གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ MULYA ANGGRAINY IBRAHIM

Nama : mulya anggrainy ibrahim
NPM : 2255012006
Kelas : B

Perkembangan Demokrasi Masa Revolusi Kemerdekaan : demokrasi pada masa ini terbilang terbatas.

1) perkembangan demokrasi parlementer (1945-1959)
Masa ini adalah masa paling jaya demokrasi di Indonesia, karena hampir semua elemen demokrasi dapat di temukan dalam perwujudan kehidupan politik Indonesia. Namun, pada masa ini juga disebut gagal karena dominan nya aliran politik sehingga terjadi banyak konflik antar aliran partai, soisal ekonomi yang masih lemah, adanya ketidaksukaan terhadal proses politik oleh Soekarno dan kalangan angkatan darat.

2) Demokrasi terpimpin (1959-1965)
Politik diwarnai tolak ukur yg kuat antata 3 kekuatan politik utama yaitu ABRI, Soekarno, PKI.

3) Demokrasi pemerintahan orde baru (demokrasi pancasila)
Pada 3th awal kekuasaan seperti di berikan kepada kekuatan kemasyarakatan, namun setelahnya menjadi peranan abri yang dominan, birokrasi dan sentralisasi pembgambilan keputusan politik, pembatasan peran fungsi parpol, camour tangan pemerintah dalam masalah parpol dan publik, masa mengambang, monolitisasi ideologi negara, dll.

4) Demokrasi pada masa reformasi (1998-sekarang)
Demokrasi pada masa ini adalah demokrasi pancadjla6bamun berbeda dengan masa orba dna sedikit mirip demokrasi parlementer. Diawali dengan lengsernya persiden soeharto karena adanya krisis moneter yang menyebabkan kerusuhan (tragedi trisakti) dll.
Ciri-ciri :
-Pemilu lebih demokratis dari sebelumnya.
-Rotasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampai desa.
-pola rekruitmen politik terbuka
-terjamin hak berpendapat
Nama : Mulya Anggrainy Ibrahim
Npm : 2255012006
Kelas : b

demokrasi bisa terlihat gaduh dan berisik, prinsip dasarnya yang mendorong kebebasan berbicara, partisipasi publik, dan akuntabilitas pemerintah merupakan pondasi yang penting untuk menjaga keseimbangan kekuasaan, mencegah penyalahgunaan kekuasaan, dan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dalam demokrasi yang baik, perbedaan pendapat dapat dikelola dengan bijaksana melalui dialog, diskusi yang konstruktif, dan penghormatan terhadap hak-hak individu, sehingga dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik bagi masyarakat secara keseluruhan.

Keberhasilan pemilu tidak lepas dari kemauan mereka yang berkecimpung di segala bidang, terutama bidang politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan. Namun, masih banyak persoalan yang dapat
membahayakan penyelenggaraan pemilu yang demokratis. Oleh Karena itu perlu dilakukan survei secara menyeluruh menjelang Pilkada 2019 yang berlangsung bersamaan untuk mendapatkan gambaran peta posisi para operator. Kerangka keamanan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya dan politik yang relatif stabil dan stabil mendukung terselenggaranya pemilu yang demokratis.