Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Diskusi
oleh Diaz Uliza -
NAMA : DIAZ ULIZA
NPM : 2211011025
PRODI : SI MANAJEMEN
KELAS : A
TANGGAPAN FORUM DISKUSI:
• ARTIKEL BAGIAN A
PENTINGNYA IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN IPTEK
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini selain
dapat memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, tak bisa kita pungkiri juga
perkembangan IPTEK ini juga dapat mendatangkan berbagai hal-hal yang
negatif. Oleh karena itu IPTEK perlu menyesuaikan dan
mempertimbangkan nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangnya baik dari
aspek nilai agama maupun budaya semua
haruslah relevan dan senantiasa mengacu
pada nilai-nilai luhur bangsa agar tidak merugikan manusia dan merusak sendisendi kehidupan bangsa.
Pengimplementasian nilai-nilai
Pancasila dalam perkembangan IPTEK sangatlah penting dimana Pancasila dapat menjadi rambu-rambu normatif bagi
pengembangan dan juga pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tetap
sesuai dengan kepribadian masyarakat Indonesia yang luhur dan mulia.Pengembangan IPTEK juga harus senantiasa berakar pada budaya bangsa,
serta IPTEK harus senantiasa
menghormati dan terbuka dengan segala kritik yang ada dari masyarakat yang tentunya untuk arah yang lebih baik.
•ARTIKEL BAGIAN B
TEORI KEBENARAN PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ILMU
Jadi saya hanya akan memberi tanggapan tentang teori kebenaran pancasila sebagai ilmu Menurut saya, teori kebenaran pancasila sebagai dasar pengembang ilmu yaitu:
1. Teori koherensi
Bagi teori kebenaran ini, pernyataan dianggap benar jika pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya
yang dianggap benar. Pancasila dasar filsafat negara merupakan satu kesatuan, tersusun atas
berbagai bagian, tetapi bagian itu tidak saling bertentangan.
2. Teori korespondensi
pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan
dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Sistem filsafat Pancasila dinyatakan
sebagai jiwa bangsa Indonesia,
berkepribadian bangsa Indonesia, pandangan
hidup bangsa dan pedoman hidup bangsa.
3. Teori pragmatik
Menurut teori ini, nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan
praktis atau tidak. Teori ini tercermin dalam Pancasila sebagai pemersatu
bangsa Indonesia. Hal ini memang menunjukkan
bahwa sistem filsafat Pancasila berfungsi secara praktis.