Nama: Theresia Maharani Sitorus
NPM: 2257011004
Jurnal tersebut membahas pentingnya integrasi nasional dalam menghadapi tantangan etnosentrisme di Indonesia. Sejak kemerdekaan, Indonesia telah mengalami berbagai perubahan politik dan ideologi yang berpengaruh terhadap stabilitas nasional. Mulai dari pergantian pemerintahan dari Orde Lama ke Orde Baru, hingga Reformasi 1998 yang membawa perubahan besar dalam sistem pemerintahan. Namun, perubahan tersebut tidak selalu membawa dampak positif, karena desentralisasi dan kebebasan yang lebih luas di era Reformasi justru menimbulkan ketidakstabilan sosial, meningkatnya konflik kepentingan, dan melemahnya identitas nasional. Oleh karena itu, penulis menekankan bahwa integrasi nasional harus tetap menjadi tujuan utama dalam membangun negara yang harmonis di tengah keberagaman etnis, agama, dan budaya.
Selain itu, identitas nasional dapat menjadi faktor yang mendukung atau menghambat integrasi nasional. Identitas tidak bersifat statis, melainkan terus berkembang sesuai dengan perubahan sosial dan politik. Di era modern, media massa seperti televisi dan internet memainkan peran besar dalam membentuk identitas bersama yang melampaui batas etnis dan budaya. Namun, di sisi lain, otonomi daerah yang berlebihan dapat memicu peningkatan etnosentrisme, di mana kelompok-kelompok tertentu lebih mementingkan identitas daerah atau suku mereka dibandingkan dengan identitas sebagai bangsa Indonesia. Hal ini dapat menghambat integrasi nasional jika tidak diimbangi dengan kebijakan yang mengedepankan kebersamaan dan kesatuan di tengah perbedaan.
Konsep integrasi nasional harus menjadi strategi kebudayaan yang diterapkan secara menyeluruh. Pluralitas adalah takdir bagi bangsa Indonesia, tetapi perbedaan yang ada tidak boleh menjadi pemicu konflik. Sebaliknya, perbedaan harus dikelola dengan baik agar dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk mencapai hal ini, diperlukan strategi yang tidak hanya mengandalkan kebijakan politik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan pluralisme di tengah masyarakat. Integrasi nasional akan tercapai jika masyarakat dapat melihat dirinya sebagai bagian dari bangsa yang lebih besar, bukan hanya sebagai anggota kelompok etnis atau daerah tertentu.