Posts made by Sri Sunarsih

Nama : Sri Sunarsih
NPM : 2226061011
1. Penanganan/model yang cocok untuk mengatasi pernikahan anak adalah kuadran teknis. Pernikahan anak disebabkan kombinasi faktor internal ( pendidikan, pengetahuan dan agama) dan eksternal ( pendidikan orang tua, soasial ekononomi keluarga, budaya, wilayah dll). Kompleksnya penyebab pernikahan anak menyebabakan perlu langkah dari pihak yang paham betul sebab dan akibat perbuatan ini. Pendidikan anak secara formal atau non formal harus ditingkatkan, sosialisasi Pendidikan seks dan bahaya pernikahan anak, serta pengetahuan orang tua harus ditingkatkan. Sekolah formal dan non formal yang paham kondisi kejiwaan anak bersama aparat yang menyasar orang tua berkolaborasi mensosialisasikan bahaya pernikahan anak.
2. Penanganan / model yang cocok untuk menyelamatkan hutan mangrove perkotaan adalah kuadran politis. Pemerintah pusat sebagai penentu kebijakan paling tinggi memutuskan penyelamatan hutan mangrove dengan kondisi-kondisi yang ditentukan, misalnya luas RTH (ruang terbuka hijau) atau RTRW (rencana tata ruang wilayah). Kebijakan perintah pusat ini akan diikuti kebijakan pemerintah propinsi dan kabupaten.mengikuti acuan pemerintah pusat. Kombinasi pemerintah pusat, daerah dan masyarakat (LSM dan pihak terkait) diharapakan mampu menyelamatkan hutan mangrove perkotaan.
3. Penanganan / model dalam mengembangkan desa wisata cocok menggunakan kuadaran deliberative. Desa hijau berbasis konsep pelestarian alam, ekonomi dan sosial budaya masyarakat setempat yang konsepnya pariwisata berkelanjutan.
Untuk mencapai tujuan ini diperlukan partisipasi seluruh stake holder yang terlibat menyukseskan kegiatan ini. Kelompok masyarakat sebagai pengelola jasa wisata, birokrasi yang mengatur jalanya proses kegiatan, penduduk setempat yang semuanya bekerja sama dalam bentuk kemitraan usaha, pendampingan dan pembiayaan.
Nama : Sri Sunarsih
NPM : 2226061011
1. Focus penting dynamic governance 1) Thinking again : kebijakan-kebijakan yang saat ini berlaku apakah masih relevan untuk mejawab tantangan masa sekarang. Literatur saat ini ini sudah jauh berbeda dengan literat lama. Sehingga untuk memecahkan masalah publik kontemporer, kita membutuhkan literatur baru, cara pandang baru, sudut pandang baru.
2) Thinking across : berfikir diluar kotak/ berbeda dari sebelumnya.
Kebijakan-kebiajakan yang ada saat ini, harus diambil berbeda dari pada sebelumnya.
Acuan lama birokrasi adalah aturan-aturan yang telah ada. Akan tetapi aturan-aturan jangan sampai membelenggu birokrasi untuk menciptakan inovasi, menciptakan kreatifitas dan mencoba hal yang baru dalam birokrasi.
Jika ada aturan yang tidak relevant dan menghambat sebuah inovasi dan kreatifitas kebijakan publik, maka birokrasi kedepan juga bertanggung jawab untuk merubah aturan itu.
3) Thinking ahead. bagaimana pejabat public analis kebijakan, pejabat politik itu harus berfikir ke depan. Untuk kebijakan saat ini, mestinya bukan untuk menejelaskan masalah terdahulu dan sekarang tetapi kebijakan yang diambil juga memiliki perspektif jauh ke depan birokrasi harus menatap masa depan 10-20 tahun yang akan datang. Rancangan-rancangan strategis, rencana yang strategis itu harus dimiliki oleh berokrasi. Shingga kebijakan itu bertahan cukup lama dan ideal.

2. Kriteria smart and strong policy adalah :
1. Layanan Publik yang baik
2. Birokrasi yang efisien, efektif, adil, transparant, akuntabel, dan bebas korupsi
3. Kebijakan Publik (Policy). Adapun indikator dalam Pengambilan kebijakan public yaitu
dengan mengutamakan pada aspek yang memberikan dampak positif bagi masyarakat
melalui mekanisme mendengarkan aspirasi masyarakat secara berkesinambungan

Contoh : Kebijakan pemerintah tentang Kesehatan ketika pandemic Covid. Pemerintah mengalokasikan anggaran pemerintah pada saat pandemic :
1. Belanja penanganan Kesehatan ( alat Kesehatan, sarana dan prasarana, dan dukungan SDM)
2. Pemberian insentif kepada tenaga Kesehatan pusat dan daerah
3. Santunan kematian bagi korban pandemic dari masyarakat atau tenaga Kesehatan

3. Saat ini, seluruh negara menghadapi lingkungan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan yang begitu cepat dan sulit diprediksi.
Tantangan lain yang dihadapi ini adalah inovasi teknologi yang berjalan begitu cepat, telah mengakibatkan banyak kebijakan menjadi cepat usang (obsolescence) dan terbukanya peluang-peluang baru. Oleh karena itu dynamic governance merupakan perubahan yang tanpa henti karena pilihan- pilihan kebijakan dapat diadaptasikan dengan perkembangan terkini dalam lingkungan yang tidak pasti dan berubah sangat cepat sehingga berbagai kebijakan dan lembaga pemerintah tetap relevan dan efektif dalam mencapai tujuan jangka panjangnya.