Posts made by Wahyu Daffa Saputra

Nama : Wahyu Daffa Saputra
NPM : 2217051160
Kelas : A
Prodi S1 Ilmu Komputer

Analisis saya dari video tersebut adalah :
Demokrasi yang sehat dan kuat membutuhkan landasan hukum yang jelas dan kuat. Oleh karena itu, peran hukum sangat penting dalam mewujudkan demokrasi yang baik dan benar. Hukum harus mampu memberikan perlindungan terhadap hak asasi manusia, memberikan jaminan keadilan bagi seluruh rakyat, serta menjamin kepastian hukum. Demokrasi tidak dapat dihadapi dengan cara hukum masa lalu di bawah kekuasaan otoriter dan sentralistik. Tuntutan partisipasi yang diberikan oleh masyarakat terhadap badan dan istitut menjadi semakin kuat , baik dari lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif , semua lembaga tersebut dihadapkan dengan tantangan yang serupa.

"Pertahanan kita bukanlah alat-alat perang, bukan sains, dan bukan pula bersembunyi di ruang bawah tanah. Pertahanan kita adalah hukum dan keteraturan".
- Albert Einstein
Nama : Wahyu Daffa Saputra
Npm : 2217051160
Kelas : A

Menurut analisis saya dalam E-Book jurnal demokrasi adalah tentang penjelasan sekaligus fakta dilapangan ketika pemilu serentak ke semua elemen khususnya untuk Pilpres, pada faktanya sistem demokrasi dijadikan kunci utama untuk berpendapat, berpandangan, juga menyampaikan aspirasi yang semestinya disampaikan, tapi disela sela kenyataannya masih banyak yang tidak tahu aturan main demokrasi dalam pengambilan sebuah keputusan begitu banyak elemen hanya bisa memilih tanpa dasar yang kuat sebagaimana sistem demokrasi harus bisa berfikir kritis dalam menyampaikan pandangan. Tantangan pendalaman demokrasi semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik dan hukum juga kurang memadai. Kondisi ini tidakhanya berpengaruh terhadap kualitas pemilu dan demokrasi, tapi juga stabilitas nasional. Apalagi ketika pemilu berlangsung di tengah keterbelahan sosial, menyeruaknya berita-berita sensasional di medsos, ujaran kebencian dan maraknya berita-berita hoax membuat hasil pemilu rentan dengan sengketa dan konflik.

Beberapa masalah yang muncul selama tahapan-tahapan pilpres tidak mendapatkan solusi yang konkrit dan memadai. Beberapa masalah seperti politisasi identitas dan sengitnya perebutan suara Muslim, permasalahan parpol dan semua stakeholders terkait pemilu yang belum mampu mengefektifkan dan memaksimalkan peran pentingnya dengan penuh tanggungjawab, tata kelola pemilu yang belum mampu mengakomodasi keragaman masyarakat, dan kentalnya politisasi birokrasi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi Indonesia. Kepercayaan sebagian publik terhadap netralitas birokrasi minim, demikian juga terhadap penyelenggara pemilu dan institusi penegak hukum. Padahal trust building merupakan suatu keniscayaan dalam proses deepening democracy/ konsolidasi demokratisasi. Tumbuhnya rasasaling percaya di antara penyelenggara pemilu,parpol dan masyarakat menjadi syarat utamaterbangunnya demokrasi yang berkualitas dan penopang terwujudnya stabilitas politik dan keamanan dalam masyarakat. Secara teoretis konflik atau sengketa dalam pemilu bisa diredam jika peserta pemilu (parpol), penyelenggara pemilu, pemerintah, dan institusi penegak hukum mampu menunjukkan profesionalitas dan independensinya, tidak partisan dan memiliki komitmen yang tinggi dalam menyukseskan pemilu.Proses pendalaman demokrasi/konslidasi demokrasi memerlukan peran penting stakeholders terkait pemilu dan juga elemenelemen kekuatan lainnya seperti civil society, elite/aktor, media massa dan medsos serta lembaga survey. Independensi, kedewasaan dan partisipasi kekuatan-kekuatan sosial (societal forces) tersebut sangat diperlukan. Civil society, misalnya, perlu tetap kritis dalam mengawal pemilu dan hasilnya. Media massa bisa menjadi pemasok berita yang obyektif dan melakukan kontrol sosial yang berpihak pada rakyat.

Maka dari itu perlu solusi yang guna menghadapi pilpres tahun yang akan mendatang yaitu Berkenaan dengan hal tersebut semua stakeholders terkait pemilu seperti partai politik, penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu, DKPP), pemerintah (pusat dan daerah) dan institusi penegak hukum perlu bersinergi secara profesional untuk memperbaiki kepercayaan publik terhadap hasil pilpres. Hal tersebut perlu dilakukan karena sukses tidaknya pemilu, konflik tidaknya pilpres sangat bergantung padatinggi-rendahnya tingkat kepercayaan rakyat kepada para stakeholders tersebut. Karena itu bisa disimpulkan bahwa semakin substansial demokrasi yang terbangun melalui pemilu akan semakin besar kemungkinan munculnya public trust dan pemilu yang damai. Sebaliknya, semakin prosedural demokrasi yang terbangun melalui pemilu akan semakin besar pula ketidak percayaan publik dan semakin rentan pula sengketa/konflik yang akan muncul.
Nama : Wahyu Daffa Saputra
Npm : 2217051160
Kelas : A

Menurut pengertian Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara ikut serta—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.

Dalam video tersebut bisa kita simpulkan bahwa demokrasi adalah salah satu metode negara terkhusus pemerintah maupun elemen masyarakat yang dipakai untuk pengambilan suatu keputusan berdasarkan musyawarah, aspirasi dan opini yang tidak keluar dari presedurial. Ada begitu banyak negara yang memakai sistem demokrasi seperti negara adi daya (amerika serikat) pun memakai sistem tersebut, Karena demokrasi adalah pilihan yang tepat dipanding pilihan yang lain.