NAMA : Joe Febrian SInuraya
NPM : 2217051143
KELAS : C
Setelah saya membaca jurnal tersebut, maka saya dapat menganalsis bahwa :
Teks ini membahas tantangan konsolidasi demokrasi pada Pemilihan Presiden 2019 di Indonesia. Kendati Indonesia telah memperlihatkan kemajuan dalam demokrasi, namun masih terdapat banyak masalah yang harus diatasi. Kegagalan Pilpres 2019 untuk menghasilkan suksesi kepemimpinan yang baik serta membangun kepercayaan publik, terbukti dari kerusuhan sosial setelah pengumuman hasil rekapitulasi pilpres oleh KPU. Saat ini, Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi penentu akhir hasil pilpres karena dua kandidat mengklaim telah memenangkan pilpres.
Pilar-pilar penting demokrasi seperti pemilu, partai politik, masyarakat sipil, dan media massa belum berfungsi secara efektif dan optimal, sehingga konsolidasi demokrasi di Indonesia cenderung fluktuatif dan belum berjalan secara teratur. Konsolidasi demokrasi atau proses pendalaman demokrasi akan terhambat ketika partai politik melalui elit dan pemangku kepentingan terkait pemilihan menunjukkan perilaku yang tidak mendorong proses demokratis. Masalah sosial, ekonomi, politik, dan hukum yang tidak memadai juga mempengaruhi kualitas pemilu dan demokrasi serta stabilitas nasional.
Selain itu, proses pendalaman demokrasi/konsolidasi demokrasi memerlukan peran penting stakeholders terkait pemilu dan elemen-elemen kekuatan lainnya seperti civil society, elite/aktor, media massa, medsos, serta lembaga survey. Independensi, kedewasaan, dan partisipasi kekuatan-kekuatan sosial tersebut sangat diperlukan. Civil society, misalnya, perlu tetap kritis dalam mengawal pemilu dan hasilnya. Media massa bisa menjadi pemasok berita yang obyektif dan melakukan kontrol sosial yang berpihak pada rakyat. Oleh karena itu, semua stakeholders terkait pemilu seperti partai politik, penyelenggara pemilu, pemerintah, dan institusi penegak hukum perlu bersinergi secara profesional untuk memperbaiki kepercayaan publik terhadap hasil pemilu dan konsolidasi demokrasi di Indonesia.