Kiriman dibuat oleh Wais Alqorni Fauzi 2215011039

Nama : Wais Alqorni Fauzi
NPM : 2215011039

Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK bertujuan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat serta pelindung bangsa dari pengaruh-pengaruh buruk. IPTEK sebagai hasil budaya masyarakat harus berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila. Pancasila sebagai sumber berfikir menunjukan sistem-sistem etika dalam pengembangan IPTEK.
Isi dari artikel tersebut yaitu tentang Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK baik dari Perkembangan IPTEK di Indonesia, Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK, Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
Bangsa, Makna Tiap Sila Pancasila, Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat dalam poin:
1. Alesan Pentingnya Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Perkembangan IPTEK
2. Substansi Nilai-Nilai Pancasila dalam Perkembangan IPTEK
3. Penerapan Nilai-nilai Pancasila dalam Perkembangan IPTEK dan Kehidupan Masyarakat Modern.
4. Upaya Pengimplementasian Nilai-nilai Pancasila Kepada Masyarakat
Ilmu pengetahuan teknologi yang berhubungan dengan implementasi nilai-nilai Pancasila sangat penting, di mana Pancasila menjadi pedoman untuk:
• Penanda normatif pengembangan
• Penggunaan informasi pengetahuan dan teknologi agar tetap sesuai dengan kepribadian orang-orang Indonesia.
Upaya- upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan dengan cara antara lain:
• Melalui dunia pendidikan
• Penyuluhan/ Sosialisasi tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
• Memperkenalkan nilai-nilai Pancasila melalui media massa.
• Memberikan sanksi kepada pihak – pihak yang melakukan pelanggaran terhadap Pancasila.
• Menolak dengan tegas paham – paham yang bertentangan dengan Pancasila.
• Menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam bertindak dan memanfaatkan teknologi.
• Kritis dan bijak serta selalu dapat memilah hal-hal atau informasi yang didapat agar tidak menyimpang dari nilainilai Pancasila.
Dengan adanya hal-hal diatas diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran terkait perkembangan IPTEK dimana pancasila sejatinya mampu mengkomodir segala aspek-aspek yang menjadikan IPTEK berkembang dengan baik dan sesuai dengan harapan masyarakat, namun hal ini juga harus senantiasa didikung dengan sikap dan perilaku masyarakat yang dapat mencerminkan nilai-nilai pancasila tadi dalam kehidupan khususnya dalam hal penggunaan teknologi.

Teknik Sipil B -> Forum Analisis Jurnal

oleh Wais Alqorni Fauzi 2215011039 -
Nama : Wais Alqorni Fauzi
NPM : 2215011039

Analisis jurnal
"Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK"

Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) saat ini mencapai kemajuan pesat sehingga peradaban manusia mengalami perubahan yang luar biasa . Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari situasi yang melengkapinya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Perkembangan iptek yang ada langsung bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga disatu pihak dibutuhkan semangat obyektifitas dipihak lain iptek perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia. Jadi dapat disimpilkan bahwa:
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilainilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai ramburambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.
Nama : Wais Alqorni Fauzi
NPM : 2215011039
Ideologi Pancasila seharusnya menjadi sebuah garis pandangan bagi setiap warganegaranya menghadapi fenomena yang terjadi baik dari luar maupun dalam negeri. Dalam membumikan Pancasila 5 pokok yang menjadi tantangan dalam menghadapi revolusi 4.0 yaitu (1) Pemahaman Pancasila, (2) eksklusivisme sosial yang terkait derasnya arus globalisasi sehingga mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas, dan menguatnya gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA, (3) Kesenjangan sosial, (4) pelembagaan Pancasila di mana lemahnya institusionalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kelembagaan politik, ekonomi dan budaya serta masih lemahnya wawasan ideologi Pancasila di kalangan penyelenggara Negara, (5) Keteladanan Pancasila.
Dalam menghadapi tantangan ini maka, Pancasila lah yang dapat menjadi jawaban tentang kekhasan sumber daya manusia Indonesia. Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia merupakan hasil pemikiran yang dituangkan dalam suatu rumusan rangkaian kalimat dengan mengandung satu pemikiran bermakna untuk dijadikan dasar, azas, pedoman hidup dan kehidupan bersama dalam negara Indonesia merdeka.
Tantangan yang dihadapi dalam proses penanaman nilai-nilai Pancasila pada era revolusi industri 4.0 saat ini yaitu sudah tidak dapat lepasnya dari Handphone dan Gadjet. Mereka dengan mudah mendapatkan informasi-informasi dari luar melalui internet yang terkadang informasi tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Namun hal tersebut juga dapat diatasi dengan cara memanfaatkan perkembangan informasi serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menjadi media dalam penanaman dan penguatan Pancasila di era revolusi industri 4.0.

Teknik Sipil B -> Forum Analisis Jurnal

oleh Wais Alqorni Fauzi 2215011039 -
Nama : Wais Alqorni Fauzi
NPM : 2215011039


Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara Republik Indonesia.
Kemajuan teknologi saat ini harus digunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Perkembangan Iptek yang ada dimanfaatkan untuk mempermudah proses belajar, untuk bertransaksi dan berbisnis dalam bidang bidang perdagangan. Kita harus melakukan penyaringan terhadap semua informasi yang masuk melalui media sosial, memblokir teman atau situs yang sering menampilkan konten pornografi dan kekerasan di media sosial dan menggunakan bahasa yang santun saat berkomentar terhadap suatu peristiwa baik di media online maupun di sosial media.