Kiriman dibuat oleh Rafif Maulana

Nama : Rafif Maulana
Kelas : C
NPM : 2217051023

Analisis Jurnal :
Jurnal Pusat Penelitian Politik-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2Politik-LIPI) merupakan media pertukaran pemikiran mengenai masalah-masalah strategis yang terkait dengan bidang-bidang politik nasional, lokal, dan internasional; khususnya mencakup berbagai tema seperti demokratisasi, pemilihan umum, konflik, otonomi daerah, pertahanan dan keamanan, politik luar negeri dan diplomasi, dunia Islam serta isu-isu lain yang memiliki arti strategis bagi bangsa dan negara Indonesia.
Artikel ini mencatat bahwa konsolidasi demokrasi di Indonesia cenderung fluktuatif karena pilar-pilar pentingnya, seperti pemilu, partai politik, civil society, dan media massa belum berfungsi secara efektif dan maksimal. Namun, pemilu dianggap sebagai prasyarat penting dalam menciptakan kejujuran, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam suksesi kepemimpinan dan kinerja pemerintahan. Artikel ini juga menyoroti bahwa kondisi sosial, ekonomi, politik, dan hukum yang kurang memadai dapat menghambat kualitas pemilu dan stabilitas nasional.
Dan jurnal tersebut mengidentifikasi tantangan dalam hal partisipasi politik yang inklusif, terutama bagi kelompok minoritas, perempuan, dan masyarakat yang marginal. Tantangan ini melibatkan keterbatasan akses terhadap informasi, penindasan politik, diskriminasi, serta kendala sosial dan budaya yang dapat menghambat partisipasi aktif mereka dalam proses demokrasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan partisipasi politik yang inklusif dan merata agar demokrasi dapat berjalan secara representatif dan berkelanjutan.
Analisis Video :
Demokrasi adalah sistem politik di mana kekuasaan berada di tangan rakyat melalui representasi atau partisipasi langsung. Ada beberapa alasan mengapa demokrasi dianggap penting, meski seringkali berisik atau terjadi kegaduhan. Demokrasi itu pasti berisik karena demokrasi membebaskan adanya
silang pendapat dan menjamin kebebasan untuk berpendapat.
Beberapa alasan mengapa demokrasi masih banyak diterapkan di berbagai negara antara lain karena
1. Kepentingan Kebebasan: Demokrasi memberikan kebebasan individu untuk berbicara, menyampaikan pendapat, dan berpartisipasi dalam proses politik. Ini dianggap sebagai nilai fundamental yang menghargai martabat manusia dan menghormati hak asasi manusia.
2. Menjunjung Keberagaman dan Kehendak Rakyat: Demokrasi memungkinkan partisipasi dari berbagai masyarakat dengan beragam pandangan politik, agama, budaya, dan latar belakang sosial. keputusan dari suara mayoritas diharapkan mencerminkan kehendak rakyat secara keseluruhan.
3. Akuntabilitas Pemerintah: Demokrasi menekankan prinsip akuntabilitas yang mana pemerintah harus bertanggung jawab kepada rakyat. Misalnya diadakan Pemilihan umum untuk memilih wakilwakil rakyat, ini dianggap sebagai cara yang efektif untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah.
Demokrasi bukanlah sistem sempurna dan memang sering kali diiringi dengan konflik, debat, dan perbedaan pendapat yang kadang-kadang bisa gaduh. Namun menurut para peneliti Negara penganut Demokrasi cendrung menjunjung penegakan HAM yang tinggi, angka korupsi lebih rendah, dan masyarakat yang lebih sehat dan bahagia. walaupun terjadi berbagai keguncangan di situasi abad ke-21, masih banyak negara yang tetap menerapkan demokrasi karena melihat manfaat dan nilai-nilai positif yang dimilikinya