Posts made by Intan Purnama Sari

NAMA:INTAN PURNAMA SARI
NPM: 2217051050
KELAS: B
PRODI : ILMU KOMPUTER

Berikut adalah analisis saya dalam jurnal yang berjudul “SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19”.

Jurnal tersebut mengenai pentingnya semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19,jurnal ini ditulis oleh Syahrul Kemal, seorang mahasiswa Jurusan Peternakan di Fakultas Pertanian Universitas Djuanda.Jurnal tersebut membahas tentang semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19. Bela Negara adalah kewajiban bagi seluruh warga negara untuk memperjuangkan eksistensi negara dan menunjukkan kesetiaan dan kecintaan terhadap negara. Meskipun dalam situasi sulit seperti pandemi COVID-19, bela negara tetap harus dilakukan dengan tetap tinggal di rumah dan tidak menyebarkan berita yang belum benar. Kesadaran bela negara merupakan hak dan kewajiban warga negara, dan kesadaran yang tinggi akan bela negara dapat membuat negara menjadi kokoh dan maju.

Dalam konteks pandemi, langkah-langkah prioritas yang diambil pemerintah adalah untuk membatasi penularan virus dan menyelamatkan lebih banyak orang. Salah satu tantangan adalah penyebaran virus oleh orang tanpa gejala, sehingga penting untuk mengantisipasi dan mengendalikan penyebarannya. Selain itu, pemerintah juga menghimbau untuk tidak melakukan mudik agar tidak menyebarkan virus ke kampung halaman.
Kesimpulannya, semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19 melibatkan partisipasi dan kesadaran seluruh warga negara dalam menjaga keutuhan negara dan memutus rantai penularan COVID-19.
NAMA: INTAN PURNAMA SARI
NPM:2217051050
KELAS: B
PRODI : ILMU KOMPUTER

ANALISIS SOAL
A. Berdasarkan kutipan dari artikel "Refleksi 2019: Awan Gelap untuk HAM di Indonesia," terdapat beberapa tema yang muncul dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia. Artikel tersebut terdapat beberapa masalah dan tantangan terkait HAM yang terjadi pada tahun 2019, namun juga menyebutkan beberapa perkembangan positif yang dapat menjadi harapan ke depannya. Berikut adalah analisis dan poin-poin penting yang dapat diambil dari kutipan tersebut:

- Artikel menyebutkan bahwa masih ada pelanggaran HAM yang serius di masa lalu yang belum ditangani dengan baik, serta penanganan konflik sumber daya alam yang masih menjadi isu. Hal ini menunjukkan bahwa penegakan HAM di Indonesia masih menghadapi tantangan.

-Artikel juga menyoroti pembatasan terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang dianggap sewenang-wenang. Pembatasan ini dapat merugikan ruang kebebasan sipil dan demokrasi di Indonesia.

- Diskriminasi berbasis gender dan pelanggaran hak-hak perempuan juga disorot sebagai salah satu isu yang masih mengakar di Indonesia. Pernyataan pejabat yang diskriminatif dan merendahkan martabat perempuan juga menjadi masalah yang perlu diatasi.

- Tidak adanya proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan disebutkan sebagai salah satu tantangan utama. Pemerintah dinilai belum berhasil menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM masa lalu.

- Artikel mencatat bahwa pelanggaran HAM di Papua masih berlangsung dan bahkan meningkat tajam. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap situasi di Papua untuk memastikan perlindungan HAM bagi semua individu.

Di sisi positif, artikel juga mencatat beberapa perkembangan yang dapat menjadi harapan di masa depan. Misalnya, Indonesia terus melakukan reformasi kunci untuk memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Selain itu, gerakan masyarakat dan mahasiswa juga disebutkan sebagai kontrol sosial atas kekuasaan negara, yang dapat berperan dalam memperjuangkan HAM dan menolak pelanggaran.

Hal positif yang dapat diambil setelah membaca artikel tersebut adalah adanya kesadaran dan pengakuan bahwa masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk memperkuat penegakan HAM di Indonesia. Meskipun ada tantangan dan pelanggaran yang terjadi, ada upaya reformasi dan perlawanan masyarakat yang memberikan harapan untuk masa depan yang lebih baik dalam hal HAM.

B. Berdasarkan artikel tersebut, tidak terdapat analisis khusus mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia. Namun, prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa merupakan prinsip yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa mengacu pada pengakuan akan adanya Tuhan yang Maha Esa dalam sistem politik Indonesia. Hal ini mencerminkan warisan budaya dan keagamaan yang kaya di Indonesia, di mana mayoritas penduduknya mempraktikkan agama-agama yang berbeda. Prinsip ini diakui sebagai dasar yang kuat dalam menjaga keberagaman agama dan mempromosikan toleransi antarumat beragama.
Pendapat mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa dapat bervariasi tergantung pada perspektif individu. Bagi sebagian orang, prinsip ini dapat dianggap sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat identitas nasional dan mempromosikan persatuan dalam keragaman. Dalam konteks ini, prinsip tersebut dapat dianggap sebagai landasan moral yang memandu nilai-nilai demokrasi di Indonesia.
Namun, perlu diingat bahwa prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa juga menimbulkan pertanyaan dan tantangan terkait praktek demokrasi yang inklusif bagi kelompok minoritas atau non-agama. Dalam memastikan kebebasan beragama dan keadilan bagi semua warga negara, penting untuk menjaga keseimbangan antara prinsip demokrasi yang berke-Tuhanan yang Maha Esa dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang universal.
Secara keseluruhan, prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa adalah bagian penting dari kerangka demokrasi negara tersebut. Namun, penting untuk terus memperkuat demokrasi dengan memastikan keadilan, pluralisme, dan pengakuan terhadap hak asasi manusia bagi semua warga negara tanpa diskriminasi.

C. Menurut pandangan beberapa lembaga dan pakar, praktik demokrasi di Indonesia saat ini dianggap mengalami kemunduran dan tidak sepenuhnya sesuai dengan Pancasila, UUD NRI 1945, dan nilai-nilai hak asasi manusia. Terdapat pembatasan terhadap kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, dan hak-hak perempuan. Selain itu, pelanggaran hak asasi manusia yang masih berlangsung, termasuk di Papua, juga menjadi perhatian. Meskipun demikian, masih ada harapan melalui reformasi, komitmen meratifikasi perjanjian HAM internasional, serta peran aktif masyarakat sipil dalam memperjuangkan pemenuhan hak asasi manusia.

D. Sikap saya terhadap kondisi di mana anggota parlemen menggunakan nama rakyat tetapi melaksanakan agenda politik pribadi yang berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat adalah sangat kritis dan menentang. Para anggota parlemen memiliki tanggung jawab yang besar untuk mewakili suara dan kepentingan rakyat. Mereka seharusnya bertindak sesuai dengan kehendak dan kepentingan rakyat yang telah mereka wakili, bukan untuk keuntungan pribadi atau kelompok tertentu. Prinsip demokrasi yang sehat mengharuskan transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam menjalankan tugas mereka sebagai wakil rakyat. Masyarakat harus menuntut pertanggungjawaban dan mengawasi anggota parlemen agar mereka benar-benar mewakili kepentingan masyarakat dan tidak memanfaatkan posisi mereka untuk kepentingan pribadi.

E. Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dan mampu menggerakan loyalitas dan emosi rakyat memiliki potensi untuk mengekang konsep hak asasi manusia pada era demokrasi saat ini. Hal ini karena pengaruh mereka dapat mempengaruhi persepsi dan tindakan masyarakat yang mungkin melanggar prinsip-prinsip HAM. Kekuasaan kharismatik yang disalahgunakan dapat mengabaikan hak-hak individu, membatasi kebebasan berpendapat, atau bahkan menindas kelompok-kelompok minoritas. Oleh karena itu, dalam era demokrasi dewasa saat ini, penting bagi negara dan masyarakat untuk memastikan bahwa kekuasaan tidak disalahgunakan dan hak asasi manusia dihormati, dilindungi, dan dipromosikan untuk semua warga negara tanpa diskriminasi.
NAMA:INTAN PURNAMA SARI
NPM: 2217051050
KELAS: B
PRODI: ILMU KOMPUTER

Dalam video tersebut yang berjudul "WAWASAN NUSANTARA"
Mengemukakan bahwa masyarakat Indonesia perlu mempelajari wawasan nusantara agar tumbuh jiwa nasionalisme dalam diri setiap warga negara. Wawasan nusantara didefinisikan sebagai pandangan bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mencakup darat, laut, udara, dan wilayah di atasnya.

Wawasan nusantara memiliki peran penting dalam mewujudkan persepsi yang sama bagi seluruh warga negara Indonesia dan menghindari tindakan anarkis yang dapat mengancam integritas bangsa. vidio tersebut juga menjelaskan bahwa wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dan rambu-rambu dalam menentukan kebijakan dan tindakan bagi penyelenggara negara serta seluruh rakyat Indonesia.

Tujuan dari wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi dan mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu, kelompok, suku, atau daerah. Perbedaan persepsi, pendapat, dan fraksi-fraksi antar kelompok dalam konteks sosiologis politis dan demokrasi dianggap wajar dan diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang dinamis, kreatif, dan saling menyatu dalam upaya mencapai integrasi bangsa.

Selain itu, video tersebut juga menjelaskan bahwa latar belakang historis wawasan nusantara bangsa Indonesia melibatkan perjuangan untuk mendapatkan pengakuan internasional terkait wilayah laut yang dimiliki Indonesia. Wawasan nusantara dipandang sebagai konsepsi kewilayahan yang mengusahakan wilayah sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan.

Dalam konteks politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, wawasan nusantara dianggap esensial dan penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia serta keutuhan wilayah yang luas. video tersebut menekankan bahwa wawasan nusantara akan menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan bersatu, tanpa memandang perbedaan suku, daerah, agama, atau golongan sosial. Implementasi wawasan nusantara juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap warga negara Indonesia.

Secara keseluruhan, video tersebut menunjukkan pentingnya pemahaman dan penerapan wawasan nusantara sebagai bentuk cinta terhadap Indonesia, dengan tujuan menjaga persatuan, kesatuan, dan keutuhan wilayah bangsa Indonesia serta mengembangkan semangat nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.