Kiriman dibuat oleh Allyssa Fatimah Azzahra

ALLYSSA FATIMAH AZZAHRA
Kelas A
2215012025

Demokrasi secara sederhana dapat dimaknai sebagai ‘pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat'. Dalam konteks Indonesia, proses demokrasi yang berlangsung dipengaruhi beberapa faktor,misalnya budaya politik, perilaku aktor dan kekuatan-kekuatan politik.
Pelaksanaan pilpres pada dasarnya juga merupakan tindak lanjut perwujudan prinsip-prinsip demokrasi yang meliputi jaminan atas prinsip-prinsip kebebasan individu dan persamaan, khususnya dalam hak politik. Meskipun hak-hak politik dan kebebasan sipil telah dijamin oleh konstitusi serta partisipasi politik masyarakat semakin luas, di tataran empirik pemilu masih belum mampu mengantarkan rakyat Indonesia benar-benar berdaulat.

Secara umum, pola relasi antara birokrasi dan politik cenderung dinamis, khususnya ketika proses politik berlangsung, yaitu saat birokrasi dan politik sedang memproses penyusunan peraturan atau perundang-undangan dan peraturan daerah.bisa dijadikan kekuatan politik karena memiliki jaringan struktur hingga ke basis masyarakat, menguasai informasi yang memadai, dan memiliki kewenangan eksekusi program dan anggaran
ALLYSSA FATIMAH AZZAHRA
2215012025


Demokrasi menjamin kebebasan berpendapat dan memfasilitasi silang pendapat.
Keamanan dan kemakmuran bangsa dalam jangka panjang harus dipikirkan, dengan mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik. Banyak negara yang menginginkan kebebasan dan kemakmuran seperti hal nya negara demokrasi.

Kini demokrasi berada pada masa krisis. Pada 2019, skor rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke 5,44, yang menjadi skor terburuk sejak tahun 2006.

Kepercayaan masyarakan terhadap politis pun menurun karena regulasi pemerintah dianggap tidak transparan.