Kinaya Gita Syafiri (2216031129) Reguler A
A. Pada pengwujudannya etika politik yang diharapkan membuat elit politik dan pejabat negara untuk bersikap jujur, amanah, siap melayani, memiliki keteladanan, rendah hati, berjiwa besar dan siap mundur dari jabatan apabila terbukti melakukan kesalahan dan secara moral kebijakannya bertentangan dengan hukum dan rasa keadilan dalam masyarakat. Tetapi pada sistem etika perilaku politik saat ini banyak eksperimen ketatanegaraan yang memunculkan paradoks dimana-mana. Konstelasi perpolitikan di Indonesia di satu sisi menunjukkan ciri-ciri egalitarian, namun pada saat bersamaan juga menampilkan elitisme dengan lahirnya dinasti perpolitikan di sejumlah daerah. Partai-partai politik tumbuh tenggelam, tetapi keberadaan mereka sama sekali tidak berkorelasi positif dengan kelahiran baru figur-figur pemimpin yang andal dan mampu merebut kepercayaan publik. Kepercayaan terhadap lembagalembaga negara dan aparatur di dalamnya juga tidak kunjung meningkat, seiring dengan merebaknya korupsi berjamaah, suap-menyuap, dan berbagai skandal penyalahgunaan wewenang lainnya. Pembangunan politik hukum masih belum menjangkau aspek etika dan moralitas dalam sistem hukum Indonesia. (Kesimpulan saya: Sistem etika perilaku politik indonesia saat ini jelas belum sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Yang dimana , dalam etika Pancasila terkandung nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Sistem etika perilaku politik indonesia saat ini masih kental dengan oknum-oknum yang hanya mementingkan . kepentingan golongan, korupsi, menyuap, dan penyalahgunaan wewenang lainnya).
B. Etika Kehidupan Berbangsa merupakan rumusan yang bersumber dari ajaran agama, khususnya yang bersifat universal, dan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila sebagai acuan dasar dalam berpikir, bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa. Di tengah kompetisi bangsa-bangsa yang semakin ketat, pembentukan etika kehidupan berbangsa menjadi sangat penting, untuk mendorong terbentuknya etos kerja, kedisiplinan, dan kepatuhan hukum yang diperlukan bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa. Dari sepengematan saya, etika generasi muda yang berada dalam lingkungan saya, sudah pelan-pelan mencerminkan apa itu etika yang dianut oleh indonesia, karena saya sudah berada dalam lingkungan generasi muda yang sudah cukup dewasa, dimana mereka sudah mulai mengerti cara berpikir, bersikap, dan bertingkah laku yang seharusnya, sesuai dengan etika yang ada. Tetapi, tentu generasi muda sekarang sangat kurang mengaplikasikan nilai-nilai pancasila didalamnya, yang belum mencapai kesempurnaan untuk mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Menurut saya, solunsi dekadansi moral yang terjadi saat ini adalah, penanaman nilai-nilai luhur budaya dengan cara yang sudah diperbaharui, dengan begitu masyarakat pada zaman sekarang akan lebih mendengarkan dan menaruh perhatian. Dekadansi moral juga harus dicermati dengan baik apa penyebabnya dan mengapa bisa terjadi, harus ada pendekatan khusus yang dilakukan agar itu tidak terulang.
Sumber: https://online-journal.unja.ac.id/jisip/article/view/8828