Nama: Fadillah Miranda Putri
NPM : 2213054048
Kelas: 3B
Apa yang kalian ketahui tentang Komunikasi Non Verbal terkait Kinesik dan Gesture?
Komunikasi Non Verbal
Komunikasi nonverbal adalah semua isyarat yang bukan kata-kata. Pesan-pesan nonverbal sangat berpengaruh terhadap komunikasi. Pesan atau simbol-simbol nonverbal sangat sulit untuk ditafsirkan dari pada simbol verbal. Bahasa verbal sealur dengan bahasa nonverbal, contoh ketika kita mengatakan "ya" pasti kepala kita mengangguk. Komunikasi nonverbal lebih jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan.
Komunikasi nonverbal jauh lebih banyak dipakai daripada komuniasi verbal. Komunikasi nonverbal bersifat tetap dan selalu ada.
Komunikasi nonverbal meliputi semua aspek komunikasi selain kata-kata sendiri seperti bagaimana kita mengucapkan kata-kata (volume), fitur, lingkungan yang mempengaruhi interaksi (suhu, pencahayaan), dan benda-benda yang mempengaruhi citra pribadi dan pola interaksi (pakaian, perhiasan, mebel).
Sebuah studi yang dilakukan Albert Mahrabian (1971) yang menyimpulkan bahwa tingkat kepercayaan dari pembicaraan orang hanya 7% berasal dari bahasa verbal, 38% dari vocal suara, dan 55% dari ekspresi muka. la juga menambahkan bahwa jika terjadi pertentangan antara apa yang diucapkan seseorang dengan perbuatannya, orang lain cenderung mempercayai hal-hal yang bersifat nonverbal.
- Kinesik
Bahasa non verbal kinesik merupakan pesan menggunakan gerakan-gerakan anggota tubuh. Kinesik mengkaji gerakan tubuh yang ikut berperan dalam fungsi komunikasi Ray L Birdwhistell (dalam Maulana 2017) (Budyatna and Ganiem 2011) pelopor studi bahasa non verbal, membagi kinesik ke dalam tiga ragam yaitu gerak tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata. Kinesik menjadi bahasa non verbal yang mudah dan sering ditemukan dalam konteks kegiatan belajar dan mengajar, baik di jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, maupun tingkat perguruan tinggi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di PAUD, kedua kelas melakukan ketiga bahasa non verbal tersebut dalam pembelajaran.
Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frasa. Beberapa bentuk dari kinestetik yaitu:
a) Emblem, yaitu gerakan tubuh yang secara langsung dapat diterjemahkan kedalam pesan verbal tertentu. Biasanya berfungsi untuk menggantikan sesuatu. Misalnya menggangguk sebagai tanda setuju; telunjuk di depan mulut tanda jangan berisik.
b) llustrator, yaitu gerakan tubuh yang menyertai pesan verbal untuk menggambarkan pesan sekaligus melengkapi serta memperkuat pesan. Biasanya dilakukan secara sengaja.
c) Affect displays, yaitu gerakan tubuh khususnya wajah yang memperlihatkan perasaan dan emosi. Seperti misalnya sedih dan gembira, lemah dan kuat, semangat dan kelelahan, marah dan takut. Terkadang diungkapkan dengan sadar atau tanpa sadar. Dapat mendukung atau berlawanan dengan pesan verbal.
d) Regulator, yaitu gerakan nonverbal yang digunakan untuk mengatur memantau memelihara atau mengendalikan pembicaraan orang lain. Regulator terikat dengan kultur dan tidak bersifat universal, Misalnya, ketika kita mendengar orang berbicara, kita menganggukkan kepala, mengkerutkan bibir, dan fokus mata.
e) Adaptor, yaitu gerakan tubuh yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan fisik dan mengendalikan emosi. Dilakukan bila seseorang sedang sendirian dan tanpa disengaja. Misalnya, menggigit bibir, memainkan pensil ditangan, garuk- garuk kepala saat sedang cemas dan bingung.
Selain gerakan tubuh, ada juga gerakan mata (gaze) dalam komunikasi nonverbal. Gaze adalah penggunaan mata dalam proses komunikasi untuk memberi informasi kepada pihak lain dan menerima informasi pihak lain. Fungsi gaze diantaranya mencari unpan balik antara pembicara dan pendengar, menginformasikan pihak lain untuk berbicara, mengisyarakatkan sifat hubungan (hubungan positif bila pandangan terfokus dan penuh perhatian. Hubungan negatif bila terjadi penghindaran kontak mata), dan berfungsi penginderaan. Misalnya saat bertemu pasangan yang bertengkar, pandangan mata kita alihkan untuk menjaga privasi mereka.
- Gesture
Gerak tubuh guru di kelas dalam pembelajaran di PAUD sangat beragam Hal tersebut merupakan cara guru agar pembelajaran semakin konkret dan mudah diintepretasikan. Perkembangan kognitif peserta didik PAUD atau usia 4-5 tahun menuntut pembelajaran senyata mungkin. Hal tersebut dikarenakan di tahap usia 4-5 tahun, peserta didik sedang berada pada fase operasional konkret, tahap utama dalam penanaman pemikiran yang rasional dan operasional (Ramadhan 2017), Pembelajaran kontekstual untuk peserta didik PAUD didukung oleh penggunaan gerak tubuh. Gerak tubuh dalam pembelajaran memiliki pembagian berdasarkan fungsi penggunaannya. Ekman dan Friesen (dalam Aghnadya, Nursih, and Prasetya 2015) mengkategorikan fungsi dari gerak tubuh terdiri tiga macam yaitu fungsi emblem, fungsi illustrator, dan fungsi adaptor. Berdasarkan hasil observasi, guru menggunakan gerak tubuh untuk memenuhi tiga fungsi tersebut.
a) Fungsi emblem
Digunakan untuk menggambarkan makna tertentu. Hal tersebut tampak ketika pembelajaran guru mengacungkan telunjuk ke depan bibirnya dalam konteks keadan peserta didik yang ramai, dengan tujuan agar peserta didik tidak bicara satu sama lain.
b) Fungsi illustrator
Digunakan untuk menunjukkan atau memperjelas suatu contoh. Guru PAUD menggunakan bahasa gerak tubuh ketika proses belajar sambil bernyanyi, nyanyian di PAUD menggunakan gerakan-gerakan yang diciptakan oleh guru untuk sebagai bentuk aktifitas motorik peserta didik (Wulandari 2017). Salah satu contoh yang ditemukan dalam observasi adalah guru menggambarkan kata 'atap' dalam lagu dengan mempertemukan kedua tangan pada jari telunjuk, tengah dan manis dalam keadaan mirng sehingga menyerupai atap rumah. Bahasa non verbal gerak tubuh yang mudah terlihat dalam pembelajaran yaitu gerak tubuh yang memiliki fungsi adaptor.
c) Fungsi gerak tubuh adaptor
Merupakan gerak tubuh yang mengarah pada makna spesifik atau tujuan yang sebenarnya, seperti halnya ketika dalam pembelajaran guru merapikan rambut atau seragam peserta didik yang berantakan agar penampilan mereka tetap rapi.
NPM : 2213054048
Kelas: 3B
Apa yang kalian ketahui tentang Komunikasi Non Verbal terkait Kinesik dan Gesture?
Komunikasi Non Verbal
Komunikasi nonverbal adalah semua isyarat yang bukan kata-kata. Pesan-pesan nonverbal sangat berpengaruh terhadap komunikasi. Pesan atau simbol-simbol nonverbal sangat sulit untuk ditafsirkan dari pada simbol verbal. Bahasa verbal sealur dengan bahasa nonverbal, contoh ketika kita mengatakan "ya" pasti kepala kita mengangguk. Komunikasi nonverbal lebih jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan.
Komunikasi nonverbal jauh lebih banyak dipakai daripada komuniasi verbal. Komunikasi nonverbal bersifat tetap dan selalu ada.
Komunikasi nonverbal meliputi semua aspek komunikasi selain kata-kata sendiri seperti bagaimana kita mengucapkan kata-kata (volume), fitur, lingkungan yang mempengaruhi interaksi (suhu, pencahayaan), dan benda-benda yang mempengaruhi citra pribadi dan pola interaksi (pakaian, perhiasan, mebel).
Sebuah studi yang dilakukan Albert Mahrabian (1971) yang menyimpulkan bahwa tingkat kepercayaan dari pembicaraan orang hanya 7% berasal dari bahasa verbal, 38% dari vocal suara, dan 55% dari ekspresi muka. la juga menambahkan bahwa jika terjadi pertentangan antara apa yang diucapkan seseorang dengan perbuatannya, orang lain cenderung mempercayai hal-hal yang bersifat nonverbal.
- Kinesik
Bahasa non verbal kinesik merupakan pesan menggunakan gerakan-gerakan anggota tubuh. Kinesik mengkaji gerakan tubuh yang ikut berperan dalam fungsi komunikasi Ray L Birdwhistell (dalam Maulana 2017) (Budyatna and Ganiem 2011) pelopor studi bahasa non verbal, membagi kinesik ke dalam tiga ragam yaitu gerak tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata. Kinesik menjadi bahasa non verbal yang mudah dan sering ditemukan dalam konteks kegiatan belajar dan mengajar, baik di jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, maupun tingkat perguruan tinggi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di PAUD, kedua kelas melakukan ketiga bahasa non verbal tersebut dalam pembelajaran.
Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frasa. Beberapa bentuk dari kinestetik yaitu:
a) Emblem, yaitu gerakan tubuh yang secara langsung dapat diterjemahkan kedalam pesan verbal tertentu. Biasanya berfungsi untuk menggantikan sesuatu. Misalnya menggangguk sebagai tanda setuju; telunjuk di depan mulut tanda jangan berisik.
b) llustrator, yaitu gerakan tubuh yang menyertai pesan verbal untuk menggambarkan pesan sekaligus melengkapi serta memperkuat pesan. Biasanya dilakukan secara sengaja.
c) Affect displays, yaitu gerakan tubuh khususnya wajah yang memperlihatkan perasaan dan emosi. Seperti misalnya sedih dan gembira, lemah dan kuat, semangat dan kelelahan, marah dan takut. Terkadang diungkapkan dengan sadar atau tanpa sadar. Dapat mendukung atau berlawanan dengan pesan verbal.
d) Regulator, yaitu gerakan nonverbal yang digunakan untuk mengatur memantau memelihara atau mengendalikan pembicaraan orang lain. Regulator terikat dengan kultur dan tidak bersifat universal, Misalnya, ketika kita mendengar orang berbicara, kita menganggukkan kepala, mengkerutkan bibir, dan fokus mata.
e) Adaptor, yaitu gerakan tubuh yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan fisik dan mengendalikan emosi. Dilakukan bila seseorang sedang sendirian dan tanpa disengaja. Misalnya, menggigit bibir, memainkan pensil ditangan, garuk- garuk kepala saat sedang cemas dan bingung.
Selain gerakan tubuh, ada juga gerakan mata (gaze) dalam komunikasi nonverbal. Gaze adalah penggunaan mata dalam proses komunikasi untuk memberi informasi kepada pihak lain dan menerima informasi pihak lain. Fungsi gaze diantaranya mencari unpan balik antara pembicara dan pendengar, menginformasikan pihak lain untuk berbicara, mengisyarakatkan sifat hubungan (hubungan positif bila pandangan terfokus dan penuh perhatian. Hubungan negatif bila terjadi penghindaran kontak mata), dan berfungsi penginderaan. Misalnya saat bertemu pasangan yang bertengkar, pandangan mata kita alihkan untuk menjaga privasi mereka.
- Gesture
Gerak tubuh guru di kelas dalam pembelajaran di PAUD sangat beragam Hal tersebut merupakan cara guru agar pembelajaran semakin konkret dan mudah diintepretasikan. Perkembangan kognitif peserta didik PAUD atau usia 4-5 tahun menuntut pembelajaran senyata mungkin. Hal tersebut dikarenakan di tahap usia 4-5 tahun, peserta didik sedang berada pada fase operasional konkret, tahap utama dalam penanaman pemikiran yang rasional dan operasional (Ramadhan 2017), Pembelajaran kontekstual untuk peserta didik PAUD didukung oleh penggunaan gerak tubuh. Gerak tubuh dalam pembelajaran memiliki pembagian berdasarkan fungsi penggunaannya. Ekman dan Friesen (dalam Aghnadya, Nursih, and Prasetya 2015) mengkategorikan fungsi dari gerak tubuh terdiri tiga macam yaitu fungsi emblem, fungsi illustrator, dan fungsi adaptor. Berdasarkan hasil observasi, guru menggunakan gerak tubuh untuk memenuhi tiga fungsi tersebut.
a) Fungsi emblem
Digunakan untuk menggambarkan makna tertentu. Hal tersebut tampak ketika pembelajaran guru mengacungkan telunjuk ke depan bibirnya dalam konteks keadan peserta didik yang ramai, dengan tujuan agar peserta didik tidak bicara satu sama lain.
b) Fungsi illustrator
Digunakan untuk menunjukkan atau memperjelas suatu contoh. Guru PAUD menggunakan bahasa gerak tubuh ketika proses belajar sambil bernyanyi, nyanyian di PAUD menggunakan gerakan-gerakan yang diciptakan oleh guru untuk sebagai bentuk aktifitas motorik peserta didik (Wulandari 2017). Salah satu contoh yang ditemukan dalam observasi adalah guru menggambarkan kata 'atap' dalam lagu dengan mempertemukan kedua tangan pada jari telunjuk, tengah dan manis dalam keadaan mirng sehingga menyerupai atap rumah. Bahasa non verbal gerak tubuh yang mudah terlihat dalam pembelajaran yaitu gerak tubuh yang memiliki fungsi adaptor.
c) Fungsi gerak tubuh adaptor
Merupakan gerak tubuh yang mengarah pada makna spesifik atau tujuan yang sebenarnya, seperti halnya ketika dalam pembelajaran guru merapikan rambut atau seragam peserta didik yang berantakan agar penampilan mereka tetap rapi.