གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Aprita Fahria Zahra 2213053259

Nama : Aprita Fahria Zahra
NPM : 2213053259
Kelas : 3H

Analisis Video 4

Pelajar Anti Korupsi

Hanafi adalah seorang pelajar dari SMKN 3 Wonosari. Hanafi dimintai untuk mem-foto copy kertas sebanyak 5rb dan hanafi meminta nota kepada tukang fotocopy, tetapi Hanafi menulisnya sebanyak 10rb di dalam nota. Kebiasaan buruk Hanafi yaitu membuat nota palsu.

Saat sedang istirahat, seorang teman Hanafi bernama Bayu mengajak Hanafi berbicara tentang maraknya kasus korupsi di Indonesia, ia khwatir di sekolah juga ada yang melakukan korupsi. Bayu juga menjelaskan apa yang disampaikan oleh ustadnya tentang apabila memakan menggunakan uang korupsi maka akan menjadi penyakit didalam tubuh.

Hanafi tersadar apakah badan nya terasa sakit karena memakan uang korupsi. Akhirnya Hanafi pun mengakui kepada temannya atas kesalahannya korupsi uang kas, ia berjanji akan mengembalikan uang tersebut.
Nama : Aprita Fahri Azzahra
NPM : 213053259
Kelas : 3H

Analisis Video 3

Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia

Salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia ialah di negri sakura, Jepang.

1. Kebersihan sejak dini
Jepang mengharuskan semua siswa bertanggunng jawab atas kebersihan kelas mereka sendiri, hal ini agar para siswa berbagi tanggung jawab dan peka terhadap lingkungan yang kotor, kalau di Indonesia kebersihan dini tidak masuk ke dalam kurikulum.

2. Makan Bersama
Kegiatan makan bersama di Jepang dilakukan untuk membangun hubungan positif antara siswa dengan siswa dan juga siswa dengan guru.

3. Mata Pelajaran Sedikit
Indonesia terkenal dengan jumlah mata pelajaran yang sangat banyak, kalau di Jepang mata pelajarannya sedikit dan tidak dilakukan berulang dalam seminggu.

4. Pendidikan Karakter
Jepang tidak terdapat ujian, tetapi di fokuskan untuk belajar pendidikan karakter seperti sopan santun, tolong menolong, hal ini dilakukan karena pemerintah jepang percaya kalau pendidikan karakter inilah yang akan membantu pendidikan mereka nantinya.

5. Membaca
Minat membaca di Indonesia sangat rendah, Namun di Jepang memiliki minat baca yang tinggi.

6. Perlengkapan Sekolah
Perlengkapan di Jepang sangat diperhatikan mulai dari tas, sepatu, dll sudah di siapkan oleh pemerintah.

7. Seragam Sekolah
Seragam sekolah di Indonesia lebih rumit, sedangkan di Jepang hanya memiliki 1 seragam.

Namun terdapat kekurangan dalam pembelajaran di Jepang, yaitu tekanan sistem pembelajaran yang sangat kejam, sehingga tingkat bunuh diri di Jepang sangat tinggi
Nama : Aprita Fahria Zahra
Npm : 2213053259
Kelas : 3H

Analisis Video 2

Potret Pendidikan di Dusun Terpencil

Para siswa SD Negeri Glak kabupaten Sikka membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah pasalnya sekolah yang terletak di sebuah dusun terpencil ini terpaksa harus melakukan kegiatan belajar-mengajar di teras kelas. Teras dipakai sebagai ruang kelas lantaran ketiadaan ruang kelas sekolah yang terletak di kaki gunung api gone ini hanya memiliki 6 ruangan dimana 5 ruangan dipakai sebagai ruang kelas dan 1 ruangan sebagai ruang guru bahkan kelas perpustakaan saja tak dimiliki sekolah ini meski begitu para siswa tetap bersemangat untuk bersekolah setiap hari mereka harus berjalan kaki hingga 2km guna bisa belajar di sekolah mengalami di masa pandemi covid 19 ini ketika pemerintah aktif mengkampanyekan belajar dari sekolah ini tak mampu melaksanakannya.

Di wilayah ini belum ada jaringan telekomunikasi sama sekali, karena itu pihak sekolah terpaksa tetap melakukan kegiatan di sekolah, kekurangan ruang belajar ruang kelas mengontrol konsumsi hujan bagaimana kalau musim hujan anak-anak yang belajar di luar tidak bisa belajar karena hujan angin. Mereka harus berteduh dibawah pohon karena panas matahari tembus langsung. Harapan saya kepada pemerintah supaya pemerintah segera membangunkan satu ruang kelas supaya anak aman belajar. Pihak sekolah pun berharap pemerintah bisa membuka mata melihat keadaan mereka dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan saudara kita
Nama : Aprita Fahria Zahra
NPM : 2213053259

Analisis Video 1

Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan

Martencis Veronica Siregar adalah seorang pengajar muda dari gerakan indonesia mengajar yang di tempatkan di desa Tanjung Matol, Kalimantan Utara, sebelumnya ia adalah seorang relawan peduli HIV/AIDS di Jayapura, Papua. Sudah hampir 6 bulan ia menjadi guru kelas 1 SD dan mengajar les untuk anak kelas 6 SD. Ia mengaku belum pernah tinggal di daerah pelosok sepeti Tanjung Matol sehingga tak jarang orang tuanya pun merasa khawatir dengan keadaannya. Tanjung Matol berada di daerah Kecamatan Sembakung, Nunukan. Waktu tempuh yaitu 7 jam dari kabupaten. Anak-anak di Tanjung Matol jarang melanjutkan pendidikan ketika telah lulus SD, karena para orang tua yang belum sadar akan pentingnya pendidikan. Banyak anak menikah di usia muda ketika lulus SD di desa tempat ia mengajar. Martencis Siregar memiliki cita-cita untuk membekali anak-anak di daerah tersebut dengan pendidikan agar masa depannya lebih baik. Ia mengajar di SDN 11 Sembakung, karena belum terdapat Tk dan PAUD di desa tempatnya mengajar. Sebagai bentuk apresiasi siswa yang berprestasi ia mengajak siswa pergi berjalan-jalan keluar dari Tanjung Matol untuk mengetahui cerita tentang dunia luar. Warga Matol biasa mencari makan dengan meramu dan berburu. Martencius Siregar bertemu dengan seorang perempuan bernama Loly, gadis berusia 18 tahun yang memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan di desa Matol meskipun ia hanya lulusan sekolah menengah atas dan ialah yang membantu Martencis mengajar anak anak di Sekolah Dasar. Tidak hanya Loly, tetapi juga guru-guru yang penuh semangat seperti Bapak kepala sekolah. Bersama orang-orang hebat seperti mereka kelak masa depan anak-anak Tanjung Matol dapat terukir. Berada di tapal batas negara, namun cita cita anak desa Matol melintasi pelosok negara.
Nama : Aprita Fahria Zahra
NPM : 2213053259
Kelas : 3H

Perbedaan Kriteria Nilai Hard Skill dan Kriteria Soft Skill

1. Hard Skill
Hard Skill adalah sebuah kemampuan yang dapat setiap orang asah melalui berlatih dan juga menempuh jenjang pendidikan. Kemampuan ini dapat kamu pelajari menyesuaikan dengan minat serta bidang yang kamu pilih dalam program studi di kuliah ataupun mengikuti berbagai kursus. Hard skill juga dapat diasah melalui pendidikan perkuliahan, mengikuti kursus, serta pelatihan untuk menguasai suatu keahlian.

•Kriteria nilai hardskill adalah kemampuan teknis atau kemampuan spesifik yang diperlukan untuk melakukan tugas tertentu. Contoh dari hardskill adalah kemampuan memprogram, mengoperasikan mesin, dan menganalisis data.
~Nilai hardskill dapat diukur dengan standar tertentu seperti sertifikat atau lisensi. Dalam beberapa kasus, nilai hardskill juga dapat diukur menggunakan tes atau proyek.
~Nilai hardskill lebih mudah diperoleh melalui pendidikan formal atau latihan teknis tertentu. Contoh pendidikan formal seperti perguruan tinggi atau sekolah vokasi, sedangkan untuk pelatihan teknis bisa dilakukan di akademi atau lembaga pelatihan.
~Nilai hardskill lebih umum digunakan dalam pekerjaan yang melibatkan tugas teknis dan yang memerlukan tingkat spesialisasi yang tinggi

B. Soft Skill
Soft Skill adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu secara alami yang mencakup kecerdasan, baik emosional maupun sosial, komunikasi atau berinteraksi dengan individu lain, dan semacamnya. Dalam hal ini, soft skill adalah karakter bawaan individu.

•Kriteria Soft Skill
Memuat komunikasi efektif, berpikir kreatif, dan kritis, membangun tim, serta kemampuan lainnya yang berkaitan dengan kapasitas kepribadian individu.

~Sifatnya abstrak, merupakan kemampuan yang lebih abstrak dan sulit diukur secara langsung. Contohnya termasuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, kreativitas, dan empati.
~Lebih sulit diukur, penilaian softskill seringkali lebih subjektif dan sulit diukur secara langsung. Mereka melibatkan aspek-aspek seperti sikap, perilaku, dan interaksi antar manusia.
~Lebih sulit diajarkan, meskipun softskill dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan pengalaman, mereka cenderung lebih sulit diajarkan daripada hardskill. Mereka seringkali berkaitan dengan kepribadian dan cara seseorang berinteraksi dengan orang lain.
~Universal dan berlaku luas, softskill adalah keterampilan yang berlaku luas dan dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan, baik dalam karier maupun dalam kehidupan sehari-hari.