Kiriman dibuat oleh I Putu Penta Sentosa 2215031054

Nama: I Putu Penta Sentosa
Npm: 2215031054
Kelas: Elektro C


Identitas dan Integrasi Nasional
Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi.

Intergrasi Nasional Versus Otonomi Daerah
Konsep integrasi nasional pada dasarnya sejalan kondisi Indonesia pada saat ini. Ketika terjadi konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, 5 konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropis yang bersahabat dan tanah yang subur. Ia adalah negara dengan 17.504 pulau, 1.068 suku bangsa, dan memiliki sedikitnya 665 bahasa daerah. Indonesia juga kaya dengan spesies langka. Baik flora maupun fauna. Ada mamalia, kupu-kupu, reptil, burung, unggas, dan amfibi yang berjumlah lebih dari 3.025 spesies. Tumbuhan yang hidup di Indonesia berjumlah sekitar 47.000 spesies atau setara dengan 12 persen dari seluruh spesies tumbuhan di dunia.

Elektro C PKn -> FORUM ANALISIS PRETEST

oleh I Putu Penta Sentosa 2215031054 -
Nama: I Putu Penta Sentosa
Npm: 2215031054
Kelas: Elektro C



Identitas nasional secara etimologis berasal dari kata identitas dan nasional.Kata identitas berasal dari Bahasa Inggris identity yang memiliki pengertianharfiah: ciri, tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atausesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. Kata nasional merujuk padakonsep kebangsaan. Jadi, identitas nasional adalah ciri, tanda yang melekat padanegara atau bangsa sehingga menjadi pembeda dengan negara lain. Identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki olehsuatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsalain. Berdasarkan pengertian diatas, maka identitas nasional suatu bangsa tidakdapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih popular dengankepribadian suatu bangsa.Kelahiran identitas nasional suatu bangsa memiliki ciri, sifat serta keunikansendiri-sendiri dan sangat ditentukan dengan fakto-faktor yang mendukungidentitas nasional tersebut. Faktor-faktor yang mendukung lahirnya identitasnasional di Indonesia antara lain faktor (1) etnisitas, teritorial, Bahasa, agama,dan sejenisnya. Faktor (2) perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi.Faktor (3) kodifikasi alam garamatika yang resmi, tumbuhnya birokrasi, danpemantapan sistem pendidikan nasional. Faktor (4) meliputi penindasan,dominasi, dan pencarian identitas alternatif melalui memori kolektif rakyat.
Nama: I Putu Penta Sentosa
NPM: 2215031054
Kelas: Elektro C


Identitas masa dan ruang mempunyai
makna penting dalam permasalahan
kebudayaan. Bagi sebuah negara modern
seperti Indonesia, bukan hanya berwujud
sebuah unit geopolitik semata, namun dalam
kenyataannya senantiasa mengandung
keragaman kelompok sosial dan sistem
budaya yang tercermin pada keanekaragaman
kebudayaan suku bangsa. Melalui perjalanan
sejarah, berbagai proses kehidupan manusia
telah melahirkan ciri keanekaragaman bentuk
budaya. Mencermati sejarah bangsa ini
terlihat liku-liku proses yang dilalui menuju
satu komunitas yang diidealkan. Bermodal
pada suasana awal hubungan antar kelompok
etnis yang tersebar di seluruh kawasan
nusantara ini, kendatipun dalam kenyataannya
sering diwarnai ketegangan-ketegangan
namun cukup kondusif bagi terbangunnya
satu komunitas terbayang (Anderson, 1991).
Kenyataan ini juga diperkuat oleh aktivitas
silang yang saling mendekatkan di antara
berbagai kelompok etnis tersebut, berkat
pengaruh persebaran budaya-budaya (agama)
besar yang datang ke Indonesia