Kiriman dibuat oleh Reval Ilham Permana 2211031136

Nama : Reval Ilham Permana
NPM : 2211031136
Kelas : S1 Akuntansi C

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?

Jawab:
Menurut saya, tidak dipungkiri lagi bahwa siapa saja bisa termakan berita hoax, bahkan orang berpendidikan sekalipun. Apakah itu karena sudah lelah dengan keadaan, sudah tidak ada rasa percaya kepada pemerintah, terlalu idealis, dan lain sebagainya.

Menurut IDN TIMES ada beberapa alasan nih mengapa masyarakat Indonesia mudah termakan hoax:

A. Hanya membaca judul tanpa membaca isi keseluruhan dari suatu kabar

Sering sekali, ketika kita mendapatkan notifikasi pemberitaan atau postingan yang menggelitik dan bahkan bisa membuat kita geram. Namun, walau bagaima pun judul tidak bisa menjelaskan isi sepenuhnya. Perlu kita perlu membaca berita tersebut sampai tuntas sebelum menyimpulkan, agar tidak terjadi kekeliruan.

B. Hanya percaya pada sumber tertentu dan terlalu "mengagungkan" sumber tersebut

Dilansir dari psychologytoday.com, ketika kita mengagungkan suatu pihak, kita akan melepaskan logika atas kebenaran. Sehingga apapun yang keluar darinya akan diterima dengan mentah-mentah.

C. Ketika ada kabar yang mewakili perasaan saat itu, mayoritas orang Indonesia akan langsung membagikannya

Secara psikologis, orang yang ingin selalu belajar akan mencari kebenaran informasi, bukan kebenaran dari pemikiran pribadi. Ketika ada kesalahan dari yang dipahami, ia akan mengakui dan belajar dari itu. Sebaliknya, orang yang kesulitan dalam intropeksi akan mencari pembenaran dan pembelaan sebanyak-banyaknya tanpa menggali lebih dalam.

Hal yang saya lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs :

Saya akan membaca berita itu secara menyeluruh sebelum menyimpulkan agar tidak terjadi kekeliruan.
Nama: Reval Ilham Permana
NPM: 2211031136
Kelas: Akuntansi C

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab:
Peran pancasila sebagai paradigma ilmu kedisiplinan sesuai dengan sila-sila yang ada:
1. Sila Ketuhanan yang Maha Esa
-Beribadah dengan taat sesuai dengan keyakinan yang dianut
-Tidak menyinggung ataupun mengucilkan agama ataupun keyakinan lain

2. Sila Kemanusiaan yang adil dan Beradab
-Mengakui persamaan hak dan derajat setiap manusia tanpa membedakan-mmbedakan
-Memperlakukan manusia tanpa membeda-bedakan
-Melaksanakan setiap kewajiban yang dimiliki

3. Sila Persatuan Indonesia
-Memperlakukan setiap individu dengan adil
-Menghargai antar sesama
-Menggunakan bahasa Indonesia dalam kegiatan sehari-haru

4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyaratan Perwakilan
-Menghargai pendapat setiap individu
-Menghargai keputusan yang telah dimusyawarahkan
-Mau mendengar saran orang lain

5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
-Berlaku adil kesetiap individu tanpa membeda-bedakan
-Menghargai setiap hak yang dimiliki setiap individu

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasila di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab:
Harapan saya mengenai model pemimpin dimasa mendatang ialah kiranya mereka dapat mengimplementasikan nilai-nilai pancasila yang ada dan tidak menyelewengkan nilai-nilai tersebut. Semoga dapat juga menjadi panutan, pemimpin serta mengarahkan bangsa Indonesia sehingga dapat membangun bangsa Indonesia yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Diskusi

oleh Reval Ilham Permana 2211031136 -
Nama : Reval Ilham Permana
NPM : 2211031136
Kelas : S1 Akuntansi C
14 A
Pengembangan ilmu di Indonesia juga harus dikembalikan pada manusia Indonesia, jati diri bangsa Indonesia. Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, demikian pula halnya dalam aktivitas ilmiah. Oleh karena itu, perumusan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu bagi aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat niscaya.
dengan perkembangan ilmu di Indonesia, maka perlu dikaji kebenaran yang khas menurut Pancasila terlebih dahulu. Sebab Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara akan selalu menjadi ukuran bagi setiap sikap dan perbuatan, termasuk kegiatan.
Berdasarkan jurnal diatas dapat dilihat hasil dan pembahasan penelitiannya :
Pengetahuan adalah hasil tahu manusia terhadap sesuatu. menurut The Liang Gie (2000; 127-130) mempunyai 5 ciri pokok : 1. Empiris. Pengetahuan itu diperoleh berdasarkan pengamatan dan percobaan. 2. Sistematis. Berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur. 3. Obyektif. Ilmu berarti pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi. 4. Analitis. Pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok-soalnya ke dalam bagian-bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat, hubungan, dan peranan dari bagian-bagian itu. 5. Verifikatif. Dapat diperiksa kebenarannya oleh siapapun juga.
Selanjutnya Van Melsen (1985; 65-67) mengemukakan ada delapan ciri yang menandai ilmu, yaitu : 1. Ilmu pengetahuan secara metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang secara logis koheren. Itu berarti adanya sistem dalam penelitian (metode) maupun harus (susunan logis). 2. Ilmu pengetahuan tanpa pamrih, karena hal itu erat kaitannya dengan tanggung jawab ilmuwan. 3. Universalitas ilmu pengetahuan. 4. Obyektivitas, artinya setiap ilmu terpimpin oleh obyek dan tidak didistorsi oleh prasangka-prasangka subyektif. 5. Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah yang bersangkutan, karena itu ilmu pengetahuan harus dapat dikomunikasikan. 6. Progresivitas artinya suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh, bila mengandung pertanyaan-pertanyaan baru dan menimbulkan problem-problem baru lagi. 7. Kritis, artinya tidak ada teori yang difinitif, setiap teori terbuka bagi suatu peninjauan kritis yang memanfaatkan data-data baru. 8. Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan sebagai perwujudan kebertauan antara teori dengan praktis.
Bisa dilihat dijurnal tersebut sudah lengkap menjlaskan tentang kairan panasilanya dengan sila sila Pancasila dan termasuk teori-teorinya, untuk itu bisa saya simpulkan materinya diantaranya Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatic. Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah 1) tiadanya pertentangan dengan Tuhan, 2) aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia, 3) suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi, 4) kemanfaatan pada semua pihak, dan 5) terpenuhinya hakekat keadilan (adil).

14 B
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini selain dapat memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, tak bisa kita pungkiri juga perkembangan IPTEK ini juga dapat mendatangkan berbagai hal-hal yang negatif. Oleh karena itu IPTEK perlu menyesuaikan dan mempertimbangkan nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangnya baik dari aspek nilai agama maupun budaya semua haruslah relevan dan senantiasa mengacu pada nilai-nilai luhur bangsa agar tidak merugikan manusia dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.

Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK ini, dan sebaliknya IPTEK juga harus senantiasa berdasar pada nilai-nilai pancasila, karena pancasila sejatinya adalah media akulturasi dari berbagai pemikiran mengenai agama, pendidikan, politik, sosial, budaya, dan juga ekonomi yang mengkoordinir berbagai aktivitas kehidupan dalam masyarakat (Amir,2013).

Bangsa Indonesia sendiri telah memiliki akar budaya dan religi yang sangat kuat sejak dahulu kala, sehingga jika ilmu pengetahuan dan teknologi dibiarkan berkembangkan begitu saja tanpa berakar pada ideologi itu sama halnya menjadikan IPTEK tanpa arah dan orientasi yang jelas yang bisa saja membawa kehancuran bagi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

A.) Perkembangan IPTEK di Indonesia
- IPTEK
ini dikembangkan dengan tujuan untuk
memudahkan kehidupan manusia di berbagai bidang kehidupan. Perkembngan
IPTEK di Indonesia dapat dilihat dengan
adanya teknologi yang terus berkembang
seperti adanya satelit yaitu di Indnesia
misalnya ada satelit Palapa yang menjadikan Indonesia dapat mengakses
berbagai informasi melalui sinyal yang
dipancarkan ke perangkat elektronik
seperti televisi, radio, telepon dan yang
lainnya, adanya smartphone dan gadget
beserta berbagai aplikasi yang ada dengan
adanya jaringan internet juga merupakan
contoh kemajuan IPTEK.

B. ) Dampak Positif dan Negatif
Perkembangan Iptek
- Menunjang kegiatan produksi, dengan
adanya kemajuan IPTEK terciptalah
berbagai mesin-mesin canggih.
- Memudahkan komunikasi dengan orang
lain.
- Memudahkan proses pembelajaran, dimana guru dan siswa dapat mencari
lebih banyak informasi dan materi
pembelajaran di internet.
- Carding, yaitu pembobolan kartu kredit
melalui internet untuk mendapatkan kode
kartu, penipuan melalui pesan singat,
pembajakan akun dan masih banyak lagi.
- Membuat ketergantungan dan rasa malas,
karena terlalu nyaman dan dimudahkan
oleh teknologi orang-orang bisa saja
timbul rasa malas dan sangat tergantung
pada teknologi.
- Mengandung unsur kekerasan bahkan
pornografi, yaitu dari tayangan yang ada di
internet yang bisa diakses siapa saja dan
hal ini dapat merusak karakter anak
bangsa.

C.) Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
Bangsa
-Pancasila sebagai sumber solusi
penyelesaian masalah. Pancasila
merupakan suatu ideologi yang terbuka
dimana hal ini mampu menjadikan
Pancasila sebagai sumber pemecahan
masalah dan relevan sampai sekarang.
-Pancasila sebagai pembangun karakter.
- Pemersatu Bangsa Pancasila memiliki
kedudukan sebagai alat pemersatu bangsa.
Nama : Reval Ilham Permana
NPM : 2211031136
Kelas : Akuntansi C

Dapat kita ketahui bahwa Pancasila sebagai idiologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya, agama Bangsa Indonesia. Sehingga nilai-nilai tadi akan mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Banyak aspek aspek yang terpengaruhi salah satunya adalah aspek di bidang teknologi Indonesia yang didasarkan kelima sila dalam Pancasila, isinya merupakan pegangan dan pedoman dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perlu kita ketahui Nilai kemanusiaan itu akan bukan milik sekelompok orang tertentu tetapi milik bersama umat manusia. Dalam bidang teknologi hal hal yang dapat kita telusuri yaitu Pertama, prulalisme nilai yang berkembang pada masyarakat Indonesia pada saat ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dan cara pandang manusia tentang kehidupan. Kedua, kemajuan iptek pada tataran sekarang telah menimbulkan dampak yang neatif dan ada pada titik yang membahayakan terhadap eksistensi manusia dimasa yang akan datang. Ketiga, perkembngan iptek yang didominasi oleh negara-negara barat akan mengancam nilai-nilai khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Sehingganya kita perlu untuk bisa menyaring perkembangan yang ada di era globalisasi sekarang ini.