Posts made by HIKMAL FERDIAN

NAMA: HIKMAL FERDIAN
NPM: 2215012053
KELAS: A
PRODI: S1-ARSITEKTUR

WAWASAN NUSANTARA

Sebagai bentuk kecintaan terhadap Indonesia, sudah seharusnya setiap warga negara memahami negaranya sendiri dari berbagai aspek agar dapat memahaminya, masyarakat dapat memahami negara sendiri dari beragam aspek melalui Wawasan Nusantara. Dengan memahami Wawasan Nusantara akan tumbuh jiwa nasionalisme pada setiap warga negara indonesia.

Wawasan berasal dari kata "Wawas" ( bahasa jawa) yang berarti pandangan, tinjauan, atau pengertian indrawi. Selanjutnya kata "Mawas" yang berarti memandang, meninjau, atau melihat.
Makna wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI yang meliputi darat, laut, udara di atasnya sebagai satu kesatuan politik, sosial, ekonomi budaya.
Wawasan Nusantara memiliki manfaat sebagai pedoman, motivasi, dorongan dan rambu-rambu dalam menentukan semua kebijakan, keputusan, tindakan dan tindakan bagi penyelenggara negara di pusat dan daerah serta bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Wawasan Nusantara sangat diperlukan bagi bangsa indonesia. Cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 Alinea 2 adalah untuk mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Sedangkan tujuan Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 Alinea 4 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Dari latar belakang politis nusantara dan kondisi sosiologis Indonesia kita dapat memahami betapa perlunya wawasan nusantara bagi bangsa Indonesia, cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagai tertuang dalam pembukaan UUD 1945 Alinea Ke-2 adalah untuk mewujudkan negara Indonesia yang merdela, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Sedangkan tujuan nasional bangsa Indonesia tertuang dalam pembukaan UUD tahun 1945 alinea ke-4 yang menyatakan bahwa pemerintah negara republik Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
NAMA: HIKMAL FERDIAN
NPM: 2215012053
KELAS: A
PRODI: S1-ARSITEKTUR

A. Artikel tersebut membahas penegakkan HAM yang masih buruk pada tahun 2019. Upaya yang dilakukan Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Hal positif yang saya dapat dari artikel tersebut adalah Indonesia masih ingin berjuang untuk memperbaiki HAM dengan segala upaya.

B. Pendapat tentang demokrasi Indonesia yang dihimpun dari nilai-nilai adat/budaya asli masyarakat Indonesia berbeda-beda tergantung cara pandang dan pemahaman masing-masing. Namun, prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa adalah sila Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Prinsip ini menekankan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia didasarkan pada pengakuan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.
Pendapat tentang prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa boleh berbeda. Beberapa orang dapat melihatnya sebagai kekuatan yang mempersatukan berbagai agama dan budaya Indonesia, sementara yang lain dapat melihatnya sebagai batasan kebebasan beragama atau tidak menghormati keragaman agama dan kepercayaan di Indonesia.

C. Dalam rangka meningkatkan praktik demokrasi yang sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, dan nilai-nilai hak asasi manusia, penting untuk terus melakukan reformasi dan memperkuat lembaga-lembaga demokrasi, mengatasi korupsi, meningkatkan kualitas pemilihan umum, dan memastikan perlindungan hak asasi manusia yang lebih efektif.

D. Sikap terhadap situasi dimana wakil rakyat mewakili suara rakyat, tetapi melaksanakan agenda politiknya sendiri dan berbeda dengan kepentingan masyarakat, dapat berbeda-beda tergantung pada nilai dan prinsip yang berlaku. Tindakan seperti itu umumnya dianggap sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan dan kepentingan publik. Demokrasi harus mendorong perwakilan yang tugasnya mewakili dan memperjuangkan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.

E. Pihak-pihak yang memanfaatkan kekuasaan kharismatik untuk tujuan yang tidak jelas, dengan menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat, sering kali mengabaikan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Mereka mungkin mengorbankan hak-hak individu, membatasi kebebasan berpendapat, melarang kritik, atau menghalangi partisipasi politik yang adil. Hal ini bisa menyebabkan pelanggaran hak asasi manusia, penindasan, dan kekerasan yang tidak adil.