NAMA : I KETUT FIRDAN SLOKANTARA
NPM : 2255012004
KELAS : B ( S-1 ARSITEKTUR)
Beberapa poin penting yang bisa diambil dari jurnal tersebut adalah:
Fluktuasi dan ketidakteraturan dalam konsolidasi demokrasi: Konsolidasi demokrasi di Indonesia cenderung fluktuatif dan belum berjalan secara teratur. Hal ini disebabkan oleh ketidakberfungsian pilar-pilar penting demokrasi, seperti pemilu, partai politik, civil society, dan media massa.
Pentingnya pemilu: Pemilu merupakan salah satu pilar penting dalam demokrasi, karena pemilu memfasilitasi suksesi kepemimpinan dan mengoreksi kinerja pemerintahan. Namun, pemilu juga memerlukan unsur kejujuran, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas.
Tantangan terkait pemilu: Ada beberapa tantangan dalam pemilu di Indonesia, seperti politisasi identitas, politisasi birokrasi, politik uang, dan masalah tata kelola pemilu. Masalah ini dapat menghambat proses konsolidasi demokrasi dan menyebabkan ketidakpuasan serta konflik.
Kepercayaan publik: Kepercayaan publik terhadap lembaga dan penyelenggara pemilu, parpol, dan institusi penegak hukum sangat penting dalam membangun demokrasi yang berkualitas. Trust building atau membangun kepercayaan merupakan aspek penting dalam konsolidasi demokrasi.
Peran stakeholders: Proses pendalaman demokrasi memerlukan peran penting dari stakeholders terkait pemilu, seperti partai politik, penyelenggara pemilu, pemerintah, institusi penegak hukum, civil society, media massa, dan lembaga survey. Independensi, kedewasaan, dan partisipasi kekuatan sosial tersebut sangat diperlukan.
Kompleksitas pemilu: Pemilu serentak yang kompleks dan tingkat kerumitannya menjadi tantangan besar dalam konsolidasi demokrasi di Indonesia. Pemilu yang berkualitas memerlukan parpol dan koalisi parpol yang berkualitas, serta penekanan pada nilai-nilai demokrasi.
Secara keseluruhan, hal tersebut menggambarkan bahwa konsolidasi demokrasi di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan yang perlu diatasi. Peningkatan kualitas pemilu, partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat, peningkatan kepercayaan publik, dan penegakan nilai-nilai demokrasi yang substansial menjadi kunci dalam memperkuat demokrasi di Indonesia.