Kiriman dibuat oleh Diva Salsabila 2211031108

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Diva Salsabila 2211031108 -
Nama : Diva Salsabila
NPM: 2211031108
Kelas: Akt C

A. Bangsa Indonesia ingin menuju kepada negara hukum(rechtsstast) dimana dalam proses nya penegakan hukum harus dilaksanakan secara tegas dan tidak pemilih dalam kepastian hukum. Setiap orang pada dasarnya memiliki ham yang sama di hadapan hukum (equality before the law) untuk mendapatkan proses peradilan yang jujur dan terbuka (fair trial) serta imparsial, sehingga pada akhirnya tidak berpotensi melakukan tindakan menghalangi proses hukum (obstruction of justice).

Saat ini kabar berita banyak tersebar di media massa, sehingga masyarakat sudah dapat menilai bagaimana sistem hukum yang dilakukan di Indonesia. Tidak jarang terdengar bahwa kejaksaan hukum Indonesia menerima suap untuk membebaskan atau memberikan hukuman yang tidak sesuai dengan pasal yang berlaku. Tetapi tidak semua kejaksaan juga mau menerima suap, karna mereka sadar dengan tugas, dan tanggung jawab mereka sebagai penegak hukum.

Masyarakat Indonesia dapat segera menyimpulkan bahwa meskipun nilai-nilai tradisional Indonesia telah tertanam sejak dahulu namun budaya kepatuhan serta jiwa sportifitas rupanya belum mendarah daging dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selalu ada kesempatan bagi siapapun yang memiliki keinginan untuk maju demi kepentingan bangsa dan negara. Atas dasar ketertinggalan dengan bangsa lain, Indonesia harus bisa mengejar untuk menjadi negara modern yang dapat berpolitik dengan nilai-nilai tradisional yang dibanggakan. Tentunya, semua berawal dari niat yang mulia dari para politisi dan pejabat negara Indonesia.

Sumber: https://www.franswinarta.com/news/kurangnya-etika-politik-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/

B. Menurut saya etika generasi muda disekitar saya sudah cukup bagus, mengapa demikian karna etika yang di tunjukkan oleh para generasi muda sekarang berbeda beda, ada yang memang mengerti tentang adab berperilaku kepada sesama, maupun yang lebih tua sekalipun. Tidak jarang dari kita melihat beberapa generasi muda yang kurang memiliki etika sopan santun, berbicara, ataupun berperilaku. Maka dari itu seharusnya kita semua sebagai generasi muda sudah paham tentang apa itu etika, karna dengan etika yang kita tunjukkan juga dapat memperlihatkan bagaimana moral kita.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Diva Salsabila 2211031108 -
Nama : Diva Salsabila
NPM : 2211031108
Kelas : S1 Akuntansi C
Filsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya.

1. Pendahuluan
Menurut Sutrisno (2006), “Pancasila adalah suatu philosofiche grounfslag atau Weltanschauung yang diusulkan Bung Karno di depan sidang BPUPKI 1 Juni 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang kemudian merdeka.” Suatu masyarakat atau bangsa menjadikan filsafat sebagai suatu pandangan hidup, yaitu merupakan asas dan pedoman yang melandasi semua aspek hidup dan kehidupan bangsa tersebut, tanpa terkecuali aspek pendidikan.
Dalam UU No.12 Tahun 2012 Pasal 1 tentang Pendidikan Tinggi disebutkan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Menurut Musfiroh (2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.
Diktat “Filsafat Pancasila” (Danumihardja, 2011) menyebutkan secara ontologis berdasarkan pada pemikiran tentang negara, bangsa, masyarakat, dan manusia. Secara epistemologis berdasarkan sebagai suatu pengetahuan intern struktur logis dan konsisten implementasinya.

2. Metode
Metode yang digunakan untuk menyusun artikel ini adalah study kepustakaan. Study kepustakaan, yaitu menelaah sumber-sumber, baik itu buku, artikel, referensi-referensi yang berkaitan dengan filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia untuk membentuk bangsa yang berkarakter.

3. Hasil dan Pembahasan
Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos atau phileinyang yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. Secara epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan (wisdom) (Sutrisno, 2006). Menurut Abdulgani (dalam Ruyadi, 2003), Pancasila merupakan filsafat negara yang lahir sebagai collective ideologie (cita-cita bersama) dari seluruh bangsa Indonesia. Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang dalam, yang kemudian dituangkan dalam suatu “sistem” yang tepat.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Nilai-Nilai Pancasila
Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. Dia nyata dalam jiwa manusia. Dalam ungkapan lain ditegaskan oleh Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan “what you are really, really, really, want.”

Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia
Ada dua pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.
Kedua, Pandangan tentang pendidikan nasional itu sendiri. Dalam pandangan filosofis pendidikan nasional dipandang sebagai pranata sosial yang selalu berinteraksi dengan kelembagaan sosial lainnya dalam masyarakat. Menurut John Dewey, filsafat Pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik yang menyangkut daya pikir (intelektual) maupun daya perasaan (emosional) menuju ke arah tabiat manusia, maka filsafat juga diartikan sebagai teori umum pendidikan.

Filsafat Pancasila dalam Membangun Bangsa Berkarakter
Menurut Musfiroh (2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Menurut Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak.
Di bawah ini ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Diva Salsabila 2211031108 -
Nama : Diva Salsabila
NPM : 2211031108
Kelas : S1 Akuntansi C
A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Menurut saya pembelajaran di tengah pandemic covid memberikan efek positif dan efek negative nya. Efek positif dari pandemic ini yaitu siswa maupun mahasiswa dapet lebih mandiri dalam memahami suatu materi pembelajaran, dan kreatif dalam membuat tugas tugas yang diberikan, dengan adanya pandemic juga memberikan banyak waktu luang kepada siswa mahasiwa.
Efek negative dari pembelajaran secara online yaitu tidak semua siswa dan mahasiswa mampu untuk membeli kuota internet, dan pembelajaran jarak jauh tidak efektif bagi siswa atau mahasiswa yang mempunyai metode belajar yang harus di ajarkan secara langsung, dan tugas-tugas yang diberikan oleh guru tidak sesuai atau melebihi jumlah waktu belajar.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Mengefektifkan dan memaksimalkan nya dengan cara kita dapat berdoa sebelum dan sesudah belajar, adanya bentuk keadilan untuk semua pelajar dikarenakan tidak semua orang mampu membeli kuota untuk mengikuti selama pembelajaran berlangsung, sehingga sekolah berniat baik untuk memberikan kartu perdana yang berisikan kuota untuk siswa yang kurang mampu untuk mengikuti pembelajaran secara online.
 
C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Sebagai mahasiswa yang merantau saya merasa orang orang dilingkungan saya ramah dan saling membantu ketika saya meminta tolong atau bantuan karena saya orang yang baru di perantauan, banyak juga sesama mahasiswa saling bertegur sapa atau sekedar senyum ketika berpapasan di jalan. Adanya progam jumat bersih yang dilakukan FEB setiap minggu nya secara bergilir mulai dari senam bersama, pengajian, dan bersih bersih, kegiatan tersebut dapat meningkatkan dan menguatkan lingkungan yang ramah lingkungan, gotong royong, dan kerjasam sesama mahasiswa dan masyarakat.
 
D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Hakikat Pancasila sebagai paradigma merupakan, Pancasila yang mengandung nilai nilai pancasilais merupakan kerangka keyakinan yang berfungsi untuk berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Diva Salsabila 2211031108 -
Diva Salsabila
2211031108
Akt C

Hasil Analisis
Pancasila merupakan pedoman bangsa Indonesia dimana terdapat keberagaman perbedaan yang menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia Indonesia memilki ribuan pulau setiap pulau ditempati oleh keanekaragaman masyarakat dari adat istiadat, kebiaasaan, dan budaya, agama, maupun ras. Negara Indonesia yang kaya inilah diperlukan suatu unsur yang dapat mengikat lapisan masyarakat. Adanya keberagaman ini karna kehendak Tuhan dengan tujuan untuk kita saling mengenal, Ketika kita sudah mampu untuk menghormati sesama manusia dan toleransi terhadap perbedaan yang anda, maka kita akan menjadi manusia yang beradab disitulah akan terbentuknya sebuah persatuan dan kesatuan sehingga mampu melahirkan manusia bijak yang dapat berperilaku adil dan makmur.