Kiriman dibuat oleh Amelia Amelia Choirunnisa

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri
Nama : Amelia choirunnisa
NPM : 2213022045
No : 9

Izin menjawab pertanyaan Reza Santia,

Problem Based Learning diartikan sebagai Pembelajaran Berbasis Masalah yaitu jenis model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam suatu kegiatan (proyek) untuk menghasilkan suatu produk. Keterlibatan siswa dimulai dari kegiatan merencanakan, membuat rancangan, melaksanakan, dan melaporkan hasil kegiatan berupa produk dan laporan pelaksanaanya. Model Pembelajaran ini lebih menekankan pada proses pembelajaran jangka panjang, siswa terlibat secara langsung dengan berbagai isu dan persoalan kehidupan sehari-hari, belajar bagaimana memahami dan menyelesaikan persoalan nyata, bersifat interdisipliner, dan melibatkan siswa sebagai pelaku utama dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan hasil kegiatan (student centered). PBL dapat digunakan untuk pembelajaran di tingkat matapelajaran, unit matapelajaran, atau keseluruhan kurikulum.

Sekian, terimakasih.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri :
Nama : Amelia choirunnisa
NPM : 2213022045
No : 9

Izin menjawab pertanyaan Malika ghifarina,
Berikut adalah beberapa cara pendekatan konstruktivis dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika:

Pemecahan masalah kolaboratif
Guru dapat mengajarkan siswa untuk bekerja sama dalam memecahkan masalah matematika, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan berbagi ide dengan teman sekelas mereka. Melalui diskusi dan kolaborasi, siswa dapat belajar bagaimana menerapkan konsep matematika dalam situasi yang nyata.

Penemuan sendiri
Pendekatan konstruktivis menekankan pada siswa yang membuat penemuan sendiri tentang konsep matematika. Guru dapat memfasilitasi proses penemuan ini dengan memberikan siswa pertanyaan yang terbuka dan menantang untuk diselesaikan dengan menggunakan konsep yang telah dipelajari.

Penggunaan teknologi
Teknologi seperti perangkat lunak matematika dan perangkat grafis dapat digunakan untuk membantu siswa dalam memvisualisasikan konsep matematika yang abstrak. Guru dapat memberikan tugas yang menuntut siswa untuk menggunakan teknologi ini dalam memecahkan masalah matematika.

Pembelajaran berbasis masalah
Pendekatan konstruktivis memperkenalkan pembelajaran berbasis masalah, yaitu siswa diajarkan untuk memecahkan masalah matematika dalam konteks yang berarti dan relevan bagi mereka. Guru dapat memberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari atau masalah nyata untuk memotivasi siswa dalam mempelajari matematika.

Refleksi
Setelah menyelesaikan suatu tugas, siswa perlu merefleksikan apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka memecahkan masalah. Guru dapat meminta siswa untuk membagikan pengalaman mereka dan mengevaluasi cara mereka memecahkan masalah. Dengan cara ini, siswa dapat belajar dari pengalaman mereka dan mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam memecahkan masalah di masa depan.

Sekian, terimakasih.