Posts made by Dela Sylviayani

Nama : Dela Sylviayani
NPM : 2217051048
Kelas : D
Prodi : Ilmu Komputer

Pada video tersebut, dijelaskan bahwa konsep Ketahanan Nasional melibatkan kemampuan untuk menghadapi ancaman dengan menggunakan keuletan, keterampilan, ketangguhan, dan pengembangan potensi nasional. Hal ini mencakup aspek-aspek seperti pertahanan militer, keamanan dalam negeri, stabilitas politik, keberlanjutan ekonomi, serta pelestarian budaya dan identitas nasional. Terdapat berbagai macam ancaman yang sering dihadapi oleh suatu negara, seperti ancaman langsung, ancaman luar, ancaman dalam, dan ancaman tidak langsung. Contohnya adalah invasi militer, kegiatan intelijen, gerakan separatis, dan penyebaran wabah penyakit. Dalam konteks Ketahanan Nasional, ada empat elemen yang melambangkan perlindungan terhadap ketahanan nasional, yaitu integritas, identitas, kelangsungan hidup, dan perjuangan mencapai tujuan nasional. Setiap elemen ini memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat ketahanan nasional.

Video tersebut juga menyebutkan unsur-unsur TRIGATRA (lokasi dan posisi strategis, keadaan dan kekayaan alam, kemampuan penduduk) dan PANCA GATRA (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan) sebagai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam konteks ketahanan nasional. Unsur-unsur ini menggambarkan potensi ancaman atau sumber kekuatan bagi suatu negara. Aspek-aspek alamiah TRIGATRA (seperti lokasi geografis, keadaan dan kekayaan alam, kemampuan penduduk) dan aspek sosial PANCA GATRA (seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan) dapat diwujudkan dalam konteks ketahanan nasional. Contohnya adalah dengan memanfaatkan potensi geografis secara optimal, mengelola sumber daya alam dengan baik, dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketahanan nasional.
Nama : Dela Sylviayani
NPM : 2217051048
Kelas : D
Prodi : Ilmu Komputer

Bela Negara adalah sebuah tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh semua warga negara. Dalam situasi pandemi, ada banyak contoh bagaimana kita dapat berperan dalam bela negara. Salah satu contohnya adalah dengan tetap tinggal di rumah dan tidak menyebarkan berita palsu. Pendidikan kewarganegaraan dan bela negara sangat penting bagi setiap warga negara karena ini mencerminkan rasa cinta terhadap tanah air, kesiapan untuk berkorban, dan semangat nasionalisme yang kuat.

Untuk menghadapi masalah pandemi COVID-19 antara tahun 2020-2022, memang bukanlah hal yang mudah. Dengan meningkatnya jumlah kasus dan korban, bahkan di antara keluarga kita sendiri, namun dengan semangat persatuan, gotong royong, dan kerja sama antar warga, kita dapat membantu sesama seperti membantu tetangga yang terkena dampak pandemi, membagikan makanan dan masker, menjaga kesehatan dan kebersihan, serta menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Jika semua ini dilakukan dengan baik, pandemi COVID-19 dapat diatasi.

Namun, di sisi negatifnya, pandemi ini juga menyebabkan PHK massal karena banyak perusahaan yang tutup akibat kondisi pasar yang lesu. Sehingga, masyarakat tidak memiliki pilihan selain mencari nafkah di luar rumah meskipun ada risiko tertular COVID-19.

Selama pandemi, pemerintah Indonesia telah menerapkan beberapa langkah, seperti PPKM, PSBB, dan bantuan sosial lainnya yang intensif pada waktu itu. Pemerintah memprioritaskan masyarakat yang terpapar virus untuk segera melapor ke layanan kesehatan agar dapat membatasi, menghentikan, dan memutus rantai penularan COVID-19. Masyarakat diminta untuk tetap di rumah jika gejalanya ringan dan dijemput oleh petugas ambulans yang dilengkapi dengan peralatan pelindung diri. Selain itu, kita juga harus berhati-hati dengan orang tanpa gejala di sekitar kita, terutama pada anak muda.

Dengan tingginya solidaritas, dimulai dari tingkat desa, RT, dan tetangga, kita saling kompak menjaga warga agar tidak mengalami kesulitan. Kita juga bekerja sama dengan petugas penanggulangan darurat COVID untuk mendata dan memeriksa kondisi warga agar tetap sehat dan memberikan pertolongan kepada mereka yang terpapar. Kesadaran akan bela negara sebenarnya merupakan kesediaan untuk berbakti kepada negara dan siap untuk berkorban demi bela negara. Selama pandemi, bela negara tidak harus dilakukan dengan senjata, melainkan juga melalui penggunaan teknologi seperti ponsel pintar untuk memerangi berita bohong agar tidak semakin memperburuk situasi mengenai COVID-19. Sebaliknya, kita harus menyebarkan berita yang edukatif dan informatif.

Sebagai mahasiswa, kita harus tetap belajar dan melaksanakan bela negara dengan cara sederhana, seperti meningkatkan kesadaran nasional, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, terlibat dalam diskusi dan debat, serta melakukan riset dan inovasi untuk kemajuan bangsa.
Nama: Dela Sylviayani
NPM: 2217051048
Kelas: D
Prodi: S1 Ilmu Komputer

Artikel tersebut membahas tentang situasi HAM di Indonesia dan menyoroti buruknya situasi tersebut meskipun sudah ada undang-undang yang mengatur tentang hal tersebut. Penulis juga menekankan pentingnya rekonsiliasi dengan pengungkapan kebenaran untuk menghindari impunitas dan pelanggaran HAM yang baru.

Selain itu, artikel ini membahas isu-isu terkait HAM seperti rasisme dan kemiskinan yang masih menjadi masalah di Indonesia. Penulis juga menyoroti peran masyarakat sipil dalam penegakan HAM dan pentingnya kritis terhadap kebijakan yang berdasarkan atas asumsi moralitas dan populisme semata tanpa data dan ilmu.

Secara keseluruhan, artikel ini memberikan gambaran yang cukup jelas tentang situasi HAM di Indonesia dan menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperbaiki situasi tersebut. Artikel ini memberikan pandangan yang kritis dan mengajak pembaca untuk lebih peduli terhadap isu-isu terkait HAM di Indonesia.

Analisis Soal
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
-> Dalam konteks penegakan HAM, artikel ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperbaiki situasi tersebut. Penulis menyoroti bahwa meskipun sudah ada undang-undang yang mengatur tentang HAM, namun masih banyak pelanggaran HAM yang terjadi dan tidak diadili dengan tuntas. disini juga ditekankan pentingnya rekonsiliasi dengan pengungkapan kebenaran untuk menghindari impunitas dan pelanggaran HAM yang baru.

Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah bahwa penulis memberikan pandangan yang kritis dan mengajak pembaca untuk lebih peduli terhadap isu-isu terkait HAM di Indonesia. Artikel ini juga memberikan gambaran yang cukup jelas tentang situasi HAM di Indonesia dan menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperbaiki situasi tersebut. Selain itu, artikel ini juga menunjukkan bahwa masih ada gerakan masyarakat dan mahasiswa yang peduli terhadap isu-isu HAM dan berusaha untuk memperjuangkan hak-hak tersebut.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia!  Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi  Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?

->Demokrasi Indonesia memiliki akar budaya yang kuat dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia, seperti gotong royong, musyawarah, dan mufakat. Namun, tantangan dalam penerapan demokrasi Indonesia masih ada, seperti kecenderungan mengabaikan nilai-nilai adat istiadat/budaya asli dalam pengambilan keputusan politik.

Pendapat saya tentang prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa adalah bahwa prinsip ini merupakan bagian dari identitas Indonesia sebagai negara yang berdasarkan Pancasila, namun harus diimbangi dengan prinsip-prinsip demokrasi lainnya seperti kebebasan beragama dan kebebasan berekspresi.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia? 

-> Praktik demokrasi di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945 serta hak asasi manusia. Masalah yang sering terjadi adalah pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh aparat keamanan dan pihak-pihak yang memiliki kekuasaan, politik uang, dan politik identitas yang mengabaikan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Meskipun begitu, gerakan mahasiswa dan masyarakat masih kuat dalam menolak kebijakan yang merugikan masyarakat. Diperlukan upaya yang serius dan komprehensif untuk memperbaiki praktik demokrasi di Indonesia agar dapat lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

-> Pandangan umum mengenai kondisi di mana anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat merupakan suatu masalah yang sering terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan adanya upaya untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam sistem politik. Para anggota parlemen harus bertanggung jawab kepada masyarakat yang mereka wakilkan dan harus memperjuangkan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat juga harus lebih aktif dalam memantau dan mengawasi kinerja para anggota parlemen dan memperjuangkan kepentingan mereka secara aktif.


E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

-> Tindakan pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang menggerakan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas dapat dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Hal ini karena tindakan tersebut dapat mengorbankan hak-hak individu dan kebebasan berpendapat, serta dapat mengancam keberlangsungan demokrasi. Oleh karena itu, penting bagi pihak-pihak yang memiliki kekuasaan untuk mempertimbangkan hak asasi manusia dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil.