Posts made by Mutiara Cintia Rainy

Nama: Mutiara Cintia Rainy
NPM: 2217051100
Kelas: A
Prodi: S1 Ilmu Komputer

1. Sebuah artikel membahas tentang situasi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019 dan mencatat beberapa masalah yang masih berlanjut. Artikel tersebut menyoroti beberapa poin utama, antara lain:
- Kejahatan berat terhadap HAM di masa lalu dan konflik sumber daya alam (SDA).
- Pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama.
- Diskriminasi berbasis gender.
- Keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM masa lalu.
- Pelanggaran HAM di Papua.
- Penggunaan hukuman yang kejam.
Meskipun tahun 2019 tampak suram dalam hal penegakan HAM, terdapat beberapa perkembangan positif yang memberikan harapan ke depan, seperti reformasi HAM yang dilakukan pemerintah, ratifikasi perjanjian HAM internasional, dan peran penting Gerakan Masyarakat Sipil.

2. Demokrasi di Indonesia, jika dipandang dari perspektif adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia, memiliki hubungan dengan beberapa nilai-nilai yang saling terkait. Kekayaan budaya Indonesia yang meliputi keragaman etnis, agama, dan tradisi menjadi landasan bagi prinsip-prinsip demokrasi yang diterapkan di negara ini.
- Musyawarah dan mufakat: Nilai-nilai adat istiadat Indonesia mendorong praktik musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan.
- Kehormatan dan kesopanan: Budaya Indonesia juga menghargai nilai-nilai kehormatan dan kesopanan.
- Gotong royong: Dalam konteks demokrasi, gotong royong tercermin dalam partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan politik, termasuk pemilihan umum dan kegiatan sosial yang mendukung kepentingan bersama.
Pendapat mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa mencerminkan keyakinan dan penghormatan terhadap pluralisme agama di Indonesia, yang melibatkan pengakuan terhadap keberagaman kepercayaan dan keadilan bagi semua warga negara. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa dapat diinterpretasikan sebagai upaya untuk menghormati dan mengakomodasi keragaman agama di negara ini, dengan tetap menjunjung prinsip kesetaraan, kebebasan beragama, dan perlindungan hak asasi manusia yang universal.

3. Dalam praktiknya, demokrasi Indonesia saat ini berusaha untuk menghormati nilai-nilai Pancasila dan hak asasi manusia, meskipun masih menghadapi tantangan dan kekurangan yang perlu diatasi. Tantangan utama dalam praktik demokrasi Indonesia adalah adanya kecenderungan untuk mengabaikan hak asasi manusia, terutama dalam konteks pengambilan keputusan politik dan perlindungan terhadap minoritas. Selain itu, korupsi dan politik uang juga menjadi masalah penting dalam praktik demokrasi di Indonesia. Meskipun demikian, terdapat beberapa perkembangan positif dalam praktik demokrasi di Indonesia. Hak-hak minoritas dan kelompok marginal semakin diakui dan dihargai dalam beberapa dekade terakhir, dengan peningkatan perlindungan dan partisipasi mereka dalam proses politik. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia bergerak dalam arah yang benar dalam praktik demokrasinya.

4. Fenomena di mana anggota parlemen bertindak sesuai dengan kepentingan politik pribadi atau kelompok tertentu, yang mungkin tidak sejalan dengan kepentingan nyata masyarakat, merupakan masalah yang sering ditemui dalam banyak sistem politik. Hal ini mengakibatkan kurangnya kepercayaan publik terhadap representasi politik dan melemahkan integritas dan legitimasi lembaga legislatif. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan peningkatan integritas dan akuntabilitas dalam sistem politik, serta peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi kesenjangan antara kepentingan politik pribadi dan kepentingan nyata masyarakat, serta memperkuat representasi politik yang lebih sejalan dengan kebutuhan dan aspirasi rakyat.

5. Dalam era demokrasi dewasa saat ini, hak asasi manusia dianggap sebagai prinsip fundamental yang harus dihormati dan dilindungi oleh negara. Prinsip ini mencakup hak-hak individu, seperti kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, dan hak atas kehidupan. Pengaruh pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dalam memobilisasi loyalitas dan emosi rakyat merupakan fenomena yang sering terjadi di berbagai konteks politik. Penggunaan kekuasaan kharismatik yang melibatkan penyalahgunaan hak asasi manusia, termasuk memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas, dapat melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia. Pemimpin yang memiliki kekuasaan kharismatik memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa pengaruh mereka digunakan secara etis dan dalam batas-batas hukum. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan bahwa pemimpin yang memiliki kekuasaan kharismatik tidak menyalahgunakan kekuasaan mereka.
NAMA : Mutiara Cintia Rainy
NPM : 2217051100
KELAS : A
PRODI : S1 Ilmu Komputer

1. Faktor-faktor seperti interpretasi zona netral yang berbeda dan perasaan negatif warga menciptakan konflik. Konflik komunal di perbatasan antara Indonesia dan Timor Timur merupakan masalah penting yang memerlukan solusi yang adil dan berkelanjutan dalam menentukan perbatasan antara dua negara. Koordinasi dan dialog antara pemerintah Indonesia dan Timor Timur diperlukan untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut di masa depan.

Hal positif yang dapat saya petik dari membaca artikel ini adalah kesadaran akan pentingnya penyelesaian konflik secara damai, kerjasama antar negara dan perlunya pemahaman yang baik antar warga negara agar konflik komunal dapat dicegah di kemudian hari.

2. Jika Indonesia tidak berwawasan pulau, regional dan nasional, Indonesia akan menghadapi beberapa tantangan dan dampak negatif seperti risiko konflik dengan negara tetangga lebih besar, terutama di wilayah perbatasan. Tanpa konsep perspektif kepulauan, negosiasi batas teritorial dan perbedaan interpretasi zona netral dapat menjadi lebih rumit dan konflik lebih mungkin muncul. Risiko yang mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia serta menyebabkan kerugian finansial akibat ketegangan dan konflik dengan negara tetangga. Konflik dapat mengganggu hubungan perdagangan, investasi, dan kerja sama regional yang penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

3. Konsepsi wawasan nusantara dapat mencegah timbulnya konflik seperti yang dijelaskan dalam artikel tersebut dengan cara berikut:
- Kerja sama bilateral dan regional dengan negara tetangga akan diperkuat, termasuk mekanisme penyelesaian sengketa perbatasan yang efektif dan adil.
- Dialog dan komunikasi intensif antara pemerintah dan masyarakat perbatasan digalakkan untuk mengatasi perbedaan penafsiran dan membangun saling pengertian.
- Mempromosikan pembangunan sosial dan ekonomi daerah perbatasan sehingga masyarakat di kedua sisi perbatasan supaya dapat memiliki sumber daya dan mendapatkan penghidupan yang layak.
- Mengutamakan diplomasi, negosiasi dan penyelesaian konflik secara damai .
NAMA : Mutiara Cintia Rainy
NPM : 2217051100
KELAS : A
PRODI : S1 Ilmu Komputer

Geopolitik adalah ilmu yang mempertimbangkan faktor geografis dalam penyelenggaraan negara. Teori geopolitik di Indonesia menyatakan bahwa Pancasila digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebijakan politik nasional yang mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia. Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional yang bersumber dari Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia. Wawasan nusantara berfokus pada kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia dalam berbagai aspek politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Dalam konsep NKRI, yang tertuang dalam UUD Negara RI 1945, dinyatakan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang mencakup kesatuan politik, hukum, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Indonesia adalah sebuah negara yang bersifat kesatuan dengan bentuk republik, yang terdiri dari ribuan pulau yang terletak di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta antara Benua Asia dan Australia.