NAMA : NADYA MAHARANI
NPM : 2217051095
KELAS : D
PRODI : S1 ILMU KOMPUTER
Artikel tersebut membahas tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste yang merupakan masalah serius yang mempengaruhi perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut. Untuk menyelesaikan masalah ini, diperlukan kerjasama antara kedua negara dalam mengatasi penyebab konflik, membangun dialog antarkomunitas, dan memperkuat sistem keamanan di perbatasan. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan terhadap kelompok-kelompok yang memprovokasi konflik serta mempromosikan dialog antaragama dan antarsuku untuk membangun pemahaman dan toleransi di antara masyarakat.
Setelah membaca artikel tersebut, terdapat hal positif seperti kesadaran akan penanganan konflik, penguatan kerjasama bilateral, peningkatan kesadaran akan toleransi dan kerukunan antarsuku, serta peningkatan peran pemerintah dalam pengawasan dan penanganan konflik. Semua ini dapat menjadi dasar untuk membangun perdamaian, stabilitas, dan kerukunan di wilayah tersebut.
Pendapat saya, jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka dapat timbul berbagai masalah yang berpotensi mengancam wilayah dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Wawasan nusantara memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan keberlanjutan negara Indonesia. Konsepsi wawasan nusantara dapat mencegah timbulnya konflik dengan cara membangun dialog dan kerjasama antarkomunitas, memperkuat sistem keamanan di perbatasan, membangun pemahaman dan toleransi antaragama dan antarsuku, dan mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan bersama.
Melalui penerapan konsepsi wawasan nusantara, diharapkan masyarakat di perbatasan Indonesia-Timor Leste dapat hidup berdampingan dengan damai, saling menghormati, dan bekerja sama dalam membangun wilayah yang stabil dan harmonis. Dalam hal ini, konsepsi wawasan nusantara dapat membantu mencegah timbulnya konflik seperti konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan mempromosikan pemahaman, toleransi, dan kerja sama antar komunitas yang berbeda, serta memperkuat keamanan dan kesejahteraan bersama.
NPM : 2217051095
KELAS : D
PRODI : S1 ILMU KOMPUTER
Artikel tersebut membahas tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste yang merupakan masalah serius yang mempengaruhi perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut. Untuk menyelesaikan masalah ini, diperlukan kerjasama antara kedua negara dalam mengatasi penyebab konflik, membangun dialog antarkomunitas, dan memperkuat sistem keamanan di perbatasan. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan terhadap kelompok-kelompok yang memprovokasi konflik serta mempromosikan dialog antaragama dan antarsuku untuk membangun pemahaman dan toleransi di antara masyarakat.
Setelah membaca artikel tersebut, terdapat hal positif seperti kesadaran akan penanganan konflik, penguatan kerjasama bilateral, peningkatan kesadaran akan toleransi dan kerukunan antarsuku, serta peningkatan peran pemerintah dalam pengawasan dan penanganan konflik. Semua ini dapat menjadi dasar untuk membangun perdamaian, stabilitas, dan kerukunan di wilayah tersebut.
Pendapat saya, jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka dapat timbul berbagai masalah yang berpotensi mengancam wilayah dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Wawasan nusantara memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan keberlanjutan negara Indonesia. Konsepsi wawasan nusantara dapat mencegah timbulnya konflik dengan cara membangun dialog dan kerjasama antarkomunitas, memperkuat sistem keamanan di perbatasan, membangun pemahaman dan toleransi antaragama dan antarsuku, dan mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan bersama.
Melalui penerapan konsepsi wawasan nusantara, diharapkan masyarakat di perbatasan Indonesia-Timor Leste dapat hidup berdampingan dengan damai, saling menghormati, dan bekerja sama dalam membangun wilayah yang stabil dan harmonis. Dalam hal ini, konsepsi wawasan nusantara dapat membantu mencegah timbulnya konflik seperti konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan mempromosikan pemahaman, toleransi, dan kerja sama antar komunitas yang berbeda, serta memperkuat keamanan dan kesejahteraan bersama.