གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Bebbi Destira Wanmea Susanto 2251031036

Nama : Bebbii Destira WS
Npm : 2251031036
Kelas : Akt D

ANALISIS SOAL
A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi Covid-19. Jelaskan!
JAWAB ;
Kedatangan Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah menetapkan kebijakan belajar dari rumah untuk mengantisipasi bertambahnya penularan virus yang belum ada obatnya kepada masyarakat indonesia.
Pembelajaran secara online menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan. Orang tua kebagian tanggung jawab untuk mendampingi anak belajar di rumah, guru yang belum terbiasa dengan pembelajaran online, kesulitan siswa dalam memahami pelajaran, serta tidak semua memiliki akses yang cukup untuk mengikuti pembelajaran secara online.
Siswa pusing mendapatkan banyak tugas, di mana tugas tersebut harus dikumpul dengan tenggat yang cepat, belum lagi terkendala sinyal dan kuota, serta ketidakpahaman siswa dalam menerima materi yang disampaikan. Tidak semua guru mau mengajarkan materi pelajaran secara online, belum tahu alasannya (?) Ada guru yang cara mengajarnya hanya melalui tugas tanpa diterangkan mengenai materi tersebut. Membuat siswa kebingungan dan dituntut memahami sendiri materinya, karena tidak semua siswa punya akses yang cukup untuk belajar tambahan dari luar.

B. Bagaimana mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi Covid-19 supaya tetap berkolerasi dengan implementasi nilai Pancasila?
JAWAB:
Semua yang terlibat dalam pendidikan di Indonesia harus mampu sabar dan berjuang menghadapi tantangan pendidikan di Indonesia karena Covid-19. Siswa tetap semangat apapun yang terjadi jangan menyerah untuk terus belajar, guru berikan yang terbaik dalam memberikan ilmu bagi anak didik, orangtua berikan dukungan serta pemahaman dewasa dalam belajar, serta pemerintah melaksanakan kebijakan-kebijakannya. Seluruh komponen masyarakat indonesia bersatu dan bergotong-royong demi terciptanya pendidikan yang nyaman dan mampu menghasilkan generasi cerdas penerus bangsa.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggung jawab,peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimana menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
JAWAB:
Contoh kasus :
Universitas Lampung melarang mahasiswa-Nya untuk melakukan tindakan plagiat ataupun mencontek. Jika ketahuan maka Unila akan memberikan sanksi kepada mahasiswa yang melakukan tindakan plagiat atau mencontek tersebut.

Pendapat menurut saya :
Kebijakan yang diterapkan Unila terhadap mahasiswanya yaitu melarang untuk melakukan tindakan plagiat ataupun mencontek. Hal itu sangat bagus. Unila memberikan penerapan untuk bersikap jujur, percaya diri, dan tidak menggantungkan diri pada oranglain. Orang-orang yang terbiasa mencontek umumnya akan mengalami krisis kepercayaan diri dan kejujuran dalam kehidupan. Mereka juga akan beranggapan jika dirinya tak harus melakukan apa-apa. Tinggal mengikuti orang lain, maka semua akan berjalan sebagaimana mestinya. Melalui kebijakan yang diterapkan tersebut diharapkan mahasiswa Unila menjadi generasi jujur, tanggung jawab, percaya diri, mandiri, serta anti Korupsi.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat?
JAWAB:
Hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat adalah Pancasila sebagai sistem- nilai acuan, kerangka acuan. Jadi , Pancasila sebagai pedoman dan acuan masyarakat dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku

Nama : Bebbi Destira WS

Npm :2351031036

Kelas : akt D

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER.

Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Fungsi pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari.
Filsafat yang dikembangkan harus berdasarkan filsafat yang dianut oleh suatu bangsa, sedangkan pendidikan merupakan suatu cara atau mekanisme dalam menanamkan dan mewariskan nilai-nilai filsafat tersebut. Dalam UU NO. 12 tahun 2012 pasal 1 tentang pendidikan tinggi disebutkan bahwa "pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Filsafat pancasila dalam pendidikan di Indonesia, Di indonesia pendidikan ditekankan pada penguasaan landasan terbentuknya masyarakat meritorik artinya memberikan waktu jam pelajaran yang luas dalam penguasaan mata pelajaran tertentu.

Hasil pemikiran dan perenungan itu adalah pancasila sebagai dasar negara dan Philosofische Grondslag.

Dasar Epistemologis Pancasila

●Epistemologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode,dan validitas ilmu pengetahuan.

●Tentang sumber pengetahuan Pancasila,sebagaimana telah dipahami bersama adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai tersebut merupakan kausa materialis Pancasila.●Tentang susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan, maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis,baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari sila-sila Pancasila itu.

●Hubungan kesesuaian antara negara dan landasan sila-sila Pancasila adalah berupa hubungan sebab-akibat

●Landasan sila-sila Pancasila yaitu Tuhan,manusia, satu, rakyat dan adil adalah sebagai sebab, dan negara adalah sebagai akibat.

Ketiga, hakikat sila persatuan terkait dengan semangat kebangsaan. Keempat, hakikat sila kerakyatan terletak pada prinsip musyawarah. Artinya, keputusan yang diambil lebih didasarkan atas semangat musyawarah untuk mufakat, bukan membenarkan begitu saja pendapat mayoritas tanpa peduli pendapat minoritas.Kelima, hakikat sila keadilan terwujud dalam tiga aspek, yaitu keadilan distributif, legal,dan komutatif.