal, ketika ia dapat dideteksi hanya di daerah dekat dengan faktor penginduksi, atau sistemik, ketika ketahanan terjadi pada tempat di seluruh tanaman.


5. Agar pengendalian hayati dapat berhasil, beberapa persyaratan utama harus dipenuhi:
- Strain biokontrol yang sangat efektif harus dapat diperoleh atau dihasilkan Bisa dikolonisasi dan diperbanyak Tidak patogenik terhadap tanaman inang dan lingkungan
- Produksinya tidak mahal dan agen formulasi dapat dikembangkan Produksi harus menghasilkan perbanyakan massal dengan daya hidup yang sangat baik. Agar dapat berhasil sebagai agens pertanian harus Murah Dapat diproduksi dalam jumlah besar Viabilitasnya dapat dipertahankan
- Pengiriman dan aplikasi harus memenuhi persyaratan ekspresi penuh agens hayati. Harus meyakinkan bahwa agens akan tumbuh dan mencapai tujuannya

6. Organisme dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain dalam keberhasilan agen pengendalian hayati melalui berbagai mekanisme, antara lain:
- Kompetisi: Organisme dapat bersaing dengan mikroorganisme lain untuk mendapatkan sumber daya seperti nutrisi, ruang, dan oksigen. Kompetisi ini dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain, terutama jika organisme tersebut memiliki akses yang lebih baik terhadap sumber daya.
- Antagonisme: Organisme dapat menghasilkan zat-zat kimia yang dapat membahayakan atau membunuh mikroorganisme lain. Zat-zat kimia ini dapat berupa antibiotik, enzim, atau senyawa toksik lainnya.
- Parasitisme: Organisme dapat hidup di dalam atau di atas mikroorganisme lain dan mengambil nutrisi darinya. Parasitisme ini dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang diparasit.
- Predasi: Organisme dapat memakan mikroorganisme lain. Predasi ini dapat membantu mengendalikan populasi mikroorganisme dan mencegahnya dari menjadi hama.
- Simbiosis: Beberapa organisme dapat hidup bersama dalam hubungan simbiosis yang saling menguntungkan. Dalam beberapa kasus, simbiosis ini dapat membantu salah satu organisme untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain.

7.mikroba membentuk hubungan mutualisme dengan tanaman, di mana kedua belah pihak saling menguntungkan. Contohnya, bakteri Rhizobium membentuk nodul pada akar tanaman kacang-kacangan dan mengubah nitrogen atmosfer menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tanaman,Beberapa mikroba tanah dapat bertindak sebagai agen pengendalian hayati yang melindungi tanaman dari patogen tanah yang merugikan. Mereka dapat bersaing dengan patogen untuk sumber daya, menghasilkan senyawa antimikroba, atau merangsang sistem pertahanan tanaman.

8.-Pestisida kimia cenderung bersifat nonspesifik dan dapat membunuh berbagai jenis organisme, termasuk organisme non-target yang tidak diinginkan, Sedangkan Biopestisida cenderung lebih spesifik dalam targeting organisme hama atau penyakit tertentu tanpa berdampak terlalu banyak pada organisme non-target.
- Peptisida Kimia dapat bertahan dalam tanah, air, atau udara untuk jangka waktu yang lama.biopestisida lebih mudah terdegradasi secara alami oleh mikroorganisme atau kondisi lingkungan tertentu, sehingga memiliki dampak jangka pendek yang lebih kecil.
- pestisida kimia dapat meninggalkan residu pada hasil pertanian, yang dapat memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia jika terkonsumsi dalam jumlah besar. Biopestisida cenderung memiliki residu yang lebih rendah atau tidak ada sama sekali, karena mereka seringkali memiliki waktu paruh yang lebih pendek dan terdegradasi secara alami.

9.Mikroba tanah bertanggung jawab untuk mendekomposisi bahan organik, seperti daun jatuh atau sisa tanaman, menjadi senyawa sederhana dan nutrien yang tersedia bagi tanaman. Proses dekomposisi ini memengaruhi kualitas tanah dengan meningkatkan kesuburan dan struktur tanah.
Selain itu,Beberapa mikroba tanah, seperti bakteri dan arkea metanogenik, menghasilkan gas-gas rumah kaca, seperti metana dan nitrogen oksida. Kedua gas ini memiliki dampak signifikan pada kualitas udara dan iklim global karena kontribusinya terhadap pemanasan global.

10.kondisi lingkungan seperti kekeringan, salinitas tanah, atau polusi lingkungan dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem tanah dan mengganggu interaksi antara mikroba dan tanaman. Misalnya, tanah yang tercemar polutan kimia dapat menghambat pertumbuhan mikroba atau menekan aktivitas enzim mereka.

Pancasila Biologi Terapan C -> Forum Analisis Jurnal

by Lila Diamonda Asya -
Nama: Lila Diamonda Asya
Npm:2217061108
Kelas:Bioter c

PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI
TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN
TEKNOLOGI

Dewasa ini di Indonesia, ban
yak berkembang pandangan pandangan ideologi yang mempertanyakan keberadaan pancasila
sebagai sistem ideologi bangsa Indonesia. Pandangan ideologi
disampaikan oleh golongan
-golongan tertentu yang menginginkan
perubahan bentuk pemerintahan.
Panjangnya perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, sudah
seharusnya kita mempertahankan kemerdekaan bangsa ini dengan
mengisinya dengan pembangunan. Para pengada negara Indonesia telah
merumuskan dasar-dasar ideologi bangsa dengan jalan musyawah dan
mufakat. Perumusan dasar negara telah digali oleh para pengada negara
Indonesia dari berbagai macam unsur yang ada di nusantara. Perkembangan tekhnologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu
mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa
kita. Segala kemudahan dalam berinteraksi juga semakin tidak dapat
dibendung lagi. Hal tersebut didukung dengan adanya perkembangan media
informasi yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai fasilitas canggih
untuk berkomunikasi.
Konsep Dasar Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini
terdiri dari dua kata dari Sanskerta : panca berarti lima dan sila berarti
prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan
berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
pancasila merupakan
pedoman atau petunjuk dalam hidup berbangsa dan bernegara yang
merupakan hasil dari proses berpikir yang mendalam yang dilakukan oleh
anak bangsa berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara. Pancasila merupakan
dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan
hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan
kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu
sistem pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi
pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam
semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup
serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah
yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu
mengandung nilai ganda, yaitu harus memberikan landasar teoritik (dan
normatif) bagi penguasaan dan pengembangan iptek dan menetapkan
tujuan; dan nilai instrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental
kepribadian dan moral manusia.

Kelebihan
Pembahasan yang disampaikan pada materi ini sudah sangat jelas dan sangat lengkap, untuk materi yang disampaikan juga dapat dipahami

Kekurangan
Pada bagian abstrak hanya tertulis dengan satu bahasa yaitu hanya dengan bahasa Indonesia saja, tidak dituliskannya tujuan pada jurnal ini.

Pancasila Biologi Terapan C -> Forum Analisis Soal-1

by Lila Diamonda Asya -
Nama: Lila Diamonda Asya
Npm:2217061108
Kelas:Bioter c

Analisis Soal

A. Hoax disebarkan oleh siapa saja bahkan kaum terpelajar pun sering menyebarkan berita hoax. Hal ini terjadi karena banyak orang yang tidak mau mencari kebenaran dari suatu berita sebelum menyebarkannya dampak yang ditimbulkan dari tersebarnya berita hoax ini adalah tidak berhenti ketika isu hoaks itu telah usai. Seharusnya sebelum menyebarkan suatu berita kita harus mencari kebenaran dari mereka itu sendiri agar di kemudian hari tidak menimbulkan permasalahan dari apa yang sudah kita sebutkan.

B. Iptek yang tidak didasari pada nilai-nilai Pancasila menyebabkan kerusakan pada masyarakat itu sendiri. Karena jika kita tidak mendasari perkembangan iptek dengan Pancasila kita akan terpengaruh dengan kebudayaan-kebudayaan luar yang melenceng dari norma-norma Pancasila,
Bahkan kita juga bisa termakan oleh isu-isu hoax.
Solusi untuk perkembangan iptek adalah sebagai pengguna iptek yang baik kita harus bisa mengimbangi perkembangan iptek dengan norma-norma dari Pancasila agar kita bisa memanfaatkan hal-hal positif dari perkembangan iptek.

C. Seharusnya kita bisa mengatur antara keinginan dan kebutuhan, karena kebanyakan masyarakat Indonesia sekarang lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhannya sehingga menyebabkan kita memiliki sikap konsumerisme yang tinggi.
Daripada terus menjadi pasar produk dari negara lain Indonesia harusnya lebih mengembangkan sumber daya manusianya, karena minimnya ide atau gagasan dari sumber daya manusianya untuk menciptakan sebuah eksperimen yang mampu untuk lebih dari produk luar ini yang menyebabkan Indonesia terus bergantung dari kemajuan produk negara lain. Bagi para generasi muda kita harusnya bisa melihat peluang yang dimiliki oleh Indonesia untuk bisa menyanyi atau bahkan lebih unggul dari negara-negara lain.