NPM : 2257011004
Jurnal ini membahas mengenai pentingnya kearifan budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa Indonesia di era globalisasi. Hal yang menjadi sorotan adalah perubahan sosial, ekonomi, dan politik pasca-reformasi menyebabkan tantangan besar bagi keutuhan bangsa. Tuntutan globalisasi sering kali mengikis nilai-nilai budaya lokal, sehingga ada kekhawatiran bahwa identitas nasional bisa semakin melemah. Oleh karena itu, perlunya revitalisasi nilai-nilai budaya lokal agar tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Selain itu, Indonesia sebagai negara multikultural memiliki tantangan dalam menjaga integrasi nasional. Berbagai suku bangsa dengan keanekaragaman budaya memiliki potensi konflik jika tidak dikelola dengan baik. Namun, melalui pemahaman terhadap kearifan lokal, seperti gotong royong dan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika," Indonesia dapat memperkuat persatuan dan identitasnya. Dengan pendekatan multikulturalisme yang menekankan saling menghormati dan memahami perbedaan, kearifan lokal dapat berfungsi sebagai jembatan dalam menciptakan keharmonisan sosial serta membangun karakter bangsa yang kuat.
Globalisasi membawa tantangan besar terhadap keberlanjutan budaya lokal. Fenomena seperti homogenisasi budaya akibat perkembangan teknologi, perdagangan, dan pariwisata dapat menyebabkan masyarakat kehilangan jati diri budayanya. Namun, meskipun budaya asing masuk dan berkembang, masyarakat tetap dapat mempertahankan identitasnya dengan mengadaptasi unsur-unsur luar tanpa menghilangkan nilai-nilai asli yang telah diwariskan. Oleh karena itu, diperlukan upaya konkret dalam pendidikan dan kebijakan pemerintah untuk memastikan bahwa kearifan lokal tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari serta diwariskan kepada generasi mendatang.