NAMA : Lugita Sandika Prameswari
NPM : 2217051119
KELAS : A
Dalam jurnal demokrasi tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa jurnal tersebut menjelaskan tentang definisi sekaligus kegiatan pemilu saat berada dilapangan lkhususnya untuk Pilpres, pada dasarnya sistem demokrasi dijadikan kunci utama untuk berpendapat, berpandangan, dan menyampaikan aspirasi yang semestinya disampaikan, tetapi di balik itu masih banyak yang tidak tahu menau aturan berdemokrasi dalam pengambilan sebuah keputusan, banyak hal yang hanya bisa memilih tanpa dasar yang kuat sebagaimana sistem demokrasi harus bisa berfikir kritis. Ketika pemilu berlangsung di tengah keterbelahan sosial, membuat hasil pemilu menjadi lebih sensitif bahkan rancuh dengan persoalan atau konflik seperti marak nya berita-berita sensasional di medsos, ujaran kebencian dan berita-berita hoax.
Proses pendalaman demokrasi/konslidasi demokrasi memerlukan peran penting stakeholders terkait pemilu dan juga kekuatan lainnya seperti civil society, elite/aktor, media massa dan medsos serta lembaga survey. Independensi, kedewasaan dan partisipasi kekuatan-kekuatan sosial (societal forces) tersebut sangat diperlukan. Civil society, misalnya, perlu tetap kritis dalam mengawal pemilu dan hasilnya.
Sebagai dasar utama demokrasi, pemilu adalah sarana dan perihal baik bagi rakyat, terkhusus untuk menyalurkan aspirasi politiknya. Keberhasilan penyelenggaraan pemilu dan perlembagaan sistem demokrasi mensyaratkan kemampuan bangsa untuk mengelola politik dan pemerintahan sesuai amanat para pendiri bangsa. Pemilu bukan hanya penanda suksesi kepemimpinan, tetapi juga merupakan koreksi terhadap pemerintah dan proses deepening democracy untuk meningkatkan kualitas demokrasi yang sehat dan bermartabat.