NAMA: M. Hafidz Rahmanata Wafa
NPM: 2211011060
Kelas: Pancasila A
A. Fenomena dunia politik Indonesia sepuluh tahun terakhir ini mengalami banyak perubahan. Perubahan perpolitikan di Indonesia tidak hanya mengubah watak dan perilaku para politisi, partai politik, elite politik, dan penguasa, tetapi juga mengubah persepsi dan paradigma berpikir masyarakat Indonesia tentang memaknai hakikat politik itu sendiri. Munculnya konflik antar lembaga negara, kasus korupsi hingga terseretnya pejabat negara karena narkoba dan asusila yang duduk di lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif menurut penilaian Kepala Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM, Prof. Dr. Sudjito, S.H., M.Si., sebagai cermin hilangnya tatanan etika dan moral yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila. “Banyak politisi dan pejabat negara yang sudah tidak ada rasa malu meskipun terindikasi terlibat kasus seolah tenang-tenang saja sambil menunggu proses hukum positif, mereka tidak memberikan tanggung jawab secara moral dan menunjukkan rendahnya etika politik,†kata Sudjito dalam seminar ‘Revitalisasi dan Aktualisasi Pancasila dan Penguatan Karakter Bangsa’ di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), Kamis (16/5).
https://www.ugm.ac.id/id/berita/7756-penyelenggara-negara-cenderung-abaikan-moral-dan-etika-politik
B. Karakter dan Moralitas merukan sikap atau sifat yang harus di miliki generasi muda
dengan karakter dan moralitas yang baik maka akan menciptakan bangsa dan Negara
yang berkualitas baik dan Negara yang memiliki kemajuan dalam berbagai
aspek.Kesuksesan yang di raih oleh bangsa dan Negara tidak dapat di pisahkan dari
partisipasi masyarakat terutama generasi muda.Sehingga generasi muda harus membekali
diri dengan karakter dan moralitas dan dapat menanamkan nilai nilai pancasila dalam
kehidupan sehari hari , agar dapat menjaga kebudayaan yang dimiliki dalam globlalisasi
berkembangan zaman. Pancasila harus menjadi pandangan hidup generasi muda.
Pandangan hidup mengandung konsep dasar kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa,
termurat pikiran-pikiran terdalam dan gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud
kehidupan yang dianggap baik, yang akan membawa hidup dan kehidupan bangsa pada
tujuan bersama.
Kesimpulannya, Peran pemuda sangat penting dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu
bangsa. Sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadi akar bangsa ini di masa
mendatang harus bisa mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional dengan memiliki modal
dasar. dalam masyarakat.
Beberapa peran yang dapat dilakukan oleh generasi muda dalam menanamkan
nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara adalah
mewariskan nilai-nilai ideal Pancasila kepada generasi di bawahnya, membekali diri
dengan pendidikan yang berlandaskan Pancasila yang menekankan pada nilai-nilai untuk
menumbuhkan warga negara yang baik dan patriotik, memperkuat jati diri, dan
berperan untuk mengentaskan Indonesia dari kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan,
ketertinggalan, dan berbagai hal lainnya. Selain itu generasi juga dapat menjaga kearifan
loka yang ada dengan mempelajari kebudayaan yang ada dan terus memperkenalan
kebudayaan sebagai warisan yang harus di kembangkan dan dilestarikan.
https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/10740/4%20Efi%20Rusdiyani.pdf?sequence=1