NAMA : JESSEN RAMADEKSA ALLEN
NPM : 2217051070
KELAS : C
PRODI : S1 ILMU KOMPUTER
A. Artikel tersebut membahas tentang kondisi hak asasi manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019 dan adanya ancaman yang semakin meningkat terhadap HAM di Indonesia. Analisis saya adalah bahwa penegakan HAM di Indonesia masih belum optimal dan masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti adanya tindakan diskriminasi dan kekerasan terhadap minoritas, pelanggaran hak-hak sipil dan politik, serta kurangnya perlindungan bagi para pejuang HAM. Namun, hal positif yang dapat diambil dari artikel tersebut adalah bahwa masyarakat dan aktivis HAM di Indonesia masih memiliki semangat yang tinggi untuk terus memperjuangkan HAM dan menghadapi tantangan yang ada.
B. Demokrasi Indonesia seharusnya memperhatikan nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia sebagai salah satu sumber legitimasi demokrasi. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa seharusnya diartikan sebagai keberadaan Tuhan sebagai sumber keadilan dan moral dalam kehidupan berdemokrasi, bukan sebagai justifikasi untuk membatasi hak-hak dan kebebasan individu atau kelompok. Sebagai sebuah negara dengan masyarakat yang plural, demokrasi Indonesia harus mampu memperhatikan keberagaman budaya dan agama dalam pengambilan keputusan.
C. Praktik demokrasi Indonesia saat ini masih terdapat beberapa masalah, seperti adanya pelanggaran hak asasi manusia dalam proses pemilihan umum dan kurangnya transparansi dalam pengambilan keputusan politik. Namun, secara umum, demokrasi Indonesia dapat dikatakan telah berjalan sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta memperhatikan nilai hak asasi manusia. Hal ini tercermin dalam adanya kebebasan berekspresi, pers, dan organisasi, serta proses pemilihan umum yang relatif bebas dan adil.
D. Sikap tersebut merupakan sebuah masalah dalam demokrasi Indonesia karena anggota parlemen seharusnya mewakili kepentingan rakyat dan bukan kepentingan politik atau pribadi mereka sendiri. Hal ini mencerminkan kurangnya etika dan integritas dalam politik di Indonesia, serta kebutuhan akan pengawasan dan kontrol yang lebih ketat terhadap anggota parlemen.
E. Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik dalam tradisi atau agama memiliki potensi untuk mempengaruhi dan memanipulasi opini dan emosi masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu. Hal ini dapat berdampak negatif pada hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi masyarakat. Oleh karena itu, demokrasi dewasa harus mampu mengakomodasi perbedaan dan pluralitas, serta memperhatikan nilai-nilai universal hak asasi manusia dalam pengambilan keputusan politik dan sosial.