Nama: Kholifatul Istiana
Npm: 2256021026
Kelas: Regular Mandiri
Dari jurnal tersebut, hasil analisis saya adalah
demokrasi di Indonesia sangat bervariasi dan tidak berjalan secara konsisten karena tokoh utamanya (pemilu, partai politik, masyarakat sipil, media) tidak berjalan efektif dan optimal. Sebagai tokoh penting demokrasi, pemilu diperlukan untuk memastikan suksesi di puncak dan berfungsinya pemerintahan dengan baik. Pemilu juga mensyaratkan kejujuran, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Syarat pembentukannya membutuhkan prasyarat dan komitmen seluruh pelaku di negaranya untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Konsolidasi demokrasi atau perkembangannya yang luas terhambat oleh fakta bahwa partai politik, melalui elit dan aktor yang terkait dengan pemilu, mengadopsi perilaku yang tidak menguntungkan bagi kemajuan proses demokrasi. Mereka cenderung terbatas dan acuh tak acuh terhadap nilai-nilai inti demokrasi, terutama yang terkait dengan partisipasi warga negara yang murni, fitur kompetitif, kesetaraan politik, dan pemberdayaan akuntabilitas politik. Tantangan pemahaman demokrasi menjadi lebih besar ketika kerangka sosial, ekonomi, politik dan hukum masih belum memadai. Akibatnya akan menganggu kualitas pemilu, demokrasi, dan stabilitas nasional. Pemili berlangsubv dengan latar belakang isu yang belum benar faktanya. Beberapa hal seperti politisasi identitas dan perebutan suara umat Islam, isu partai politik dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemilu tidak efektif dan perannya tidak maksimal tidak bisa beradaptasi dengan keragaman masyarakat, kepadatan politik dan birokrasi merupakan tugas yang harus segera dilakukan. Menumbuhkan rasa saling percaya antara penyelenggara pemilu, partai politik, dan masyarakat merupakan prasyarat terpenting untuk membangun demokrasi yang berkualitas serta tercapainya stabilitas politik dan keamanan di masyarakat.
Pemilihan yang berkualitas membutuhkan partai politik dan koalisi partai yang berkualitas. Hal ini sangat penting karena pemilu bukan hanya sebagai instrumen perjuangan kekuasaan yang sah dan damai, tetapi juga untuk jaminan sosial rakyat dan kelangsungan negara kesatuan Republik Indonesia.
Npm: 2256021026
Kelas: Regular Mandiri
Dari jurnal tersebut, hasil analisis saya adalah
demokrasi di Indonesia sangat bervariasi dan tidak berjalan secara konsisten karena tokoh utamanya (pemilu, partai politik, masyarakat sipil, media) tidak berjalan efektif dan optimal. Sebagai tokoh penting demokrasi, pemilu diperlukan untuk memastikan suksesi di puncak dan berfungsinya pemerintahan dengan baik. Pemilu juga mensyaratkan kejujuran, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Syarat pembentukannya membutuhkan prasyarat dan komitmen seluruh pelaku di negaranya untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Konsolidasi demokrasi atau perkembangannya yang luas terhambat oleh fakta bahwa partai politik, melalui elit dan aktor yang terkait dengan pemilu, mengadopsi perilaku yang tidak menguntungkan bagi kemajuan proses demokrasi. Mereka cenderung terbatas dan acuh tak acuh terhadap nilai-nilai inti demokrasi, terutama yang terkait dengan partisipasi warga negara yang murni, fitur kompetitif, kesetaraan politik, dan pemberdayaan akuntabilitas politik. Tantangan pemahaman demokrasi menjadi lebih besar ketika kerangka sosial, ekonomi, politik dan hukum masih belum memadai. Akibatnya akan menganggu kualitas pemilu, demokrasi, dan stabilitas nasional. Pemili berlangsubv dengan latar belakang isu yang belum benar faktanya. Beberapa hal seperti politisasi identitas dan perebutan suara umat Islam, isu partai politik dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemilu tidak efektif dan perannya tidak maksimal tidak bisa beradaptasi dengan keragaman masyarakat, kepadatan politik dan birokrasi merupakan tugas yang harus segera dilakukan. Menumbuhkan rasa saling percaya antara penyelenggara pemilu, partai politik, dan masyarakat merupakan prasyarat terpenting untuk membangun demokrasi yang berkualitas serta tercapainya stabilitas politik dan keamanan di masyarakat.
Pemilihan yang berkualitas membutuhkan partai politik dan koalisi partai yang berkualitas. Hal ini sangat penting karena pemilu bukan hanya sebagai instrumen perjuangan kekuasaan yang sah dan damai, tetapi juga untuk jaminan sosial rakyat dan kelangsungan negara kesatuan Republik Indonesia.