Posts made by Adhi Wahyu Kurnia

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal-2

by Adhi Wahyu Kurnia -
Nama: Adhi Wahyu Kurnia
NPM: 2211031142
Kelas AKT D

Analisis soal 2
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab: Menurut saya, Pancasila berperan sebagai landasan dan dasar dalam berpikir dan bertindak di kehidupan sehari hari. Penjabaran terkait sila-sila dalam Pancasila ialah;
- Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengingatkan kita untuk selalu taat dan beriman kepada Tuhan
- Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mengajarkan kita untuk bertindak serta bersikap sesuai dengan nilai dan norma sebagai cerminan moral bangsa..
- Sila Persatuan Indonesia, mengajak bangsa Indonesia untuk menjunjung tinggi persatuan tanpa membedakan ras, suku, dan agama
- Sila Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan Perwakilan, memberikan kita kebebasan dalam berpendapat serta mengajak kita untuk menghargai dan menghormati pendapat orang lain
- Sila keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, memberikan jaminan keadilan bagi rakyat Indonesia, serta mengajarkan kita untuk bersikap adil kepada sesama
B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab: Harapan saya para pemimpin harus memiliki sikap Pancasilais dan bertindak sesuai dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila agar dapat dijadikan contoh serta panutan bagi rakyat.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

by Adhi Wahyu Kurnia -
Nama: Adhi Wahyu Kurnia
NPM: 2211031142
Kelas AKT D

Analisis soal
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jawab: Penyebaran berita hoax melalui media sosial membuat berita tersebut tersebar dengan sangat cepat, hal ini disebabkan karena dengan media sosial dapat membuat semua hal menjadi viral dengan sangat mudah. dengan ini masyarakat diharapkan lebih waspada dalam menggunakan sosial media, dapat dengan bijak menyaring segala informasi yang ada, dan tidak mudah percaya tanpa mencari tahu faktanya.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawab: Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan cerminan dari nilai budaya dan juga moral masyarakat Indonesia. Apabila pengembangan iptek tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat memberikan ancaman bagi bangsa seperti dekadensi moral, perpecahan dan hilangnya nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila sangat penting dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimanakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab: dalam program studi akuntansi memerlukan penggunaan teknologi agar pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Tindakan yang dapat saya lakukan adalah menggunakan teknologi dengan bijak serta memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam hal yang positif

Akuntansi B Pancasila -> Forum Diskusi

by Adhi Wahyu Kurnia -
Nama: Adhi Wahyu Kurnia
NPM: 2211031142
S1 Akt D

Artikel 14 a
Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK
Rangkuman:
Ilmu pengetahuan dan teknologi dikembangkan dengan tujuan untuk memudahkan kehidupan manusia di berbagai bidang kehidupan.

Alasan Pentingnya Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Perkembangan IPTEK
Ilmu pengetahuan dan teknologi sejatinya memiliki keterkaitan dengan nilai budaya dan juga agama yang menjadi rambu-rambu dalam proses pengembangannya. Dimana pengembangan IPTEK harus senantiasa didasarkan pada nilai-nilai tersebut dan IPTEK menempatkan nilai budaya dan agama tersebut sebagai mitra dalam berdiskusi sebagai faktor eksternal pengembangan IPTEK.
Lima hal terkait Pancasila yang berkedudukan sebagai landasan kebijakan dari pengembangan ilmu pengetahuan :
• IPTEK yang dikembangkan haruslah menghormati keyakinan religius masyarakat Indonesia.
• IPTEK harus bertujuan untuk pengembangan manusia dan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan.
• IPTEK menjadi unsur yang menghomogenisasi budaya dan memperkuat persatuan serta mengembangkan pendidikan.
• Penguasaan IPTEK haruslas demokratis dan merata karena ini juga termasuk dalam sistem pendidikan di mana pendidikan itu sendiri merupakan tuntutan dan hak seluruh masyarakat.
• Kesenjangan dalam penguasaan IPTEK harus diminimalisir dan IPTEK harus merata dan mampu membantu masyarakat untuk menjadi lebih sejahtera.

Sedangkan Pancasila sebagai suatu landasan etika dalam pengembangan IPTEK adalah sebagai berikut :
• Pengembangan IPTEK yang berkaitan dengan manusia harus menghormati martabat manusia, misalnya dalam rekayasa genetik.
• Pengembangan IPTEK harus mampu menjadikan hidup manusia lebih unggul dan berkualitas baik dimasa sekarang maupun masa depan.
• Pengembangan IPTEK mampu membantu pemekaran komunitas masyarakat baik lokal, nasional maupun global.
• IPTEK harus terbuka karena sangat berkaitan dan memiliki dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
• IPTEK membantu penciptaan manusia yang semakin adil.
Tanggapan: Menurut saya, implementasi nilai-nilai dalam Pancasila sangat penting dalam pengembangan IPTEK, dikarenakan agar pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat tetap sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat dapat membuat masyarakat bijak dalam menggunakan teknologi sehingga dapat terhindar dari pengaruh negatif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Artikel 14 b
Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
Rangkuman:
Teori kebenaran Pancasila antara lain:
1. Teori koherensi
Bagi teori kebenaran ini, pernyataan dianggap benar jika pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Menurut Notonagoro (1975: 19), Pancasila dasar filsafat negara satu kesatuan, tersusun atas berbagai bagian, tetapi bagian itu tidak saling bertentangan. Semuanya menyusun hal yang baru dan utuh. Setiap bagian Pancasila merupakan bagian yang mutlak, jika dihilangkan satu bagian saja hilanglah halnya, sebaliknya terlepas dari halnya, Bagian tersebut dihilangkan kedudukan dan fungsinya. Selain itu, setiap sila Pancasila di dalamnya mengandung sila yang lainnya. Terdapat hubungan yang saling mengkualifikasi. Ketuhanan Yang Maha Esaadalah ketuhanan yang berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, dan berkeadilan. Begitu seterusnya dengan silayang lain pula. Hubungan satu kesatuan dan saling mengkualifikasi ini terjadi karena tidak ada pertentangan sila yang satu dengan sila yang lainnya, hubungan sila kesatu sampai sila kelima bersifat runtut.
2. Teori korespondensi
Menurut teori korespondensi ini, satu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Sistem filsafat Pancasila dinyatakan sebagai jiwa bangsa Indonesia, berkepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa dan pedoman hidup bangsa. Hal ini benar jika sesuai dengan kenyataan sehari-hari (Bakry, 1994: 49). Hal ini tepat pendapat Notonagoro (1975: 17), bahwa bangsa Indonesia ber-Pancasila dalam triprakara, yakni Pancasila adat kebudayaan, religius, dan kenegaraan. Kenyataan ini bisa dilihat dalam dinamika hidup sehari-hari masyarakat dan bangsa Indonesia.
Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal dapat menjadi sumber landasan pemecahan masalah kenyataan hidup sehari-hari. Menurut Notonagoro, ada hubungan yang mutlak antara Pancasila dengan bangsa Indonesia, yaitu hubungan sebab-akibat (Soeprapto, 1994: 53). Segala sesuatu mulai dari kepribadian bangsa dan kehidupan bermasyarakat harus sesuai dengan hakikat yang terdapat dalam sebabnya. Maka kebenaran menurut pragma filsafat Pancasila, bahwa kandungan pernyataan sila-sila Pancasila harus cocok, sesuai, terjelma dalam keadaan senyatanya bermasyarakat dan bernegara. Sila-sila dalam Pancasila berkesuaian atau koresponden dengan objek yang dituju.
3. Teori pragmatik
Menurut teori ini, nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak. Teori ini tercermin dalam Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filsafat Pancasila berfungsi secara praktis. Fakta sejarah telah membuktikan, baik sejak proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara maupun dalam menghadapi berbagai pemberontakan, dengan jiwa Pancasila ini persatuan dan kesatuan tetap terjaga (Bakry, 1994: 49). Para penganut Pancasila percaya akan kebenaran Pancasila, karena Pancasila bersifat fungsional dalam mempersatukan bangsa Indonesia.
Tanggapan; Menurut saya, dari uraian di atas menunjukkan bahwa Pancasila memenuhi kebenaran ilmiah secara koherensi, korespondensi, dan pragmatik yang saling melengkapi yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan ilmu.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Adhi Wahyu Kurnia -
Nama: Adhi Wahyu Kurnia
NPM: 2211031142
S1 AKT D

Analisis Jurnal
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memang memberikan banyak kemudahan bagi kehidupan manusia. Tetapi, perkembangan iptek ini juga dapat memberikan dampak negatif pula pada kehidupan manusia dan dapat mempengaruhi manusia secara fisik dan moral manusia. Oleh karena itu, diperlukan Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai sumber nilai dan moral, dan sebagai sumber nilai historis, sosiologi dan politik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sehingga urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.
Dengan adanya Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan keilmuan agar sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia diharapkan pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimiliki bangsa Indonesia

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Video

by Adhi Wahyu Kurnia -
Nama: Adhi Wahyu Kurnia
NPM: 2211031142
Kelas S1 Akt D

Analisis video Pancasila Sebagai Dasar Nilai dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

IPTEK merupakan hasil karya manusia yang dibuat guna membantu manusia dalam menjalankan kegiatannya. IPTEK sendiri dapat memiliki dampak positif dan juga negatif
Pancasila pada dasarnya merupakan rumusan dan pedoman dasar bernegara dan berbangsa bagi rakyat Indonesia.

Nilai-nilai dalam Pancasila yang menjadi dasar etika dalam perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi ialah
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
IPTEK diharapkan tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan dan diciptakan tetapi juga mempertimbangkan akibatnya apakah merugikan manusia disekitar atau tidak
2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
memberikan nilai moralitas bagi manusia sehingga dalam mengembangkan IPTEK dapat memiliki sikap beradab dan juga bermoral
3. Sila Persatuan Indonesia
Pengembangan IPTEK hendaknya juga dapat mengembangkan sikap nasionalisme
4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya pengembangan teknologi harus dapat menghargai dan menghormati kebebasan orang lain.
5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusian.