Kiriman dibuat oleh Rejeki CHARISTIAS SIREGAR

Nama : Rejeki Charistias Siregar
NPM : 2213032081

1. PENGARUH CIVIC DISPOSITION TERHADAP ETIKA DIGITAL
MAHASISWA PPKn SEBAGAI GENERASI Z, Oleh Nakita Viorova Rupawan

2. PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PENGUATAN CIVIC
DISPOSITION PESERTA DIDIK SMP WIYATA BHAKTI NATAR
LAMPUNG SELATAN, Oleh Annisya Fauziati

3. PENGARUH KETERGANTUNGAN MEDIA INTERNET
TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
PADA MAHASISWA DI KOTA PEKANBARU, Oleh RISKA MELIYANI
Nama : Rejeki Charistias Siregar
NPM : 2213032081

Tujuan penyusunan kajian pustaka sangat penting dalam rangkaian penelitian, karena berfungsi untuk memberikan gambaran mendalam tentang topik yang akan diteliti. Kajian pustaka membantu peneliti memahami konteks dan permasalahan dalam bidang studi yang dipilih, serta menjawab tantangan yang mungkin muncul saat memulai penelitian. Selain itu, kajian pustaka melakukan sintesis dan evaluasi terhadap hasil penelitian terdahulu, sehingga peneliti tidak hanya menyajikan daftar publikasi tetapi juga mengintegrasikan dan mengkritisi literatur yang ada. Hal ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi kekosongan penelitian (research gap) yang belum pernah ditangani sebelumnya, sehingga penelitian yang dilakukan memiliki ciri khas dan kontribusi yang signifikan. Dengan demikian, penyusunan kajian pustaka juga berfungsi untuk membangun pemikiran baru dari hasil analisis terhadap literatur, memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan ilmu pengetahuan secara keseluruhan.
Bagaimana Tinjauan Pustaka sangat dibutuhkan, termasuk dalam penelitian yang akan saya lakukan dimana saya harus melakukan tinjauan pustaka terlebih dahulu dari variabel-variabel yang ada yaitu Konten Negatif dan Civic Virtue Mahasiswa PPKn Universitas Lampung, dimana saya harus mengkritisi literatur-literatur terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan variabel penelitian yang akan saya lakukan.
Nama : Rejeki Charistias Siregar
NPM: 2213032081

Permasalahan seks bebas pada generasi muda dapat menyebabkan dampak negatif seperti penyebaran penyakit menular seksual dan kehamilan tidak diinginkan.
Selain itu, permasalahan seks bebas pada generasi muda juga dapat merusak hubungan interpersonal, memicu konflik nilai, dan berdampak pada aspek psikologis. Pentingnya membangun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, serta memasukkan pendekatan nilai-nilai moral dan etika dalam pendidikan, dapat membantu mengatasi permasalahan ini.

Penting juga untuk mendorong pengembangan keterampilan interpersonal, pemahaman tentang keintiman yang sehat, dan mempromosikan sikap saling menghormati antarindividu. Program pemberdayaan diri yang memfokuskan pada peningkatan kepercayaan diri dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab juga bisa menjadi bagian dari solusi.

Peran media sosial dan budaya populer juga perlu diperhatikan dalam membentuk pandangan dan perilaku generasi muda terkait seksualitas. Pendidikan media yang kritis dan pemahaman tentang pengaruhnya dapat membantu mencegah pandangan yang tidak sehat atau stereotip tentang seks.

Intervensi komprehensif melibatkan kerjasama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan dapat membentuk lingkungan yang mendukung perkembangan positif generasi muda dalam menghadapi isu seksualitas.