Kiriman dibuat oleh Eric Sanjaya Sipayung

NAMA: Eric Sanjaya Sipayung
NPM: 2217051116
KELAS: C

Analisis jurnal:
Konsolidasi demokrasi di Indonesia cenderung fluktuatif dan belum berjalan secara regular karena pilar-pilar pentingnya belum berfungsi efektif dan belum maksimal. Sebagai pilar penting demokrasi, pemilu diperlukan untuk suksesi kepemimpinan dan mengoreksi kinerja pemerintahan. Pemilu juga mensyaratkan unsur kejujuran, keadilan, transparansi dan akuntabilitas. Prasyarat untuk menciptakan hal tersebut memerlukan prakondisi dan komitmen semua elemen bangsa untuk mematuhi peraturan yang ada. Konsolidasi demokrasi atau proses pendalaman demokrasi akan terhambat ketika parpol melalui para elitenya dan stakeholders terkait pemilu menunjukkan perilaku yang tidak mendorong proses demokrasi. Demokrasi dan Pemilu Presiden 2019 | R. Siti Zuhro | 79 semua stakeholders terkait pemilu yang belum mampu mengefektifkan dan memaksimalkan peran pentingnya dengan penuh tanggungjawab, tata kelola pemilu yang belum mampu mengakomodasi keragaman masyarakat, dan kentalnya politisasi birokrasi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi Indonesia.
Kepercayaan sebagian publik terhadap netralitas birokrasi minim, demikian juga terhadap penyelenggara pemilu dan institusi penegak hukum. Padahal trust building merupakan suatu keniscayaan dalam proses deepening democracy/ konsolidasi demokratisasi. Tumbuhnya rasa saling percaya di antara penyelenggara pemilu, parpol dan masyarakat menjadi syarat utama terbangunnya demokrasi yang berkualitas dan penopang terwujudnya stabilitas politik dan keamanan dalam masyarakat. Hal tersebut perlu dilakukan karena sukses tidaknya pemilu, konflik tidaknya pilpres sangat bergantung pada tinggi-rendahnya tingkat kepercayaan rakyat kepada para stakeholders tersebut. Karena itu bisa disimpulkan bahwa semakin substansial demokrasi yang terbangun melalui pemilu akan semakin besar kemungkinan munculnya public trust dan pemilu yang damai. Sebaliknya, semakin prosedural demokrasi yang terbangun melalui pemilu akan semakin besar pula ketidak percayaan publik dan semakin rentan pula sengketa/konflik yang akan muncul.
Sejauh ini Indonesia mampu melaksanakan pemilu yang aman dan damai.
NAMA : Eric Sanjaya Sipayung
NPM : 2217051116
KELAS : C
Analisis video :
Demokrasi adalah sistem politik di mana kekuasaan berada di tangan rakyat melalui representasi atau partisipasi langsung. Ada beberapa alasan mengapa demokrasi dianggap penting, meski seringkali berisik atau terjadi kegaduhan.

Pertama, demokrasi menawarkan setiap orang kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan politik. Dalam sistem demokrasi setiap orang memiliki hak yang sama untuk memilih wakilnya atau bahkan berpartisipasi langsung dalam pengambilan keputusan. Dalam demokrasi tidak ada diskriminasi berdasarkan ras, agama atau jenis kelamin.

Kedua, demokrasi membantu mencegah pemusatan kekuasaan pada satu individu atau kelompok. Dalam sistem demokrasi, kekuasaan dibagi antara beberapa cabang pemerintahan dan didistribusikan secara merata di antara mereka. Ini membantu mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

Ketiga, demokrasi mempromosikan transparansi dan akuntabilitas. Dalam sistem demokrasi, kebijakan dan tindakan pemerintah harus bersifat publik. Dengan demikian masyarakat dapat menilai dan bila perlu mengkritisi keputusan-keputusan pemerintah.

Meskipun demokrasi bisa berisik dan rumit, banyak negara masih memilih sistem demokrasi karena manfaat jangka panjangnya yang signifikan. Demokrasi adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa rakyat mengendalikan kehidupan politik mereka dan bahwa masyarakat dapat tumbuh dan berkembang secara demokratis.