NAMA : IMTINAN SAFIRA IRENI
NPM : 2215012056
KELAS B
PRODI : S1 ARSITEKRUR
Demokrasi dapat dimaknai 'pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat'. Dalam konteks indonesia proses demokrasi berlangsung dipengaruhi faktor budaya, politik, perilaku aktor dan kekuatan-kekuatan politik. Proses demokrasi (demokratisasi) tersebut berlangsung relatif dinamis bahkan semakin pesat dan semarak. Tantangan pendalaman demokrasi semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik dan hukum juga kurang memadai. Demokrasi yang berlangsung di tingkar daerah menjadi landasan utama bagu berkembangnya demokrasi di tingkat nasional.
Tetapi demokrasi di Indonesia cenderung fluktatif dan tidak berfungsi secara teratur karena pilar-pilar pentingnya (pemilu, partai politik, civul society, media) belum berfungsi secara efektif dan maksimal. Tantangan pendalaman demokrasi akan semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik dan hukum juga kurang memadai. Kondisini ini kondisi ini tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas pemilu dan demokrasi tapi juga stabilitas nasional. Karena itu bisa disimpulkan bahwa semakin substansial demokrasi yang terbangun melalui pemilu akan semakin besar kemungkinan munculnya public trust dan pemilu yang damai. sebaliknya, semakin prosedural demokrasi yang terbangun melalui pemilu akan semakin besar pula ketidak percayaan publik dan semakin rentan pula sengketa/konflik yang akan muncul.
Walaupun ada beberapa masalah dalam sistem demokrasi Indonesia seperti korupsi dan ketidaksetaraan, demokrasi tetaplah bagian integral dari identitas dan masa depan Indonesia
NPM : 2215012056
KELAS B
PRODI : S1 ARSITEKRUR
Demokrasi dapat dimaknai 'pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat'. Dalam konteks indonesia proses demokrasi berlangsung dipengaruhi faktor budaya, politik, perilaku aktor dan kekuatan-kekuatan politik. Proses demokrasi (demokratisasi) tersebut berlangsung relatif dinamis bahkan semakin pesat dan semarak. Tantangan pendalaman demokrasi semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik dan hukum juga kurang memadai. Demokrasi yang berlangsung di tingkar daerah menjadi landasan utama bagu berkembangnya demokrasi di tingkat nasional.
Tetapi demokrasi di Indonesia cenderung fluktatif dan tidak berfungsi secara teratur karena pilar-pilar pentingnya (pemilu, partai politik, civul society, media) belum berfungsi secara efektif dan maksimal. Tantangan pendalaman demokrasi akan semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik dan hukum juga kurang memadai. Kondisini ini kondisi ini tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas pemilu dan demokrasi tapi juga stabilitas nasional. Karena itu bisa disimpulkan bahwa semakin substansial demokrasi yang terbangun melalui pemilu akan semakin besar kemungkinan munculnya public trust dan pemilu yang damai. sebaliknya, semakin prosedural demokrasi yang terbangun melalui pemilu akan semakin besar pula ketidak percayaan publik dan semakin rentan pula sengketa/konflik yang akan muncul.
Walaupun ada beberapa masalah dalam sistem demokrasi Indonesia seperti korupsi dan ketidaksetaraan, demokrasi tetaplah bagian integral dari identitas dan masa depan Indonesia